
Bola.net - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, mengaku merasa iba dan jengkel karena sang anak didik yang membela Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, tak mendengarkan nasihatnya soal pemilihan ban dalam balapan MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Misano pada Minggu (24/10/2021) lalu.
Dengan cuaca yang cukup dingin, mayoritas pembalap memakai ban depan medium dan ban belakang lunak. Fabio Quartararo dan Johann Zarco pun memakai ban depan dan belakang medium. Namun, Bagnaia dan Jack Miller secara mengejutkan malah memilih pakai ban depan keras dan ban belakang medium.
Nyatanya, Bagnaia dan Miller kompak kecelakaan di Tikungan 15. Miller terjatuh pada Lap 4 ketika berada di posisi kedua, sementara Bagnaia jatuh pada Lap 23 ketika memimpin balapan. Kecelakaan kedua rider Ducati ini dipastikan karena ban depan yang dingin, persis seperti yang dikhawatirkan Rossi.
Hipnotis Kali Ini Tak Berhasil
L’abbraccio. GRAZIE VALE 💛 pic.twitter.com/gpimI4pXpP
— VR46 Riders Academy (@VRRidersAcademy) October 25, 2021
Rossi pun kesal pada Bagnaia, karena ia sudah menyarankannya untuk pakai ban depan dan belakang medium. Padahal saran The Doctor sudah terbukti jitu, seperti di Aragon. Kala itu, Rossi mengaku 'menghipnotis' sang anak didik untuk pakai ban depan keras dan ban belakang lunak, dan akhirnya 'Pecco' menang.
"Saya telah melakukan hal yang sama seperti di Aragon. Saya menghipnotis Pecco untuk pakai ban medium-medium. Namun, kali ini tak berhasil! Pecco menjalani musim yang fantastis, tapi saya agak marah padanya, karena saya rasa jika ia pakai ban depan medium, ia bisa menang, karena ia lebih cepat," tutur Rossi via Crash.net.
Rossi pun mengakui bahwa dirinya sempat mempertimbangkan ban depan keras, namun cuaca yang dingin membuatnya berpikir ulang. Pasalnya, sang rider harus sangat jeli mempertahankan suhu ideal ban dalam cuaca seperti itu, dan ini adalah hal yang sulit dilakukan pada ban keras.
Ban Depan Keras Terlalu Berbahaya

"Bagi saya, ban depan keras terlalu berbahaya. Saya coba mengatakan hal ini pada Pecco, tapi akhirnya mereka pakai ban depan keras. Matahari tak terlalu bersinar pada akhir balapan, suhunya jadi rendah, dan begitulah ban depan keras. Jika suhunya terlalu rendah, ban 'menyerah', dan Anda jatuh tanpa melakukan apa pun," ujar Rossi.
Dengan kecelakaan ini, Bagnaia pun gagal membuat perebutan gelar dunia tetap terbuka setidaknya sampai MotoGP Algarve di Portimao, Portugal, pada 5-7 November mendatang. Dalam balapan ini, Quartararo finis keempat, dan hasil tersebut sudah cukup untuk membantunya mengunci gelar dunia di Misano.
"Sangat disayangkan karena Pecco lebih cepat. Ia bisa menang, harusnya bisa membuat perebutan gelar tetap terbuka. Memang sulit, tapi membawanya sampai Portugal sejatinya penting. Saya sendiri pakai ban depan medium, dan ban ini sangat baik. Tapi beginilah yang terjadi," pungkas sang sembilan kali juara dunia.
Sumber: MotoGP
Baca Juga:
- Bernard Ansiau, Mekanik Fabio Quartararo yang Punya 16 Gelar Dunia di MotoGP
- Sang Mantan: Maverick Vinales Angkat Topi untuk Fabio Quartararo dan Yamaha
- Para Rider Yamaha Ucapkan Selamat untuk Fabio Quartararo: Dia Sudah Lakukan Hal Gila!
- 3 Rekor Bergengsi Fabio Quartararo usai Juarai MotoGP, Salah Satunya Geser Valentino Rossi
- Pecco Bagnaia: Fabio Quartararo Memang Paling Layak Juarai MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bernard Ansiau, Mekanik Fabio Quartararo yang Punya 16 Gelar Dunia di MotoGP
Otomotif 26 Oktober 2021, 10:35
-
Para Rider Yamaha Ucapkan Selamat untuk Fabio Quartararo: Dia Sudah Lakukan Hal Gila!
Otomotif 26 Oktober 2021, 08:35
-
Fabio Quartararo Ungkap Momen Spesial Bareng Valentino Rossi saat Lap Penghormatan
Otomotif 25 Oktober 2021, 14:21
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 23 Mei 2026, 23:41
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 23 Mei 2026, 23:41
-
Bruno Fernandes jadi Pemain Terbaik Premier League 2025/2026
Liga Inggris 23 Mei 2026, 22:43
-
Hasil Kualifikasi Moto4 European Cup Catalunya 2026
Otomotif 23 Mei 2026, 21:39
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
























KOMENTAR