
Bola.net - Zinedine Zidane adalah salah satu pelatih terbaik dalam sejarah Real Madrid. Namun, sebelum itu, dunia mengenalnya sebagai salah satu pesepak bola terbaik yang pernah ada.
Sebagai pelatih, Zidane telah membawa Los Blancos meraih satu gelar juara La Liga, juga hat-trick juara Liga Champions antara 2016 dan 2018.
Sebagai pemain, prestasinya tak kalah cemerlang. Mantan gelandang Prancis itu pernah meraih dua Scudetto Serie A bersama Juventus, satu titel Liga Champions bersama Real Madrid, dan membawa negaranya juara Piala Dunia 1998.
Ketika masih aktif sebagai pesepak bola profesional, antara 1989 dan 2006, Zidane memiliki gaya permainan yang khas. Pemenang Ballon d'Or 1998 itu adalah pemain yang elegan. Untuk urusan ini, maestro sepak bola tersebut bisa dibilang sebagai master yang nyaris tak ada tandingannya.
Satu yang Terbaik dalam Sejarah

Carlos Alberto Parreira pernah mengatakan bahwa Zidane adalan "seorang monster" untuk performa dan kemampuannya.
Franz Beckenbauer pernah berujar: "Zidane adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah, benar-benar seorang pemain yang mengagumkan."
Kevin Keegan pernah menuturkan: "Yang membedakan Zidaen dengan pemain-pemain lain adalah bagaimana dia memanipulasi bola, menciptakan ruang yang sebelumnya bahkan tidak ada. Dipadu dengan visi yang dia miliki, itu membuatnya sangat spesial."
Di Piala Dunia 1998, pelatih Italia, Cesare Maldini, berkata: "Saya rela memberikan lima pemain demi memiliki Zidane di skuad saya."
🎩 | Zinedine Zidane - 1998 World Cup Final vs Brazil 🇧🇷 x 🇫🇷
— Amr (@AmrFootball) February 4, 2020
One is the best football players we’ve ever seen putting an iconic performance in the 98’ World Cup final. Magical touch that not many players will ever learn. Enjoy this masterclass. pic.twitter.com/lTRbZ9UYF9
Galacticos

Mengawali karier di Cannes pada 1989, Zidane kemudian memperkuat Bordeaux dari 1992. Empat musim di Bordeaux, Juventus memboyongnya ke Italia. Madrid kemudian menjadi klub terakhir yang diperkuatnya, selama periode 2001-2006.
Di Madrid, Zidane menjadi bagian dari era Galacticos.
Di Madrid, Zidane meraih enam gelar juara. Termasuk di antaranya adalah Liga Champions 2001/02 dan La Liga 2002/03.
Di La Liga, Zidane mencetak 37 gol dalam 155 penampilan.
💜 Legend as a player.
— LaLiga English (@LaLigaEN) June 1, 2019
🎩 Legend as a manger.
There is only one Zinedine Zidane. 🙇♂️ pic.twitter.com/axy4btQZdg
Permainan Memukau

Zidane seperti representasi sebenarnya dari sepak bola elegan. Permainan indahnya selalu sanggup memukau para pecinta sepak bola.
What better #MondayMotivation than a video of Zinedine Zidane's best moments in #LaLiga? 💯 pic.twitter.com/rkZrHxzU7M
— LaLiga English (@LaLigaEN) March 19, 2018
Dan Tentu Saja Gol Itu

Tak sedikit dari gol-gol Zidane yang tercipta dengan cara indah berkat skill-nya yang di atas rata-rata. Salah satu yang paling diingat tentu saja adalah gol spektakuler hasil tembakan voli ke gawang Bayer Leverkusen di final Liga Champions 2002.
😱 Zinédine Zidane's spectacular volley in the 2002 final! 🚀🎯
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) July 9, 2019
The first time he lifted the #UCL 🏆... https://t.co/MMuICEBvP7 pic.twitter.com/MQGarfsUuh
Titel Liga Champions dari tahun itu adalah titel Liga Champions pertama sekaligus yang terakhir dalam karier Zidane sebagai pesepak bola.
Terlepas dari aksi emosionalnya di final Piala Dunia 2006, Zidane tetap diakui sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah ada. Itu tak sepenuhnya ditentukan dari jumlah trofi juaranya. Permainannya yang elegan dan mengagumkan merupakan legacy-nya yang paling berharga.
Baca juga artikel-artikel lainnya:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Para 'Anak Hilang' Manchester United yang Justru Bersinar di Klub Lain
Liga Inggris 31 Maret 2020, 22:00
-
Musim Depan, Nomor Punggung Tujuh MU Kembali Dikenakan Cristiano Ronaldo?
Liga Inggris 31 Maret 2020, 20:20
-
Achraf Hakimi Masuk Radar Transfer Juventus
Liga Italia 31 Maret 2020, 18:40
-
5 Transfer Gratis Terbaik yang Pernah Dilakukan Juventus
Editorial 31 Maret 2020, 16:23
-
Zinedine Zidane: Maestro Sepak Bola, Masternya Permainan Elegan
Liga Spanyol 31 Maret 2020, 15:58
LATEST UPDATE
-
Kalah di Kandang Bodo/Glimt, Inter Milan Pede Bakal Comeback di Leg Kedua
Liga Champions 19 Februari 2026, 10:21
-
Gagal Kalahkan Wolverhampton, Arsenal Bidik Tottenham Jadi Pelampiasan
Liga Inggris 19 Februari 2026, 10:13
-
Bukayo Saka Ungkap Penyebab Arsenal Terpeleset Lawan Wolves, Ini Katanya!
Liga Inggris 19 Februari 2026, 09:51
-
Ribut-ribut di Pinggir Lapangan Milan vs Como: Perseteruan Allegri vs Fabregas
Liga Italia 19 Februari 2026, 09:39
-
Terpeleset Lawan Wolves, Mikel Arteta Akui Arsenal Kena Mental
Liga Inggris 19 Februari 2026, 09:37
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48



















KOMENTAR