
Bola.net - Demam berdarah merupakan satu di antara penyakit yang hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan serius di berbagai daerah di Indonesia. Indonesia bahkan menjadi negara tertinggi di Asia Tenggara yang masyarakatnya sering terjangkiti demam berdarah.
Dilansir dari laman Klikdokter, demam berdarah merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Virus dengue ini ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Demam berdarah dengue dapat membuat pengidap mengalami nyeri hebat, seakan-akan tulangnya patah.
Pada beberapa pasien atau pengidap demam berdarah, infeksi yang diakibatkan virus dengue jika tidak segera ditangani dapat mengancam jiwa.
Penularan demam berdarah dapat terjadi dikarenakan nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah terinfeksi virus dengeu, menggigit orang lain yang masih sehat.
Lalu, apa saja gejala utama dari demam berdarah yang perlu diketahui sejak dini sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat pada pasien?
Berikut delapan gejala utama demam berdarah yang wajib diwaspadai, seperti disadur dari Merdeka, Kamis (13/8/2020).
Gejala Demam Berdarah
1. Demam tinggi
Gejala pertama yang dapat dirasakan oleh pengidap demam berdarah adalah demam tinggi. Gejala ini termasuk tahap awal, sebab tubuh yang terinfeksi virus dengue memberikan respons melawan patogen dengan meningkatkan suhu tubuh.
Pada tahap awal gejala demam berdarah ini, demam tinggi biasanya akan muncul sekitar tiga hari setelah gigitan nyamuk Aedes aegypti. Suhu tubuh pada tahap ini dapat mencapai 40 derajat celcius.
2. Nyeri kepala
Gejala berikutnya adalah nyeri kepala yang terasa amat sakit. Gejala ini bisanya muncul dan terjadi pada penderita demam berdarah seiring munculnya gejala demam tinggi.
Nyeri kepala yang amat sakit ini biasanya akan dirasakan pengidap selama kurang lebih 4 sampai 10 hari setelah terpapar oleh virus dengue dari gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Gejala Demam Berdarah
3. Nafsu makan menurun
Bagi pengidap demam berdarah, mereka mengalami penurunan nafsu makan. Hal tersebut terjadi karena sakit kepala dan demam tinggi yang dialami dapat menurunkan fungsi indra penciuman dan perasa.
Pada gejala ini para pengidap biasanya akan dianjurkan untuk banyak mengonsumsi makanan penguat imun seperti sayur. Namun, bagi pengidap yang sudah cukup parah biasanya akan diberikan tindakan medis berupa pemasangan infus.
4. Nyeri otot
Gejala paling umum berikutnya bagi pasien demam berdarah adalah nyeri otot, gejala ini dapat timbul pada 4 hingga 10 hari awal setelah terjangkit virus dengue.
Nyeri otot ini biasanya juga akan muncul bersamaan dengan demam tinggi dan nyeri kepala yang biasanya dirasakan oleh pengidap demam berdarah.
Gejala Demam Berdarah
5. Mual dan muntah
Gejala demam berdarah berikutnya adalah mengalami mual dan muntah. Hal ini dapat terjadi karena virus yang menyerang tubuh dapat mengganggu sistem pencernaan yang mengakibatkan rasa mual.
Namun, tidak semua pengidap demam berdarah mengalami gejala ini. Gejala ini dapat muncul pada pengidap kurang lebih selama dua hingga empat hari.
6. Ruam kemerahan
Ruam kemerahan merupakan gejala khas yang ditimbulkan akibat terinfeksi virus dengue. Ruam kemerahan ini dapat terjadi pada saat pengidap mengalami demam tinggi.
Apabila hari ketiga setelah terjangkit virus dengue demam tidak kunjung turun dan disertai ruam kemerahan, tindakan yang perlu dilakukan adalah segera melakukan tes darah.
Gejala Demam Berdarah
7. BAB berwarna hitam
Buang air besar (BAB) yang berubah menjadi lebih gelap atau berwarna hitam dapat menjadi gejala munculnya demam berdarah. Hal ini dapat terjadi karena kerusakan pembuluh darah yang ada pada organ hati hingga sistem pencernaan karena infeksi virus dengue.
8. Dehidrasi
Pengidap demam berdarah disarankan tetap memiliki asupan cairan yang seimbang bagi tubuh guna melawan infeksi virus dengue karena kekurangan cairan atau dehidrasi dapat menjadi gejala demam berdarah.
Dehidrasi dapat terjadi karena peningkatan suhu tubuh yang cukup tinggi sehingga tubuh akan lebih sering melakukan metabolisme.
Disadur dari: Bolacom (Rheza Aditya Gradianto, Aning Jati) | Dipublikasi: 13 Agustus 2020
Video: Liga Baseball Jepang Pakai Robot Pengganti Suporter di Masa New Normal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kumpulan Ucapan Inspirasi Singkat, Bikin Tetap Semangat
Lain Lain 13 Agustus 2020, 17:30
-
Kumpulan Kata Mutiara yang Menyentuh Hati Karena Penuh Makna
Lain Lain 13 Agustus 2020, 17:15
-
Tak Cuma Hangatkan Tubuh, Inilah 6 Manfaat Wedang Jahe dan Cara Membuatnya
Lain Lain 13 Agustus 2020, 16:55
-
Penting, Waspadai 8 Gejala Utama Demam Berdarah
Lain Lain 13 Agustus 2020, 16:40
-
Kapten Sevilla, Jesus Navas, dan Kata-kata Kerennya
Liga Spanyol 13 Agustus 2020, 15:36
LATEST UPDATE
-
6 Wakil Premier League ke 16 Besar Liga Champions, Memang Jago!
Liga Champions 25 Februari 2026, 22:34
-
Lionel Messi Akui Menyesal Tak Belajar Bahasa Inggris Sejak Muda
Bola Dunia Lainnya 25 Februari 2026, 21:52
-
Napoli dan Inter Sudah, Juventus dan Atalanta Menyusul Out dari Liga Champions?
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:50
-
Pembelaan Gianluca Prestianni: Vinicius Junior Lebih Dulu Meledek Saya 'Kerdil'
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:32
-
4 Bintang BRI Super League yang Pantas Dilirik John Herdman untuk Timnas Indonesia
Tim Nasional 25 Februari 2026, 21:07
-
Juventus vs Galatasaray: Hanya Kenan Yildiz yang Bisa Diandalkan
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:15
-
Live Streaming Juventus vs Galatasaray - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming PSG vs Monaco - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Real Madrid vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
























KOMENTAR