Dari Buffon ke Balotelli: Jejak Karier Starting XI Terakhir Italia di Piala Dunia 2014

Dari Buffon ke Balotelli: Jejak Karier Starting XI Terakhir Italia di Piala Dunia 2014
Kepala delegasi Timnas Italia Gianluigi Buffon. (c) AP Photo/Petr David Josek

Bola.net - Laga terakhir Timnas Italia di fase grup Piala Dunia 2014 menghadirkan drama yang sulit dilupakan. Gli Azzurri harus menghadapi Timnas Uruguay dalam pertandingan hidup-mati yang menentukan nasib mereka di turnamen tersebut.

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal dengan kedua tim bermain hati-hati dan disiplin. Namun, tekanan mulai meningkat ketika babak kedua berjalan dan tensi laga semakin panas.

Italia harus kehilangan Claudio Marchisio yang diusir wasit usai melakukan tekel keras terhadap Egidio Arevalo. Keputusan itu membuat keseimbangan permainan berubah drastis dan Uruguay mulai mendominasi.

Kontroversi pun terjadi saat Luis Suárez menggigit bahu Giorgio Chiellini, insiden yang tak terlihat oleh wasit. Tak lama kemudian, Diego Godin mencetak gol melalui sundulan yang memastikan Uruguay lolos dan Italia tersingkir untuk kedua kalinya secara beruntun di fase grup.

Lalu apa kabar para pemain Italia di starting XI tersebut? Berikut informasinya Bolaneters.

1 dari 3 halaman

Bek Baja dan Kiper Ikonik: Dari Puncak Karier ke Babak Baru

Giorgio Chiellini dan Damien Comolli saat konferensi pers usai pertandingan Inter Milan vs Juventus. (c) Juventus

Giorgio Chiellini dan Damien Comolli saat konferensi pers usai pertandingan Inter Milan vs Juventus. (c) Juventus

Gianluigi Buffon menjadi kapten sekaligus benteng terakhir Italia dalam laga tersebut. Setelah pensiun pada 2023 bersama Parma, Buffon sempat menjadi kepala delegasi tim nasional Italia tapi ia baru saja mengundurkan diri dari posisinya usai Azzuri gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Andrea Barzagli, yang tampil sebagai bek tengah, mengakhiri kariernya pada 2019 setelah sukses besar bersama Juventus. Ia sempat menjadi staf pelatih di Juventus, kemudian beralih menjadi staf pelatih Timnas Italia di berbagai kelompok umur, dan terakhir tercatat sebagai asisten di tim U-21 Azzurri.

Leonardo Bonucci menjadi pemain yang paling lama bertahan di level atas dibanding rekan-rekannya di lini belakang. Ia sempat memperkuat Juventus hingga klub lain di Eropa sebelum memasuki fase akhir kariernya pada 2024 bersama Fenerbahce dan kemudian jadi asisten pelatih di timnas U-20 dan senior Azzuri di bawah Gennaro Gattuso.

Giorgio Chiellini menutup karier profesionalnya pada 2023 bersama Los Angeles FC dan sempat gabung tim pengembangan bakat pemain di klub MLS tersebut. Kini ia menjabat peran di manajemen Juventus, membawa pengalaman dan kepemimpinannya ke dalam struktur klub.

2 dari 3 halaman

Generasi Emas Lini Tengah: Dari Maestro hingga Pensiun Dini

Matteo Darmian yang bermain sebagai wingback kanan terus menunjukkan konsistensi hingga kini. Ia menjadi bagian penting Inter Milan, berkontribusi dalam berbagai gelar domestik dan tampil fleksibel di berbagai posisi lini belakang.

Marco Verratti menjalani karier panjang bersama PSG sebelum memutuskan pindah ke klub di Timur Tengah. Ia sempat gabung Al-Arabi sebelum akhirnya kini menjadi bagian dari Al Duhali sejak 2005.

Claudio Marchisio, yang mendapat kartu merah di laga itu, pensiun pada 2019 akibat masalah cedera yang berkepanjangan saat berada di klub Zenit St Petersburg. Setelah pensiun, ia aktif sebagai pundit dan juga terlibat dalam berbagai proyek sosial serta bisnis.

Andrea Pirlo, sang regista legendaris, pensiun pada 2017 setelah bermain di MLS bersama New York City FC. Ia kemudian meniti karier sebagai pelatih, termasuk menangani Juventus, Sampdoria, dan terakhir tercatat menangani klub Dubai United.

3 dari 3 halaman

Lini Depan yang Tak Konsisten: Kisah Immobile dan Balotelli

Pemain Bologna, Ciro Immobile (kiri) dan Giovanni Fabbian merayakan kemenangan atas Inter Milan di Semifinal Supercoppa Italiana. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Pemain Bologna, Ciro Immobile (kiri) dan Giovanni Fabbian merayakan kemenangan atas Inter Milan di Semifinal Supercoppa Italiana. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Ciro Immobile menjadi salah satu pemain yang justru mencapai puncak performa setelah Piala Dunia 2014. Bersama Lazio, ia beberapa kali menjadi top skor Serie A dan bahkan meraih Sepatu Emas Eropa, membuktikan ketajamannya di level klub.

Meski begitu, performanya di tim nasional tidak selalu sejalan dengan pencapaiannya di klub. Setelah membela Lazio ia sempat berkelana ke Besikta, Bologna, dan kini di Paris FC.

Mario Balotelli memiliki cerita berbeda yang penuh lika-liku sejak turnamen tersebut. Ia sempat bermain di berbagai klub seperti Nice, Marseille, hingga klub di Turki dan Swiss, namun tak pernah benar-benar kembali ke level elite secara konsisten hingga kini akhirnya berlabuh di klub UEA, Al Ittifaq.

Balotelli tetap menjadi figur yang menarik perhatian berkat bakat besar dan kepribadiannya yang unik. Namun, perjalanan kariernya menjadi gambaran bagaimana potensi besar tidak selalu berujung pada dominasi jangka panjang.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL