Bola.net - - Meski baru menjalani musim perdananya di MotoGP dan masih beradaptasi dengan tenaga motor yang jauh lebih besar, Joan Mir mengaku sama sekali tak takut mengalami kecelakaan. Kepada Marca, rider Suzuki Ecstar ini mengaku punya jenis ketakutan yang lain dan berbeda.
Mir memang terhitung sangat baru di ajang Grand Prix. Ia baru menjalani debut di Moto3 pada 2016 lalu, dan usai merebut gelar pada 2017, ia langsung naik ke Moto2. Ia bahkan bersikeras ingin setahun saja turun di kelas intermediate, dan bertekad langsung naik ke MotoGP tanpa menjuarai Moto2 lebih dulu.
"Saya tak takut kecelakaan. Rasa takut yang nyata adalah jika tak kompetitif, tak bekerja dengan baik, dan gagal. Itu rasa takut yang kami semua miliki, bahkan sejak saya turun di kejuaraan dunia, 'Posisi mana yang bisa kuraih? Aku tak mau jadi yang terbuncit.' Di MotoGP, rasa takut ini 10 kali lipat lebih besar," ungkapnya.
Lahir pada 1997, Saat Rossi Rebut Gelar Perdana
Rider 21 tahun ini juga mengaku menjadikan rider Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, sebagai panutan dalam meraih sukses di MotoGP. Selain tak percaya bisa berbagi lintasan dengan sang idola, Mir juga ingin mengikuti jejak kesuksesannya.
"Saat saya lahir, Vale meraih gelar dunia pertamanya (GP125 1997). Rasanya sulit dipercaya, tapi hal inilah yang membuat saya tak ingin gagal. Saya ingin jadi salah satu rider terbaik dan itulah tujuan saya di sini," ujar Mir.
Prediksi Marquez Juara
Dalam wawancara yang sama, Mir juga memberikan prediksi siapa rider yang akan merebut gelar dunia tahun ini. Ia menyebut persaingan di MotoGP semakin ketat setiap tahun, namun yakin rider Repsol Honda, Marc Marquez masih merupakan kandidat utama.
"Saya rasa kita semua tahu Marc bakal ikut memperebutkan gelar dunia. Kita tahu ia bakal jadi orang yang mengendalikan situasi, dan ia adalah favorit juara. Ia adalah man-to-beat bagi semua orang. Tapi saya juga lihat rider-rider lain sangat kuat," pungkas Mir.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi, Alasan Joan Mir Tak Mau Gagal di MotoGP
Otomotif 26 April 2019, 14:30
-
Bidik Enam Besar, Mir Prediksi Podium MotoGP Jerez
Otomotif 26 April 2019, 13:45
-
Kemenangan Alex Rins Tak Bikin Joan Mir Kecil Hati
Otomotif 26 April 2019, 13:10
-
Rins-Suzuki Menang, Schwantz: Jangan Besar Kepala
Otomotif 25 April 2019, 10:35
-
'Alex Rins Memang Rider yang Tepat untuk Suzuki'
Otomotif 24 April 2019, 14:10
LATEST UPDATE
-
Mulai Gacor di Man United, Bukti Keputusan Ineos Beli Benjamin Sesko Tidak Salah
Liga Inggris 24 Februari 2026, 20:45
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs PSM 25 Februari 2026
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 20:45
-
Cunha, Mbeumo, Sesko: Bukti Rekrutmen Manchester United Mulai Tepat Sasaran
Liga Inggris 24 Februari 2026, 20:45
-
Man United Mengendus Peluang Transfer Alejandro Balde dari Barcelona
Liga Inggris 24 Februari 2026, 20:15
-
Live Streaming Leverkusen vs Olympiacos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Newcastle vs Qarabag FK - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Inter vs Bodo/Glimt - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 24 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Liga Champions Minggu Ini: Misi Berat Juventus dan Inter
Liga Champions 24 Februari 2026, 19:19
-
Tempat Menonton Malut United vs Persija: Live Streaming BRI Super League di Vidio
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 18:58
-
Performa Mendukung, Yakinlah Manchester United Amankan Tiket Liga Champions
Liga Inggris 24 Februari 2026, 18:44
-
Lini Serang Real Madrid Sebenarnya Tak Sebagus Itu
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 18:14
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35

























KOMENTAR