Bola.net - - Valentino Rossi tak diragukan lagi menyandang status salah satu pebalap MotoGP terbaik dalam sejarah. Bagaimana tidak? Sembilan gelar dunia, 232 podium, 115 kemenangan, 65 pole, dan 95 lap tercepat ia koleksi selama 24 tahun berkarir di ajang Grand Prix. Meski begitu, karier Rossi tak selalu gemerlap. Ia sendiri mengakui ada pula momen buruk yang membekas di hatinya, namun ia menyebutnya sebagai hal normal.
Rossi menjalani debut di kelas 125cc pada 1996, dan sukses meraih gelar pertama setahun setelahnya. Pada 1998, ia naik ke 250cc, dan juga jadi juara pada tahun kedua. Pada 2000, ia pun naik ke GP500 dengan Honda, juga merebut gelar setahun setelahnya. Sejak MotoGP digulirkan pertama kali, ia meraih gelar bersama Honda pada 2002 dan 2003, serta bersama Yamaha pada 2004, 2005, 2008 dan 2009. Nah, dari sembilan gelar dunia ini, mana yang jadi favorit The Doctor?
"Saya suka gelar 2004, saat menang pertama kali dengan Yamaha. Tapi saya juga suka 2008, saat pindah ke Bridgestone. Mungkin sensasinya tak sama, tapi menurut saya itu hebat, usai dua tahun tanpa gelar. Saat itu, orang mulai berkata, 'Oh, kau sudah tua, kau sudah punya lima gelar, kau sudah habis'. Jadi mampu membuktikan anggapan mereka salah sungguh emosional. Saya juga suka gelar 2001, GP500 terakhir, karena itu kesempatan terakhir pula," ujarnya seperti yang dilansir Speedweek.
Sudah Terbiasa dengan Kritik Tajam
Kini berusia 40 tahun, ternyata Rossi masih punya semangat tinggi untuk meraih gelar dunia ke-10. Proses mencari motivasi pun tak mudah, mengingat ia juga harus menghadapi kritik-kritik tajam yang menyebutnya sudah tua dan masanya sudah habis. Meski begitu, rider Italia ini mengaku sudah terbiasa mendengar opini para haters.
"Lebih dari 10 tahun, orang kerap berkata pada saya bahwa masa saya sudah habis. Ini sudah terjadi saat saya masih berusia 30 tahun, dan sejak itu tak pernah berhenti. Ini lucu, karena setiap kali saya menjalani balapan yang buruk, orang selalu bilang, 'Ia sudah tua, ia harus berhenti'. Sialan, 1-2 balapan semestinya sudah cukup bagi mereka berkata begitu. Tapi beginilah hidup," ungkapnya.
Yakin Layak Dapat 10 Gelar
Rossi juga menyatakan bahwa dirinya memang layak mendapatkan 10 gelar dunia, apalagi ia pernah menjadi runner up pada 2006, 2014, 2015 dan 2016. Kekalahan paling menyakitkan pun diakui Rossi terjadi pada 2006 dan 2015, di mana ia kalah tipis dari Nicky Hayden dan Jorge Lorenzo tepat di balapan penutup. Meski begitu, Rossi mengaku terus berusaha berdamai dengan masa lalu.
"Secara umum, saya puas atas karier saya, tapi tidak untuk 2006 dan terutama 2015, saat saya kehilangan dua gelar. Kedua musim itu bukan kenangan yang manis. Setiap kali teringat, saya masih berkata, 'Sialan!' karena sejatinya saya punya 10 gelar! Saya rasa saya layak dapat 10 gelar, karena saya sembilan kali juara dunia dan berkali-kali jadi runner up, lebih sering ketimbang rider lain! Tapi normal saja punya beberapa momen buruk ketika punya karier panjang," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Valentino Rossi: Karier Panjang, Wajar Pernah Terpuruk
Otomotif 21 Maret 2019, 09:45
-
Rossi Tak Mengira Bakal Tetap Balapan Sampai Usai 40
Otomotif 20 Maret 2019, 15:50
-
Rossi Blak-blakan Soal Hubungan dengan Enam Rivalnya
Otomotif 20 Maret 2019, 14:25
-
Level Yamaha Stagnan, Rossi Cemaskan Suzuki
Otomotif 20 Maret 2019, 09:20
-
Seru Lawan Rossi, Bagnaia Tetap Jadi Kawan Morbidelli
Otomotif 19 Maret 2019, 12:10
LATEST UPDATE
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 19:59
-
9 Laga Tanpa Gol, Paceklik Mohamed Salah Warnai Kemenangan Tipis Liverpool
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:54
-
Proliga 2026: Jakarta Livin Mandiri Tersenyum di Sentul, Penentuan Terakhir Menanti
Voli 23 Februari 2026, 19:41
-
Dua Gol Viktor Gyokeres yang Menjawab Keraguan
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:24
-
Harry Maguire dan Taruhan Besar Manchester United di Era Baru
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:56
-
Prediksi Susunan Pemain Manchester United vs Everton: Mbeumo Starter, Sesko Disimpan?
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:30
-
Tak Banyak Bicara, Michael Carrick Bawa Ketenangan ke Manchester United
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:28
-
Jadi Salah Satu Favorit Juara, Alex Marquez Merasa Lebih Siap Buru Gelar Dunia MotoGP 2026
Otomotif 23 Februari 2026, 18:26
-
Arsenal Tidak Malu-Malu: Tampil Full Menyerang Demi Amankan Puncak Klasemen
Liga Inggris 23 Februari 2026, 17:47
-
Tempat Menonton PSIM vs Bali United: Tayang Di Mana dan Main Jam Berapa?
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 17:44
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 21-24 Februari 2026
Liga Inggris 23 Februari 2026, 17:21
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR