
Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, dibuat terkagum-kagum oleh ridernya, Fabio Quartararo. Tak hanya membuktikan talenta dan kecepatannya lewat gelar dunia MotoGP 2021, rider Monster Energy Yamaha tersebut juga menghadirkan atmosfer positif di garasi karena merupakan sosok supel dan ceria.
Karakter ini pula yang membuat Quartararo seolah tak punya musuh di paddock. Ia kerap menghabiskan waktu dengan banyak rider Moto3 dan Moto2, bahkan bersahabat dengan beberapa rider MotoGP, salah satunya Jack Miller. Saat mengunci gelar di Seri Emilia Romagna, ia juga banjir ucapan selamat dari para rivalnya.
Quartararo pun punya alasan tersendiri mengapa ia punya sikap yang ceria dan positif. "Pasalnya, saya sering memikirkan orang-orang yang punya pekerjaan berat, atau orang-orang yang harus melakukan sesuatu setiap hari padahal mereka tak suka melakukannya," ujarnya via Motorsport Total, Rabu (1/12/2021).
Karakter Ceria Justru Jadi Kekuatan

Jarvis menyebut karakter positif El Diablo ini justru merupakan salah satu keunggulannya. Ia bisa serius dalam melakukan pekerjaan demi tampil baik di lintasan, tapi juga tak lupa bersenang-senang agar tak terlalu terbebani. Quartararo juga tak butuh citra 'musuh' demi memotivasi dirinya tampil lebih kompetitif dari para rival.
"Itu salah satu kekuatan Fabio. Ia orang yang ramah dan juga mampu melaju sangat cepat. Ia bisa agresif ketika dibutuhkan, bisa menyalip ketika harus. Ia juga selalu menciptakan atmosfer yang sangat positif di tim kami. Di lain sisi, ada beberapa rider yang butuh citra 'musuh' demi mengeluarkan potensi maksimalnya," tutur Jarvis.
"Para pembalap biasanya ingin menghancurkan rivalnya. Namun, Fabio tak seperti itu. Ia tak mencari citra 'musuh'. Ia hanya melihat rivalnya sebagai orang yang bisa ia ajak berkompetisi. Itulah alasan Fabio punya hubungan baik dengan para rider lain, karena faktanya ia tak menciptakan citra khusus agar dibenci," lanjut pria Inggris itu.
Quartararo Lebih Mudah Diatur dari Rossi-Lorenzo

Karakter Quartararo ini juga diyakini Jarvis baik untuk masa depan MotoGP usai Valentino Rossi pensiun. Menurut Jarvis, yang bekerja dengan Rossi sejak 2004, kedua rider ini punya karakter mirip. Ia juga menyebut MotoGP harus mempertahankan situasi positif ini karena karakter macam Rossi dan Quartararo sulit ditemukan.
"Selama berkarier, saya bekerja dengan para rider yang membuat tugas saya mudah. Tapi ada juga yang lebih sulit diatur. Biasanya, orang yang ramah sulit menang. Tapi Fabio merupakan juara yang sejauh ini paling mudah diajak kerja sama. Fabio datang ke Yamaha dalam masa yang tak terlalu sulit dibanding Vale atau Jorge (Lorenzo)," kisahnya.
"Vale juga merupakan sosok yang punya perilaku positif dan menyenangkan. Namun, ia sudah merupakan lima kali juara dunia saat ia datang kepada kami. Jorge pun datang ketika Vale sudah meraih tiga gelar dengan kami dan menjadi patokan utama. Kasus Fabio pun berbeda. Ia lebih muda, dan lebih mudah diatur," pungkas Jarvis.
Sumber: Motorsport Total
Baca Juga:
- Akui Kekuatan 'Mantan': Andrea Dovizioso Ucapkan Selamat untuk Ducati-Pecco Bagnaia
- Jorge Lorenzo: Valentino Rossi Sendiri yang Halangi Casey Stoner ke Yamaha
- Tinggalkan Pramac, Francesco Guidotti Resmi Jadi Manajer Tim KTM di MotoGP
- Max Verstappen Berpeluang Sabet Gelar di Formula 1 GP Arab Saudi 2021, Asal...
- Alex Marquez: Semoga Marc Pulih Agar Honda Tak 'Tersesat'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Seharusnya Maverick Vinales Pimpin Yamaha Usai Valentino Rossi Hengkang'
Otomotif 2 Desember 2021, 16:10
-
Ramon Forcada Akui Sejatinya Ingin Ikut Franco Morbidelli ke Monster Yamaha
Otomotif 2 Desember 2021, 14:55
-
Yamaha: Fabio Quartararo Disukai Rival karena Tak Anggap Mereka Musuh
Otomotif 2 Desember 2021, 13:15
-
Akui Kekuatan 'Mantan': Andrea Dovizioso Ucapkan Selamat untuk Ducati-Pecco Bagnaia
Otomotif 2 Desember 2021, 11:00
-
Jorge Lorenzo: Valentino Rossi Sendiri yang Halangi Casey Stoner ke Yamaha
Otomotif 2 Desember 2021, 10:25
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Java United vs Bhayangkara FC di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 15:17
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR