
Bola.net - Valentino Rossi sangat sadar pengujung kariernya sudah dekat, tapi jika melihat ke belakang, ia bangga punya karier yang sangat gemilang di MotoGP. Meski begitu, baginya ini bukan hanya soal hasil balap, melainkan juga langkah-langkah bersejarah yang ia ambil dan ikut membentuk dinamika kejuaraan balap motor terakbar ini.
Salah satu langkah Rossi yang kini jadi semacam standar atau aturan di MotoGP adalah caranya menjalani debut di ajang Grand Prix. Rossi diketahui memulai karier di GP125 pada 1996 lalu dalam usia yang belia, yakni dalam usia 17 tahun, sementara banyak rivalnya kala itu jauh lebih tua darinya. Hal ini tentu sangat berbeda dari masa kini.
Kini para rider yang turun di Moto3 setidaknya harus berusia 16 tahun, dan kelas teringan ini juga sekarang hanya diisi rider muda. Tak ada rider senior yang turun di kelas itu, hingga program junior di MotoGP berjalan secara bertahap dan terstruktur. Seperti Rossi di GP125, mayoritas rider kini hanya menghabiskan 2-3 tiga tahun di Moto3.
Jadi Pelajaran bagi Banyak Rider Muda

Kebanyakan rider ini juga hanya turun beberapa tahun di Moto2 sebelum naik ke MotoGP. Sama halnya dengan Rossi, yang dulu hanya dua tahun turun di GP250, sebelum naik ke kelas tertinggi dan merebut gelar dunia pertama dalam usia 22 tahun. Jenjang karier inilah yang kini juga dilakoni oleh begitu banyak pembalap MotoGP.
"Saya rider MotoGP modern pertama. Saya melakukan banyak hal sebagai yang pertama, dan itu jadi pelajaran bagi banyak rider muda sekarang. Saya memulai karier sejak belia, namun pada usia 20 tahun saya sudah turun di GP500 dan jejak saya diikuti banyak orang. Ada banyak hal yang saya lakukan dan kini dilihat oleh banyak orang," ujarnya via La Gazzetta dello Sport, Jumat (23/4/2021).
Jenjang karier ini juga uniknya ditiru adik Rossi sendiri, Luca Marini. Marinovich memang tak pernah menimba ilmu di Moto3, namun ia menghabiskan lima tahun di Moto2. Tahun ini, Marini pun menyusul sang kakak ke MotoGP dalam usia 23 tahun. Rossi senang bisa berbagi lintasan dengan sang adik, dan berharap bisa berduel sengit memperebutkan hasil baik.
Ingin Duel Sengit Bareng Luca Marini
View this post on Instagram
"Usai balapan pertama, kami nangis bareng," gurau Rossi. "Tidak, itu tidak benar. Namun, kami sedih karena sama-sama lamban. Kami bakal senang jika bertarung bersama seperti saat di Portugal, tapi memperebutkan posisi-posisi penting. Luca harus terus belajar, agar lebih kuat untuk masa depannya di MotoGP. Saya harus mencari hasil baik pada bagian akhir dari karier saya," lanjutnya.
Tahun 2021 juga menjadi tahun ke-26 Rossi di ajang Grand Prix, dan untuk pertama kalinya sejak 2001, ia membela tim satelit, yakni Petronas Yamaha SRT. Meski dukungan teknisnya tak sebesar seperti saat ia masih membela tim pabrikan, Rossi mengaku sangat senang mendapatkan suasana kerja yang lebih santai di tim asal Malaysia ini.
"Saya ogah meludahi piring yang saya pakai untuk makan. Saya merasa oke di tim pabrikan, tapi suasana di Petronas sangat baik, atmosfernya menyenangkan, ada banyak orang muda. Sungguh keren berada di tim ini. Pada pagi hari, rasanya menyenangkan masuk ke garasi, ada banyak orang yang mengerahkan seluruh jiwanya," tutupnya.
Sumber: La Gazzetta dello Sport
Video: 5 Pembalap Hebat WorldSBK yang Tak Sukses di MotoGP
Baca Juga:
- Alpinestars Buktikan Kecelakaan Jorge Martin Salah Satu Insiden Terburuk di MotoGP
- Teka-Teki Tim Satelit MotoGP 2022: Gresini ke Ducati, VR46 ke Aprilia?
- Tepis Gosip Pindah ke VR46, Franco Morbidelli: Saya Bukan Lagi Rider Muda
- Valentino Rossi: Sangat Bertalenta, Pedro Acosta Luar Biasa Berpengaruh di Moto3
- Miller-Vinales Mundur dari Medsos, Morbidelli: Haters, Tolong Jaga Omongan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
VR46 Berpotensi Tetap di Ducati, Dapat Bantuan Sponsor dari Arab Saudi
Otomotif 26 April 2021, 11:33
-
Valentino Rossi: Sangat Bertalenta, Pedro Acosta Luar Biasa Berpengaruh di Moto3
Otomotif 25 April 2021, 12:53
LATEST UPDATE
-
Perjalanan Fenomenal Bodo/Glimt, si Pembunuh Raksasa dari Lingkar Arktik
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:27
-
Malam Kelam Bagi Inter Milan, Malam Luar Biasa Bagi Sepak Bola Norwegia
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:05
-
Inter Jadi Korban Efisiensi Mematikan Bodo/Glimt
Liga Champions 25 Februari 2026, 08:53
-
Hasil Liga Champions Tadi Malam: Newcastle Menang, Inter Milan Tersingkir
Liga Champions 25 Februari 2026, 08:42
-
Andai Saja Inter Milan Mampu Memecah Kebuntuan Lebih Awal
Liga Champions 25 Februari 2026, 08:22
-
Kandasnya Perlawanan Inter Milan
Liga Champions 25 Februari 2026, 08:11
-
Akanji Jadi Titik Lemah, Hauge Tunjukkan Kelasnya
Liga Champions 25 Februari 2026, 07:59
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 25 Februari 2026, 07:57
-
Daftar Tim Lolos 16 Besar Liga Champions
Liga Champions 25 Februari 2026, 07:28
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35




















KOMENTAR