
Bola.net - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, akhirnya menanggapi dr. Claudio Costa, pencetus Clinica Mobile dan mantan dokter MotoGP, yang menyebutnya tak tahu terima kasih karena tak melibatkannya dalam konsultasi cedera patah tulang lengan kanan yang ia alami akibat kecelakaan di Jerez, Spanyol tahun lalu.
Kepada La Gazzetta dello Sport, dr. Costa mengaku kecewa Marquez tak konsultasi padanya usai plat pada lengannya patah hingga harus operasi kedua pada Agustus 2020. Marquez juga sempat mengalami infeksi hingga harus melakukan operasi ketiga pada awal Desember lalu, usai konsultasi dengan para ahli tulang di Madrid.
"Marc mengajarkan pada saya bahwa tak ada rasa terima kasih di dunia ini. Usai membantunya merebut gelar 2013, saya berharap ia menelepon saya. Lagipula sudah jelas ia tak bisa berkompetisi lagi dengan plat pada lengannya. Mereka harus meletakkan sekrup pada tulangnya, dan ia pun bisa balapan lagi dan merebut gelar," ujar dr. Costa.
Banyak Bicara Tanpa Lihat Realita

Lewat Corsedimoto, Senin (22/2/2021), usai peluncuran tim Repsol Honda, Marquez pun menanggapi kritikan dr. Costa yang menurutnya tak berdasar itu. Delapan kali juara dunia ini mengaku selalu menghormati dr. Costa, namun bukan berarti ia tak berhak mengambil pilihan untuk berkonsultasi dengan ahli medis lainnya.
"Saya tak sepakat dengan pernyataan dr. Costa, dan saya justru punya hubungan baik dengannya. Saya selalu sangat menghargai semua hal yang sudah beliau lakukan untuk dunia balap motor. Namun, apa yang beliau katakan tidak benar. Terlalu banyak yang dibicarakan, terlalu banyak yang disimpulkan sendiri, tanpa mengetahui realitanya," ujar Marquez.
Usai plat titaniumnya patah, Marquez kembali menjalani operasi dengan dr. Xavier Mir, yakni Spesialis Traumatologi MotoGP, yang kembali menanamkan plat lain pada lengannya. Namun, dalam operasi itu, dr. Mir tak lagi menanamkan 12 sekrup seperti pada operasi pertama. Pertimbangan dr. Mir inilah yang tak dipahami dr. Costa.
Tak Bisa Tanamkan Sekrup Kedua Kali di Lengan
Namun, Marquez yakin dr. Mir punya pertimbangan lain dalam mengambil keputusan tersebut. "Dr. Costa bicara soal sekrup. Padahal, ini tak bisa dilakukan. Akhirnya, kami hanya meletakkan plat di dalam lengan saya, karena itulah yang dipikirkan dr. Mir dan timnya," ungkap sang delapan kali juara dunia.
Marquez juga sekali lagi tak mau menyalahkan dr. Mir atas patahnya plat titaniumnya, dan menegaskan bahwa plat itu patah karena ia terlalu memaksakan diri ingin kembali berkendara di Seri Andalusia. "Operasi itu berjalan sangat baik, namun plat itu patah hanya karena terlalu dipaksakan lebih dari seperlunya," pungkas Marquez.
Sementara Marquez belum diketahui kapan akan kembali balapan, seluruh penghuni paddock MotoGP akan kembali turun lintasan dalam uji coba pramusim di Sirkuit Losail, Qatar, pada 6-7 dan 10-12 Maret, yang bakal dilanjutkan dengan dua pekan balap beruntun di trek yang sama pada 26-28 Maret dan 2-4 April mendatang.
Sumber: Corsedimoto
Video: Andrea Dovizioso Menangi MotoGP Austria yang Tak Terlupakan
Baca Juga:
- Pol Espargaro: Absen Lama, Marc Marquez Tetap Rider Nomor Satu di MotoGP
- Belum Pulih, Marc Marquez Akui Tak Pernah Kepikiran Kans Pensiun Dini
- Tolak Salahkan Dokter, Marc Marquez: Saya yang Putuskan Berkendara di Andalusia
- Pol Espargaro: Cara Terbaik Perbaiki Diri Adalah Belajar dari Marc Marquez
- Hanya Uji Coba 5 Hari, Debut Pol Espargaro di Repsol Honda Tak Ideal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Disebut Tak Tahu Terima Kasih, Marc Marquez Tanggapi Kritik dr. Claudio Costa
Otomotif 23 Februari 2021, 16:20
-
Pol Espargaro: Absen Lama, Marc Marquez Tetap Rider Nomor Satu di MotoGP
Otomotif 23 Februari 2021, 15:38
-
Belum Pulih, Marc Marquez Akui Tak Pernah Kepikiran Kans Pensiun Dini
Otomotif 23 Februari 2021, 14:30
-
Tolak Salahkan Dokter, Marc Marquez: Saya yang Putuskan Berkendara di Andalusia
Otomotif 23 Februari 2021, 13:30
-
Pilih Fokus Balapan, Marc Marquez Resmi Absen dari Uji Coba MotoGP Qatar
Otomotif 23 Februari 2021, 08:26
LATEST UPDATE
-
Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan Saat Persita Tumbang di Bandung
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:23
-
Kode Fabio Quartararo Pindah Tim, Alex Rins: Waktunya Yamaha Dengarkan Saya dan Jack Miller
Otomotif 24 Februari 2026, 12:02
-
Unbeaten, Ini 5 Perubahan Michael Carrick yang Langsung Bangkitkan Manchester United
Liga Inggris 24 Februari 2026, 11:48
-
Lawan Bodo/Glimt, Cristian Chivu Tegaskan Inter Harus Tetap Tenang
Liga Champions 24 Februari 2026, 11:43
-
Benjamin Sesko Jadi Supersub Mematikan Manchester United
Liga Inggris 24 Februari 2026, 11:29
-
Tanpa Lautaro, Cristian Chivu Yakin Inter Bisa Balikkan Keadaan Lawan Bodo/Glimt
Liga Italia 24 Februari 2026, 11:17
-
Toprak Razgatlioglu Ngaku Tunggu Kecelakaan Pertama di MotoGP demi Pahami Limit Performanya
Otomotif 24 Februari 2026, 10:52
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR