Mehdi Taremi Semprot FIFA dan Gianni Infantino, Sebut Iran Jadi Korban Ketidakadilan di Piala Dunia 2026

Mehdi Taremi Semprot FIFA dan Gianni Infantino, Sebut Iran Jadi Korban Ketidakadilan di Piala Dunia 2026
Ekspresi Mehdi Taremi (9) di laga Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026, Senin (22/6/2027). (c) AP Photo/Mark J. Terrill

Bola.net - Timnas Iran tak hanya berjuang menghadapi lawan-lawannya di lapangan sepanjang Piala Dunia 2026. Mereka juga harus menghadapi berbagai persoalan di luar pertandingan yang dinilai mengganggu persiapan dan performa tim.

Status Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah disebut menjadi bagian dari akar persoalan yang dialami Iran. Sejumlah kendala, mulai dari masalah visa hingga pengaturan perjalanan, membuat persiapan Team Melli jauh dari ideal.

Situasi tersebut bahkan membayangi hasil imbang Iran melawan Mesir pada laga fase grup. Seusai pertandingan, kapten Mehdi Taremi meluapkan kekecewaannya kepada FIFA yang dinilai gagal memenuhi janjinya untuk membantu tim.

Tak hanya Taremi, pelatih Amir Ghalenoei juga ikut menyuarakan protes keras. Keduanya menilai Iran diperlakukan tidak adil selama menjalani turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

1 dari 3 halaman

Taremi Sebut Piala Dunia 2026 Jadi Bencana bagi Iran

Ekspresi kecewa Mehdi Taremi (9) usai gagal mencetak gol penalti di laga Mesir vs Irak di Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Ekspresi kecewa Mehdi Taremi (9) usai gagal mencetak gol penalti di laga Mesir vs Irak di Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Kemarahan Mehdi Taremi mencuat setelah Iran terus menghadapi persoalan logistik sejak awal turnamen. Sebanyak 11 pejabat senior tim dilaporkan tidak bisa bergabung karena terkendala visa.

Masalah lain muncul dari kewajiban Iran bolak-balik melakukan perjalanan dari markas mereka di Tijuana, Meksiko, menuju lokasi pertandingan di Amerika Serikat. Kondisi itu dinilai menguras tenaga para pemain dan menghambat proses pemulihan.

Taremi mengungkapkan bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino sempat mendatangi ruang ganti Iran usai laga pembuka melawan Selandia Baru. Namun, menurutnya, janji untuk memperbaiki situasi tidak pernah benar-benar diwujudkan.

“Ini adalah Piala Dunia yang penuh bencana; sebuah bencana. Maksud saya, FIFA, mereka harus menyelesaikan setiap masalah di sini tapi sayangnya mereka tidak bisa menyelesaikannya sejak awal. Tuan Infantino datang ke ruang ganti kami setelah pertandingan pertama melawan Selandia Baru dan berkata, 'Ini baru permulaan'. Kami tidak punya petugas logistik di sini - mereka tidak punya visa," keluhnya, dilansir Goal.

"Bagaimana mungkin kita harus selalu melakukan perjalanan dari Tijuana? Kami mencintai orang-orang di Tijuana. Kami mencintai Meksiko. Mereka adalah orang-orang yang rendah hati dan kami mencintai mereka, tetapi sebagai pemain profesional di kompetisi profesional, itu tidak benar. Ini tidak adil. Pendapat kami adalah, ini tidak adil. Apakah ini adil bagi FIFA? Oke, baik kepada mereka. Tapi itu tidak adil."

"Siapa yang ingin membantu kami? Jika mereka ingin kami tersingkir, maka oke, ayo keluar. Tapi itu tidak adil. Kami tidak punya tenaga pemulihan atau logistik untuk membantu kami. Kami selalu mengeluh tentang hal-hal ini tetapi tidak ada yang membantu, tidak ada seorang pun," bebernya.

2 dari 3 halaman

Amir Ghalenoei Desak FIFA Bertindak terhadap Tuan Rumah

Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei saat laga melawan Belgia di Piala Dunia 2026 Grup G, 22 Juni 2026. (c) AP Photo/Mark J. Terrill

Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei saat laga melawan Belgia di Piala Dunia 2026 Grup G, 22 Juni 2026. (c) AP Photo/Mark J. Terrill

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, turut menyampaikan kekecewaannya terhadap penyelenggaraan turnamen. Ia menilai perlakuan tuan rumah kepada Iran telah merugikan tim sejak sebelum kompetisi dimulai.

Iran sebelumnya harus memindahkan lokasi pemusatan latihan dari Arizona ke Meksiko menjelang turnamen. Keputusan itu diambil akibat konflik militer yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, yang menurut staf pelatih berdampak pada kondisi fisik para pemain.

Meski mengakui Gianni Infantino telah berusaha membantu, Ghalenoei menilai masalah utama justru berasal dari sikap tuan rumah. Ia pun meminta FIFA memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang pada turnamen berikutnya.

“Saya tahu Tuan Infantino telah berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir masalah sebanyak mungkin, namun tuan rumah lah yang tidak terlalu baik kepada kami. Saya mendesak FIFA untuk tidak membiarkan tuan rumah memperlakukan tim dan pemainnya dengan cara yang sama di masa depan. Saya berharap Tuan Infantino benar-benar menentang perilaku seperti itu. Perilaku mereka terhadap kami sangat buruk dan kami berharap dunia akan menyadarinya," tegasnya.

"Mereka tidak mengizinkan kami datang dua minggu lebih awal dan dua hari lebih awal sebelum setiap pertandingan. Hal ini sungguh merugikan kami. Dan kami juga berperang. Terlepas dari semua masalah ini, kami mampu bekerja dengan baik dan dunia bangga terhadap Iran dan tim kami. Saya pikir itu adalah pencapaian terbesar kami terlepas dari segala rintangan dan hambatan yang menghadang kami," serunya.

Di tengah kontroversi tersebut, Iran masih memiliki peluang matematis untuk lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Team Melli kini berharap persoalan di luar lapangan tidak lagi mengganggu fokus mereka dalam perjuangan melanjutkan kiprah di Piala Dunia 2026.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL