
Bola.net - General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, menanggapi tuduhan Prima Pramac Racing, yang menyebut Ducati tak lagi peduli pada rider muda mereka sendiri usai memilih menggaet Marc Marquez untuk Ducati Lenovo Team di MotoGP 2025. Menurut Dall'Igna, tuduhan Pramac tidaklah benar karena Ducati telah menggaet Fermin Aldeguer.
Awal musim ini, Ducati mengontrak Aldeguer, rider Moto2 berusia 18 tahun, untuk diletakkan di Pramac musim depan. Namun, rencana meletakkan Aldeguer di Pramac batal total usai skuad tersebut memilih pindah ke Yamaha. Sang Team Principal, Paolo Campinoti, mengaku pindah ke Yamaha usai merasa Ducati tak lagi peduli pada rider muda.
Campinoti mengindikasikan rasa jengkel karena Ducati lebih memilih Marquez yang lebih senior, alih-alih memilih Jorge Martin, rider muda yang sudah mereka kembangkan sendiri lewat Pramac. Campinoti bahkan menyebut langkah Ducati menggaet Marquez bagaikan tim sepak bola yang menggaet Cristiano Ronaldo: bertalenta, tetapi tak lagi muda.
Ducati Merasa Belum Ubah Filosofi

"Keputusan yang diambil Ducati bagai upaya menggaet Cristiano Ronaldo. Di lain sisi, Pramac lahir untuk mengembangkan rider muda," ujar Campinoti lewat GPOne, Jumat (28/6/2024). Dengan kesepakatannya dengan Yamaha, Pramac nantinya akan membentuk skuad Moto2, menggantikan Yamaha VR46 Master Camp Team.
Mendengar tuduhan Pramac dan Campinoti, Dall'Igna pun tak tinggal diam. Lewat Sky Sport Italia pada Minggu (30/6/2024), ia menyatakan bahwa Ducati tak sekali pun terpikir untuk mengenyahkan program juniornya. Hal ini terbukti dari kegetolan mereka memburu Aldeguer, yang juga sempat diincar pabrikan-pabrikan lain.
"Kami belum mengubah filosofi kami. Kami terus ingin fokus pada rider muda juga, mengingat kami sudah menandatangani kontrak dengan Aldeguer, yang benar-benar kami buru. Kami ingin memperlakukannya persis seperti yang kami lakukan kepada Pecco, Enea, dan Martin," ungkap Dall'Igna.
Hidup Terus Berlanjut Meski Tim Satelit Berkurang

Dengan kepergian Pramac ke Yamaha, Ducati pun diakui Dall'Igna akan meneruskan program junior dengan dua tim satelit yang tersisa, yakni Pertamina Enduro VR46 Racing Team dan Gresini Racing, meski belum menentukan di mana Aldeguer akan diletakkan nantinya.
"Sudah jelas kami takkan lagi bisa melakukannya dengan Pramac, melainkan dengan tim lain. Kami akan punya tiga tim dan tak lagi punya empat. Kehidupan terus berlanjut, dan kami harus beranjak menatap masa depan," tutup Dall'Igna, yang juga eks Direktur Teknis Aprilia Racing ini.
Dengan perginya Pramac pula, Ducati bertekad mengurangi alokasi motor baru per musim dari empat menjadi tiga saja mulai musim depan. Dua Desmosedici GP25 diletakkan di Ducati Lenovo Team, sementara yang dua lagi kabarnya akan diletakkan di VR46. Gresini akan mendapatkan GP24 alias motor lama.
Sumber: Sky Sport Italia
Baca Juga:
- Alex Rins Cedera, Remy Gardner Balik ke MotoGP Jadi Penggantinya di Jerman
- Ditinggal Pramac ke Yamaha, Ducati Kurangi Motor Spek Terbaru Mulai MotoGP 2025
- Aleix Espargaro Resmi Jadi Test Rider Baru Honda Mulai MotoGP 2025
- Gigi Dall'Igna Soal Kepergian Pramac: Semesta Ingin Ducati Kehilangan Tim di MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Perubahan Gaya Main Liverpool di Era Arne Slot Jadi Bumerang di Anfield
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:27
-
Daftar Pemain Voli Putri Jakarta Electric PLN Mobile di Proliga 2026
Voli 5 Januari 2026, 17:14
-
Here We Go! Manajemen MU Putuskan Pecat Ruben Amorim
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:09
-
Inovasi Green Hedging Milik Wolves, Bukti Sepak Bola Bisa Ramah Lingkungan
Liga Inggris 5 Januari 2026, 17:06
-
Kylian Mbappe Mulai Pulih, Peluang Tampil di Piala Super Spanyol Masih Terbuka
Liga Spanyol 5 Januari 2026, 16:54
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40




















KOMENTAR