
Bola.net - Pebalap Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton, akan menghadapi 'match point' perdananya dalam perebutan gelar dunia 2019 di Formula 1 GP Meksiko yang digelar di Autodromo Hermanos Rodriguez akhir pekan ini.
Saat ini, Hamilton tengah duduk di puncak klasemen pebalap dengan koleksi 338 poin, unggul 64 poin dari rival terdekatnya yang juga tandemnya sendiri, Valtteri Bottas di peringkat kedua. Dengan tiga seri tersisa, maka ada 78 poin yang bisa diraih Hamilton.
Untuk mengunci gelar dunia kali ini, Hamilton harus finis balapan pada Minggu (27/10/2019) nanti dengan keunggulan 14 poin atas Bottas. Misi ini takkan mudah, apalagi Mercedes berjanji takkan memberikan team order dan akan membebaskan keduanya bersaing dalam balapan.
Bagaimana cara Hamilton mengunci gelar dunia akhir pekan ini juga? Simak yang berikut ini.
6 Skenario Hamilton Kunci Gelar
Hamilton akan sukses mengunci gelar dunia di Meksiko jika...
- menang dengan lap tercepat, sementara Bottas finis keempat atau lebih rendah
- menang tanpa lap tercepat, sementara Bottas setidaknya finis kelima atau lebih rendah
- finis kedua dengan lap tercepat, sementara Bottas finis kedelapan atau lebih rendah
- finis kedua tanpa lap tercepat, sementara Bottas finis kedelapan atau lebih rendah tanpa lap tercepat
- finis ketiga dengan lap tercepat, sementara Bottas finis kesembilan atau lebih rendah
- finis ketiga tanpa lap tercepat, sementara Bottas finis ke-10 atau lebih rendah tanpa lap tercepat
Akan Jadi Gelar Dunia Keenam
Jika berhasil keluar sebagai juara, maka Hamilton akan tercatat mengoleksi enam gelar dunia di Formula 1. Ia pun akan melampaui rekor Juan Manuel Fangio.
Pebalap Inggris berusia 34 tahun ini hanya tertinggal satu gelar saja dari Michael Schumacher, yang sampai saat ini masih memegang status sebagai pebalap dengan gelar terbanyak.
Hamilton telah meraih gelar dunia pada 2008, yang saat itu ia raih bersama McLaren Mercedes, serta 2014, 2015, 2017, dan 2018. Saat ini, ia juga merupakan pebalap kedua dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah, yakni dengan 82 kemenangan. Ia hanya tertinggal 9 kemenangan dari Schumacher.
Sumber: Sky Sports
Baca Juga:
- Cantiknya Phillip Island, Trek Favorit Para Pebalap MotoGP
- Jorge Lorenzo Tekad Lanjutkan Tren Positif di MotoGP Australia
- Quartararo Termotivasi Kemenangan Vinales Jelang MotoGP Australia
- Semua Bisa Kuat di MotoGP Australia, Marc Marquez Merendah
- Ducati: Gaet Quartararo? Lebih Baik Prioritaskan Miller-Bagnaia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lewis Hamilton Kunci Gelar Formula 1 2019 di Meksiko Jika...
Otomotif 23 Oktober 2019, 11:55
-
Valentino Rossi-Lewis Hamilton Segera 'Tukar' Kendaraan Balap
Otomotif 20 Oktober 2019, 17:56
-
Video: Kecintaan Gitaris The Beatles pada Formula 1
Open Play 6 Oktober 2019, 10:00
-
Fabio Quartararo Sebut Lewis Hamilton Pelatih Balap Impian
Otomotif 1 Oktober 2019, 14:40
-
Poin Unggul Jauh, Lewis Hamilton Belum Pikirkan Gelar Dunia
Otomotif 30 September 2019, 09:53
LATEST UPDATE
-
Barcelona Siapkan Skenario Permanen untuk Joao Cancelo: Transfer Gratis Jadi Kunci?
Liga Spanyol 25 Februari 2026, 00:56
-
Ketenangan Senne Lammens Jadi Kunci Kemenangan Man United atas Everton
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:50
-
Benjamin Sesko Bongkar 'Rahasia' di Balik Ketajamannya Bersama Man United, Apa Itu?
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:17
-
Putra Michael Carrick Sempat Diusir Petugas Keamanan usai MU Tumbangkan Everton
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:05
-
Drama Menit Akhir Liverpool Kembali Terjadi, Slot Akui Timnya Tak Pantas Menang?
Liga Inggris 24 Februari 2026, 23:10
-
Viktor Gyokeres dan Respons Sempurna Arsenal
Liga Inggris 24 Februari 2026, 22:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
























KOMENTAR