
Bola.net - MotoGP Legend sekaligus 15 kali juara dunia, Giacomo Agostini, mengaku ingin mendapatkan kesempatan menjajal motor Ducati Desmosedici GP22 yang mengantarkan Francesco Bagnaia menjuarai MotoGP 2022. Meski Agostini sudah berusia 80 tahun, semangatnya naik motor tampaknya belum surut.
'Ago' diketahui hadir dalam MotoGP Valencia pada 6 November 2022 lalu, saat Bagnaia berhasil mengunci gelar dunia. Ikon MV Agusta dan Yamaha ini bahkan secara khusus menyambangi garasi Ducati untuk memberikan semangat kepada Bagnaia sebelum balapan. Sebagai orang Italia, ia tentunya menjagokan Bagnaia juara.
Dengan gelar dunia ini, Bagnaia dan Ducati pun menjadi kombinasi rider-motor Italia pertama yang menjuarai GP500/MotoGP sejak Agostini dan MV Agusta pada 1972. Lewat La Gazzetta dello Sport, pada Rabu (9/11/2022), Agostini pun mengaku ikut bahagia melihat kesuksesan Bagnaia, dan jadi teringat masa mudanya.
Pecco Bagnaia Hebat, Ducati Spektakuler

Agostini memberikan pujian tertinggi kepada Bagnaia dan Ducati, yang menurutnya telah membuat bangsa Italia merasa bangga. "Pecco sangat hebat dan Ducati sungguh spektakuler. Saat juara, saya senang bisa mewakili Italia dan teknologinya, dan hal yang sama pasti dirasakan Pecco sekarang," ujarnya.
"Pecco kini pasti paham apa yang sudah ia lakukan. Saat meraih gelar pertama saya di Monza pada 1966, saya tak menyadari apa maknanya. Namun, besoknya, saya baca koran dan baru memahami makna sebagai juara dunia. Padahal, waktu kecil saya sudah senang kalau sekadar menang balapan," lanjut Agostini.
Pria yang masih memegang rekor kemenangan terbanyak di Grand Prix ini (122) juga ingin merasakan sensasi naik GP22 milik Bagnaia. Ia mengaku akan minta izin General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna. Agostini sendiri masih sering menjalani parade lap di trek-trek dunia, tetapi tak pernah menjajal motor MotoGP dari era modern.
Ingin Pembalap Lebih Penting Ketimbang Elektronik
General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna (c) Ducati Corse
"Saya selalu bermimpi kembali ke trek, masuk garasi, menyalakan motor, dan mencari setupnya. Apakah saya ingin mengendarai Ducati yang sekarang? Ya, tetapi hanya dengan sedikit elektronik. Pasalnya, saya ingin pembalap kembali punya peranan lebih penting. Saya ingin seperti saat naik MV Agusta dan Yamaha dulu. Saya akan tanya Gigi," ujar Ago.
Menatap 2023, Agostini pun punya empat jagoan, yakni Bagnaia, Quartararo, Marc Marquez, dan Enea Bastianini. Menurutnya, mereka lah yang terkuat di MotoGP saat ini dan pasti akan sengit berebut gelar dunia musim depan. "Dengan Pecco dan Enea, Ducati punya duet pemenang dan beberapa perselisihan harus diperhatikan," tuturnya.
"Bagi Marc, mungkin bakal sulit untuk dominan seperti dulu. Namun, ia masih punya 7-8 tahun lagi untuk berlaga di level tertinggi. Fabio pun pasti ingin menebus semua rasa kecewanya. Namun, yang terpenting adalah melihat apa yang terjadi pada Februari, soal siapa di antara mereka yang akan dapat motor terbaik," pungkas Agostini.
Sumber: La Gazzetta dello Sport
Baca juga:
- Pecco Bagnaia: Juarai MotoGP Bareng Ducati Itu Tanggung Jawab Besar
- Danilo Petrucci Resmi Pindah ke WorldSBK 2023, Jadi Rookie Bareng Barni-Ducati
- Marc Marquez Rilis Serial Dokumenter di Prime Video: Kisah 3 Tahun Lawan Cedera Lengan
- Dari Peternak sampai Desainer: Profesi Impian Para Bintang MotoGP Andai Tak Jadi Pembalap
- Ducati Sebut Tak Pernah Lirik Marc Marquez: Kami Justru Tertarik pada Maverick Vinales
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sudah Usia 80 Tahun, Giacomo Agostini Request Jajal Motor Ducati Pecco Bagnaia
Otomotif 25 November 2022, 15:23
-
Usai 50 Tahun, Rekor Giacomo Agostini Bisa Disikat Pecco Bagnaia: Italia Harus Bangga
Otomotif 28 Oktober 2022, 11:45
-
Lorenzo: Marquez Bisa Tambah Gelar, Tapi Takkan Samai Karisma Rossi
Otomotif 4 Januari 2022, 15:20
-
Para Legenda Italia Jagokan Pecco Bagnaia Jadi Penerus Valentino Rossi
Otomotif 1 November 2021, 09:25
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Dewa United 26 Februari 2026
Bola Indonesia 25 Februari 2026, 12:09
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Madura United 26 Februari 2026
Bola Indonesia 25 Februari 2026, 12:03
-
Bodo/Glimt Singkirkan Inter Milan, Salah Satu Kejutan Terbesar Liga Champions
Liga Champions 25 Februari 2026, 11:43
-
Bodo/Glimt Cetak Rekor, Inter Milan Alami Eliminasi Bersejarah
Liga Champions 25 Februari 2026, 11:28
-
Strategi Transfer Real Madrid: Antara Kesuksesan Besar dan Risiko Kegagalan
Liga Champions 25 Februari 2026, 11:24
-
Juventus Hadapi Misi Sulit Lawan Galatasaray, Spalletti Minta Doa Restu Juventini!
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:58
-
Main di Kandang, Juventus Pede Bisa Comeback Lawan Galatasaray
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:29
-
Real Madrid vs Benfica, Sebuah Partai 'Final' untuk Los Blancos
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:13
-
Menang 1-0 di Kandang Benfica, Real Madrid Belum Aman ke 16 Besar Liga Champions!
Liga Champions 25 Februari 2026, 10:02
-
Kylian Mbappe Bakal Absen Lawan Benfica, Ada Apa Gerangan?
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:48
-
Inter Milan Kalah dari Bodo/Glimt, Penyelesaian Akhir Jadi Sorotan
Liga Italia 25 Februari 2026, 09:40
-
Perjalanan Fenomenal Bodo/Glimt, si Pembunuh Raksasa dari Lingkar Arktik
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:27
-
Malam Kelam Bagi Inter Milan, Malam Luar Biasa Bagi Sepak Bola Norwegia
Liga Champions 25 Februari 2026, 09:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
























KOMENTAR