Bola.net - Dua gol yang bersarang di gawang ke gawang Diky Indriyana membuat pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri menyoroti kinerja lini belakang serta kiper anyarnya tersebut. Menurut Indra, organisasi lini pertahanan harus dipoles lagi.
Pada pertandingan lawan Persebaya U-21, Evan Dimas tampil gemilang pada malam hari ini. Evan berhasil mencetak hattrick di menit ke-sembilan, 82 dan 90. Satu gol lainnya diceploskan Muchlis Hadi Ning Syaifullah menit ke-32. Sedangkan dwi gol Persebaya U-21 dicetak Abdul Rahman Lestaluhu menit ke-19 dan Novri Setiawan menit ke-63.
"Ini organisasi defence yang harus diperbaiki. Ryuji Utomo baru pertama kali main dengan Yama," kata Indra usai pertandingan, Senin (24/2) malam.
"Sepakbola modern tidak hanya mengandalkan individu. Kalau bola lewat, lawan tidak boleh lewat. Itu butuh organisasi dan taktik," imbuh Indra.
Selama ini, Hansamu Yama memang lebih sering berduet dengan Sahrul Kurniawan. Tapi karena Sahrul mengalami cedera, posisinya digantikan Ryuji sejak menit ke-37. Pasangan baru ini kerap mis komunikasi. Gol Novri Setiawan adalah salah satu buktinya. Selain menyoroti duet Yama-Ryuji, Indra juga mengomentari kiper Diky Indriyana.
"Dia kiper baru, masih belum punya jiwa leader. Masih belum bisa komunikasi dengan empat pemain belakang. Masih belum bisa mengkoordinasi pemain belakang," sambung pelatih asal Padang ini.
Secara keseluruhan, Indra menjelaskan bahwa memuji fisik pemainnya yang bugar hingga 90 menit dan injury time. "Dari menit pertama sampai terakhir, tak kendur sedikit pun," tutup Indra. (faw/dzi)
Pada pertandingan lawan Persebaya U-21, Evan Dimas tampil gemilang pada malam hari ini. Evan berhasil mencetak hattrick di menit ke-sembilan, 82 dan 90. Satu gol lainnya diceploskan Muchlis Hadi Ning Syaifullah menit ke-32. Sedangkan dwi gol Persebaya U-21 dicetak Abdul Rahman Lestaluhu menit ke-19 dan Novri Setiawan menit ke-63.
"Ini organisasi defence yang harus diperbaiki. Ryuji Utomo baru pertama kali main dengan Yama," kata Indra usai pertandingan, Senin (24/2) malam.
"Sepakbola modern tidak hanya mengandalkan individu. Kalau bola lewat, lawan tidak boleh lewat. Itu butuh organisasi dan taktik," imbuh Indra.
Selama ini, Hansamu Yama memang lebih sering berduet dengan Sahrul Kurniawan. Tapi karena Sahrul mengalami cedera, posisinya digantikan Ryuji sejak menit ke-37. Pasangan baru ini kerap mis komunikasi. Gol Novri Setiawan adalah salah satu buktinya. Selain menyoroti duet Yama-Ryuji, Indra juga mengomentari kiper Diky Indriyana.
"Dia kiper baru, masih belum punya jiwa leader. Masih belum bisa komunikasi dengan empat pemain belakang. Masih belum bisa mengkoordinasi pemain belakang," sambung pelatih asal Padang ini.
Secara keseluruhan, Indra menjelaskan bahwa memuji fisik pemainnya yang bugar hingga 90 menit dan injury time. "Dari menit pertama sampai terakhir, tak kendur sedikit pun," tutup Indra. (faw/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Timnas U-19 Keluhkan Flare Bonek
Tim Nasional 24 Februari 2014, 23:49
-
Indra Sjafri Sorot Kinerja Bek dan Kiper
Tim Nasional 24 Februari 2014, 23:45
-
Review: Hattrick Evan Dimas Bungkam Persebaya U-21
Tim Nasional 24 Februari 2014, 22:42
-
Inilah Susunan Pemain Timnas U-19 vs Persebaya U-21
Tim Nasional 24 Februari 2014, 19:48
-
Demi Timnas U-19, Risma Batal Ke Jakarta
Tim Nasional 24 Februari 2014, 16:40
LATEST UPDATE
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR