Bola.net - - Pebalap Aprilia Racing Team Gresini, Aleix Espargaro meyakini dirinya tengah berada dalam puncak performa. Untuk pertama kali dalam kariernya, rider Spanyol ini merasa mampu konsisten ikut memperebutkan podium. Hal ini ia sampaikan kepada Motorsport.com baru-baru ini.
Tahun ini menandai musim ke-15 Espargaro turun di ajang Grand Prix. Ia pernah turun di GP125, GP250, Moto2, dan MotoGP, namun baru dua kali mengecap podium, yakni saat finis ketiga di Moto2 Catalunya 2011 bersama Pons Racing dan MotoGP Aragon 2014 bersama Forward Yamaha. Di lain sisi, ia juga merupakan juara .
Meski prestasinya tak mentereng, Espargaro dianggap sebagai salah satu rider terkuat, terbukti dari fakta bahwa ia merupakan juara kategori CRT MotoGP 2012-2013. Ia juga dinilai punya kemampuan andal dalam mengembangkan motor. Atas alasan ini, Suzuki menggaetnya pada 2015, sebelum ia pindah ke Aprilia pada 2017.
Tak Mau Egois, Tunggu Tindakan Aprilia
Kakak Pol Espargaro ini pun mengaku bahwa pengalaman berat selama beberapa tahun terakhir telah membuatnya menjadi rider yang lebih kuat dan tangguh. Ia juga yakin bisa konsisten ikut memperebutkan podium, dan kini tinggal menunggu Aprilia meningkatkan performa motor RC16.
"Untuk pertama kali dalam hidup saya, saya merasa berkendara lebih baik dari sebelumnya, dalam pengereman, ambil keputusan, atau lainnya. Untuk pertama kali dalam karier saya, saya merasa lebih kuat, siap ikut memperebutkan podium. Sayang, ini bukan soal diri saya sendiri. Ini juga soal paket motor yang harus kami kerjakan. Kami ada di jalan yang tepat," ujarnya.
Masih Terkendala Masalah Grip
Espargaro mengaku sempat frustrasi sepanjang 2018, yakni saat ia merasa performa RC16 justru menurun ketimbang semusim sebelumnya. Tahun ini, Aprilia pun kembali ke filosofi pengembangan pada 2017, dan hasilnya Espargaro mampu bertarung di posisi 10 besar dalam tiga seri pertama musim ini, meski terjatuh dan gagal finis di Austin, Texas.
"Kami masih tampil kuat di paruh kedua balapan, tapi mesin kami saat ini menghabiskan ban lebih banyak di awal balapan, hingga sulit mengejar para rider terdepan. Ini membuat grip menurun. Sebelumnya, terutama pada 2017, grip murni di awal balapan lebih baik. Masalahnya, kini jika saya ingin bertarung di posisi terdepan, saya terpaksa menghabiskan ban belakang. Jika tidak, mustahil mengejar yang lain," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Aleix Espargaro Pede Bisa Kompetitif Perebutkan Podium
Otomotif 26 April 2019, 10:30
-
Espargaro Tekad Teruskan Tren 10 Besar di Austin
Otomotif 11 April 2019, 12:15
-
Para Rider MotoGP Sepakat Tim Lain Harus Tiru Inovasi Ducati
Otomotif 29 Maret 2019, 11:50
-
Iannone Minta Aprilia Tak Gegabah Sediakan Perangkat Baru
Otomotif 26 Maret 2019, 16:30
-
Enam Kakak Beradik Bersaudara Tersukses di MotoGP
Otomotif 26 Maret 2019, 14:50
LATEST UPDATE
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
-
Michael Carrick Benarkan Sudah Berdamai dengan Bruno Fernandes
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:30
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





















KOMENTAR