
Bola.net - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, paham betul suatu hari dirinya bakal pensiun dari MotoGP. Namun, ia mengaku heran banyak orang yang tak bisa memahami keinginannya untuk tetap balapan tahun ini, dan bahkan tahun depan. Hal ini ia sampaikan kepada La Gazzetta dello Sport, Jumat (23/4/2021).
Saat ini, Rossi sudah menginjak usia 42 tahun. Ia memang telah meraih sembilan gelar dunia, 235 podium, dan 115 kemenangan. Namun, ia belum pernah juara lagi sejak 2009, belum menang lagi sejak Seri Belanda 2017, dan belum naik podium lagi sejak Seri Andalusia 2020.
Pada awal 2020 lalu, Rossi pun dipastikan lengser dari Monster Energy Yamaha pada 2021, digantikan oleh rider yang 20 tahun lebih muda darinya, Fabio Quartararo. Banyak pihak yakin ini waktunya The Doctor gantung helm, namun nyatanya ia tetap balapan bersama Petronas Yamaha SRT.
Merasa Senang Usai Balapan yang Baik

"Alasan saya sangat sederhana. Menurut saya malah aneh banyak orang tak bisa memahaminya. Mungkin jalan pikiran saya yang berbeda. Saya suka merasakan sensasi balapan, adrenalin yang membuat saya meraih kemenangan, naik podium, atau sekadar menjalani balapan yang baik," ungkap rider Italia ini.
Rossi menyatakan, usai menjalani balapan yang baik, tak peduli dirinya naik podium atau tidak, ia merasa senang beberapa hari setelahnya. Ia juga mengaku sangat suka suasana berkompetisi, dan ia pun bertekad berusaha tampil baik agar masa pensiunnya tak segera tiba.
"Saya merasa senang beberapa hari setelahnya. Saya suka sensasi berada dalam kompetisi. Saya tahu benar bahwa pada akhirnya waktu akan mengalahkan saya, dan sayangnya ini terjadi pada semua orang. Tapi saya mencoba sekuat tenaga demi agar itu semua sulit terjadi. Itulah alasan saya masih balapan," ujarnya.
Tak Mau Jajal Tourist Trophy
Jika pensiun nanti, Rossi sendiri sudah berkali-kali menyatakan dirinya akan banting setir ke dunia balap mobil, entah balapan endurance atau reli. Namun, yang pasti ia takkan banting setir ke Tourist Trophy (TT), yakni ajang balap motor yang digelar di sirkuit jalan raya.
Seperti diketahui, Isle of Man TT dulunya merupakan bagian dari balapan Grand Prix, namun akhirnya didepak karena dianggap berbahaya. Rossi sendiri pernah menjalani parade lap bersama Giacomo Agostini pada 2009, namun ia merasa sangat ketakutan.
"Saya menjalani satu lap dengan Ago, dan saya pun jadi paham mengapa orang sangat menyukainya meski sangat berbahaya. TT sangat indah, sangat legendaris. Sungguh menakutkan tapi juga menyenangkan. Namun, tidak, saya tak mau balapan di sana, terlalu berbahaya," pungkasnya.
Sumber: La Gazzetta dello Sport
Video: Kebakaran Besar di Sirkuit MotoGP Argentina
Baca Juga:
- Iker Lecuona Jeblok di MotoGP Portimao, Tech 3 KTM Sebut Tak Ada 'Percikan'
- Quartararo-Bagnaia Prediksi Marc Marquez Bakal Mengancam di Jerez
- Franco Morbidelli Masih Dianaktirikan Yamaha, Akankah Pindah ke VR46?
- Jorge Martin Absen 2 Balapan, Target Kembali di MotoGP Mugello
- Tak Lagi Gantikan Marc Marquez, Stefan Bradl Kembali Balapan di MotoGP Jerez
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi Heran Banyak Orang Gagal Paham Soal Keinginannya Tetap Balapan
Otomotif 23 April 2021, 14:41
-
Valentino Rossi: Masih Banyak yang Tak Paham Potensi Besar Pecco Bagnaia
Otomotif 19 April 2021, 17:06
LATEST UPDATE
-
Akhir dari Sebuah Era! Neymar Umumkan Pensiun dari Timnas Brasil
Piala Dunia 6 Juli 2026, 06:50
-
Laga Meskiko vs Inggris Resmi Diundur Satu Jam, Ini Penyebabnya
Piala Dunia 6 Juli 2026, 06:33
-
Tempat Menonton Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026, 6 Juli 2026
Piala Dunia 6 Juli 2026, 06:00
-
Kejutan! Naomi Osaka Singkirkan Aryna Sabalenka dari Wimbledon 2026
Tenis 6 Juli 2026, 05:20
-
Man of the Match Brasil vs Norwegia: Erling Haaland
Piala Dunia 6 Juli 2026, 05:15
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Meksiko vs Inggris
Piala Dunia 6 Juli 2026, 03:19
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55























KOMENTAR