Bola.net - Kiper timnas Belgia, Thibaut Courtois berhasil menyabet gelar prestisius individu yaitu sebagai penjaga gawang terbaik Piala Dunia 2018. Pemain yang saat ini membela Real Madrid ini dianggap mampu tampil gemilang saat menjaga lini pertahanan The Red Devils sepanjang laga kompetisi tersebut.
Meski Courtois hanya mampu membawa Belgia menjadi juara ketiga di Piala Dunia 2018, namun penampilannya dalam menjaga gawang itu ternyata telah membuat dirinya dinyatakan sebagai kiper terbaik. Courtois selalu main penuh pada tujuh laga yang dijalani The Red Devils di Rusia mulai sejak penyisihan grup sampai laga perebutan tempat ketiga.
Eks kiper Chelsea ini selama bermain tujuh pertandingan di Piala Dunia 2018, ia berhasil mencatat clean sheet di tiga pertandingan. Dan Courtois sanggup mengungguli beberapa kiper lainnya seperti duo finalis, Hugo Lloris dari Prancis dan Danijel Subasic dari Kroasia.
Tentunya dengan prestasi tersebut, setidaknya Belgia kembali membuktikan diri bahwa para pemainnya bermain dengan sangat baik di turnamen sepak bola empat tahunan tersebut.
Mencatat 27 Penyelamatan
Selama gelaran Piala Dunia 2018, Thibaut Courtois mencatat sebanyak 27 penyelamatan. Dia dinilai sebagai salah satu kunci dari kokohnya pertahanan Belgia.
Sementara, permainan terbaik Courtois di Piala Dunia 2018 sendiri terjadi pada saat bertemu Brasil pada babak perempat final. Pemain yang saat ini berusia 30 tahun ini tampil heroik dengan melakukan sembilan kali penyelamatan dari ancaman para pemain Brasil.
Penyelamatan terpenting Courtois pada laga tersebut adalah menepis tendangan Neymar pada menit akhir babak kedua dan membuat Belgia meraih kemenangan 2-1 pada laga itu.
Menyusul Michel Preud'homme
Berkat menyabet Yashin Awards, Thibaut Courtois berhasil mengikuti jejak Michel Preud'homme yang pernah meraih penghargaan serupa saat mengawal gawang Belgia di Piala Dunia 1994.
Preud'homme yang tampil apik bersama Belgia di gelaran Amerika Serikat tersebut, tidak lepas dari ketangguhannya mengawal gawang The Red Devils. Kala itu, Preud'homme berhasil menjadi pemain kunci bagi kemenangan Belgia di dua laga awal Fase Grup F. Di bawah pengawalan Preud'homme, Belgia berhasil mencatatkan clean sheet.
Dan uniknya, ia menjadi kiper pertama yang tercatat sebagai kiper pertama yang mendapatkan penghargaan ini. Pasalnya, FIFA baru saja mengadakan penghargaan kiper terbaik ini pada Piala Dunia 1994 dengan nama Yashin Award.
Penghargaan Kiper Terbaik
Sebelumnya penghargaan sebagai kiper terbaik mulai diperkenalkan FIFA pada edisi 1994 dengan nama Yashin Award guna menghormati penjaga gawang legendaris Rusia, Lev Yashin, yang bertahan hingga 2006.
Iker Casillas, Gianluigi Buffon, Oliver Kahn, Fabien Barthez hingga Manuel Neuer adalah deretan penjaga gawang yang pernah menorehkan prestasi serupa. Dan Thibaut Courtois kini resmi bergabung ke dalam deretan penjaga gawang elit tersebut setelah meraih Yashin Award.
(Bola.net/Yoga Radyan)
Baca Juga:
- Piala Dunia 2014: Kala Paul Pogba Sabet Gelar Pemain Muda Terbaik
- Aliou Cisse, Legenda Hidup yang Jadi Pelatih Senegal di Piala Dunia 2022
- Profil Graham Arnold, Striker Legendaris Australia yang Pimpin Socceroos di Piala Dunia 2022
- Analisis Kekuatan Denmark di Piala Dunia 2022: Eriksen Bakal Mainkan Peran Krusial
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengenang Ketangguhan Thibaut Courtois, Kiper Terbaik di Piala Dunia 2018
Piala Dunia 14 Oktober 2022, 20:21
-
Hasil Drawing Kualifikasi Euro 2024: Italia dan Inggris Satu Grup!
Piala Eropa 10 Oktober 2022, 02:45
-
Mengenang Michel Preud'homme, Kiper Terbaik di Piala Dunia 1994
Piala Dunia 4 Oktober 2022, 17:18
-
Piala Dunia 2018: Kala Brasil Dibuat Tidak Berdaya di Hadapan Belgia
Piala Dunia 28 September 2022, 17:45
-
5 Negara dengan Lini Serang Paling Kuat di Piala Dunia 2022: Brasil Paling Ganas!
Piala Dunia 28 September 2022, 08:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR