Bola.net - Defender Timnas Jerman, Jerome Boateng mengakui bahwa laga kontra Ghana akan menjadi pertandingan yang cukup janggal baginya dari segi emosi. Pemain 25 tahun ini memang memiliki darah Ghana, dan bahkan kakak kandungnya sendiri, Kevin-Prince Boateng, turut dipanggil The Black Stars dalam skuat yang berlaga di Piala Dunia kali ini.
Jerman yang kini mengoleksi tiga angka dan Ghana yang kalah 1-2 dari Amerika Serikat di laga perdana akan saling jegal demi mengamankan satu tempat di babak 16 besar dalam laga kedua Grup G yang digelar di Fortaleza (21/06).
"Ayah saya mengatakan bahwa tiap kali tim nasional bertanding, suasana di Ghana tak ubahnya seperti bank di hari libur. Anggota keluarga saya di Jerman juga mengatakan hal serupa, seluruh keluarga berkumpul dan menyaksikan laga. Penting bagi saya untuk suatu saat bisa mengunjungi Ghana, sesuatu yang sayangnya sampai saat ini belum pernah saya lakukan," ungkap defender Bayern Munich ini seperti dilansir FIFA.
"Ada banyak famili saya yang hidup di sana, saya sungguh ingin tahu bagaimana mereka bermain dan juga kondisi kehidupan mereka. Saya tahu bahwa mereka selalu mengikuti pertandingan saya."
Boateng bersaudara lahir dari ibu berkebangsaan Jerman dan ayah yang asli Ghana. Jerome dan Kevin sama-sama lahir di Berlin, namun pada akhirnya memilih jalan yang berbeda terkait keputusan membela tim nasional mereka.[initial]
Jerman yang kini mengoleksi tiga angka dan Ghana yang kalah 1-2 dari Amerika Serikat di laga perdana akan saling jegal demi mengamankan satu tempat di babak 16 besar dalam laga kedua Grup G yang digelar di Fortaleza (21/06).
"Ayah saya mengatakan bahwa tiap kali tim nasional bertanding, suasana di Ghana tak ubahnya seperti bank di hari libur. Anggota keluarga saya di Jerman juga mengatakan hal serupa, seluruh keluarga berkumpul dan menyaksikan laga. Penting bagi saya untuk suatu saat bisa mengunjungi Ghana, sesuatu yang sayangnya sampai saat ini belum pernah saya lakukan," ungkap defender Bayern Munich ini seperti dilansir FIFA.
"Ada banyak famili saya yang hidup di sana, saya sungguh ingin tahu bagaimana mereka bermain dan juga kondisi kehidupan mereka. Saya tahu bahwa mereka selalu mengikuti pertandingan saya."
Boateng bersaudara lahir dari ibu berkebangsaan Jerman dan ayah yang asli Ghana. Jerome dan Kevin sama-sama lahir di Berlin, namun pada akhirnya memilih jalan yang berbeda terkait keputusan membela tim nasional mereka.[initial]
Baca Juga
- Merendah, Gotze Anggap Jerman Hanya Beruntung
- Terlalu Kurus, Maradona Juluki Muller Sebagai 'El Flaco'
- Low: Pergerakan Muller Sangat Tidak Biasa
- Podolski: Jerman Harus Mengontrol Ronaldo
- Boateng: Mustahil Bisa Matikan Ronaldo
- Rekor Terancam, Ronaldo Sarankan Klose Gantung Sepatu
- Loew: Portugal Juara Dunia Dalam Hal Serangan Balik
- Ozil: Terlalu Kuat, Semua Tim Tak Mau Jumpa Jerman
- Maradona: Jerman Adalah Tim Penghancur
(fifa/mri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hadapi Ghana, Jerome Boateng Merasa Janggal
Piala Dunia 21 Juni 2014, 10:47
-
Merendah, Gotze Anggap Jerman Hanya Beruntung
Piala Dunia 21 Juni 2014, 09:47
-
Italia Gagal Kejar Rekor Jerman Barat
Piala Dunia 21 Juni 2014, 08:17
-
Gotze: Lawan Ghana Akan Sangat Berat
Piala Dunia 21 Juni 2014, 00:01
-
Mertesacker Anggap Ghana Tim Yang Berbahaya
Piala Dunia 20 Juni 2014, 20:52
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia 11 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:30
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris 12 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:01
-
3 Alasan Bikin Fede Valverde Terancam Gagal jadi Kapten Real Madrid
Liga Spanyol 8 Juli 2026, 20:16
-
RESMI: PSIM Yogyakarta dan Fahreza Sudin Berpisah
Bola Indonesia 8 Juli 2026, 19:46
-
Enzo Fernandez dan Gol Terpenting dalam Kariernya
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:58
-
Prancis Punya Michael Olise, Maroko Punya Achraf Hakimi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:22
-
Maroko yang Kini Berani Mendominasi Laga
Piala Dunia 8 Juli 2026, 15:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


























KOMENTAR