
Bola.net - Yamaha boleh jadi berbahagia sukses merebut gelar dunia MotoGP 2021 bersama Fabio Quartararo. Namun, Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, belum bisa menghapus rasa kecewa atas perpisahan pahit dengan Maverick Vinales pada pertengahan musim ini. Hal ini ia sampaikan lewat PaddockGP, Selasa (1/12/2021).
Keretakan hubungan Vinales-Yamaha dimulai dari Top Gun yang finis terbuncit di Sachsenring. Sepekan setelahnya, di Assen, kedua pihak pun memutuskan berpisah pada 2022 meski Vinales meraih pole dan finis kedua. Ketegangan pun terjadi di Styria, ketika Vinales kedapatan melakukan aksi tak wajar yang berpotensi merusak mesin YZR-M1.
Vinales kemudian diskors Yamaha dari Seri Austria, dan kedua pihak mengakhiri kerja sama pada 20 Agustus. Vinales akhirnya membela Aprilia Racing pada sisa musim, sementara tempatnya di Monster Energy Yamaha diambil alih Franco Morbidelli. Jarvis pun mengaku seharusnya Vinales bisa jadi rider utama mereka andai tak bertingkah.
Heran Fluktuasi Performa di Sachsenring dan Assen

"Saat Maverick memperbarui kontrak dua tahun dengan kami dan Valentino Rossi hengkang, saya bisa katakan kami punya tim terkuat di trek awal musim ini. Maverick menjalani tahun kelimanya bersama kami, dan sudah sewajarnya berprogres menjadi pemimpin tim, karena sebelumnya selalu ada Vale," ungkap Jarvis.
Jarvis senang ketika Vinales memenangi MotoGP Qatar, hingga membuatnya yakin rider Spanyol itu memang bisa diandalkan. Namun, setelah itu, performa Vinales justru naik turun. Jarvis pun tak habis pikir Vinales punya performa yang sangat jeblok di Sachsenring namun sepekan setelahnya berebut kemenangan di Assen.
"Maverick mengawali musim dengan sangat baik. Pada Maret atau April, saat di Qatar, saya bakal bilang saya yakin kami ambil keputusan tepat, begitu juga dia. Namun, tak seorang pun membayangkan kami memenangi balapan pertama dan justru krisis pada balapan kesembilan dengan rider yang ingin pergi," kisah Jarvis.
"Pada saat yang sama, kami malah finis 1-2 di Assen. Jadi, Anda tak bisa paham betul apakah motor atau tim kami yang tak bekerja dengan baik. Tapi pada akhirnya, kami malah merebut gelar dunia!" lanjut pria asal Inggris ini.
Kasus Maverick Vinales Kasus Baru bagi Yamaha

Jarvis sendiri sudah memimpin operasional Yamaha di MotoGP sejak 1999, dan bekerja dengan begitu banyak pembalap. Ia pun mengaku kasus Vinales ini sangat aneh, dan sulit baginya untuk diatasi. Namun, ia merasa lega, karena setelah Vinales hengkang, situasi pabrikan Garpu Tala justru menjadi kembali tenang.
"Saya merasa keputusan kami memperbarui kontrak Maverick adalah keputusan tepat. Namun, memang sulit menerka apa yang akan terjadi. Jika kita ambil keputusan berdasarkan masa depan penuh jaminan, kita semua pasti sudah kaya raya dan mungkin takkan ada di sini. Jadi, beberapa hal memang mengejutkan," tuturnya.
"Tapi memang sulit mengatasinya, karena ini kasus baru, saya tak pernah mengalaminya, apalagi di tengah musim seperti itu. Namun, saya rasa kami pada akhirnya mampu menangani masalah ini dengan cara terbaik, dan kami pun cukup nyaman dengan kelompok yang sudah kami bentuk," pungkas Jarvis.
Sumber: PaddockGP
Baca Juga:
- Ramon Forcada Akui Sejatinya Ingin Ikut Franco Morbidelli ke Monster Yamaha
- Yamaha: Fabio Quartararo Disukai Rival karena Tak Anggap Mereka Musuh
- Akui Kekuatan 'Mantan': Andrea Dovizioso Ucapkan Selamat untuk Ducati-Pecco Bagnaia
- Jorge Lorenzo: Valentino Rossi Sendiri yang Halangi Casey Stoner ke Yamaha
- Tinggalkan Pramac, Francesco Guidotti Resmi Jadi Manajer Tim KTM di MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
'Seharusnya Maverick Vinales Pimpin Yamaha Usai Valentino Rossi Hengkang'
Otomotif 2 Desember 2021, 16:10
-
Belum Nyaman, Maverick Vinales Tetap Senang Akhirnya Pindah ke Aprilia
Otomotif 24 November 2021, 12:20
-
Tren Performa Positif, Maverick Vinales Pede Bikin Aprilia Makin Maju
Otomotif 2 November 2021, 14:41
-
Franco Morbidelli Mengaku 'Campur Aduk' saat Maverick Vinales Tinggalkan Yamaha
Otomotif 31 Oktober 2021, 13:10
-
Sang Mantan: Maverick Vinales Angkat Topi untuk Fabio Quartararo dan Yamaha
Otomotif 26 Oktober 2021, 09:04
LATEST UPDATE
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR