Bola.net - Bundesliga dikenal sebagai salah satu liga yang sukses melahirkan pemain-pemain bertahan terbaik dunia. Sebut saja Frankz Beckenbauer, Matthias Sammer, Paul Breitner, Lucio, Philip Lahm, Mats Hummels, Jerome Boateng merupakan sederet bek-bek terbaik di dunia pada eranya.
Beberapa tahun terakhir, sejumlah bakat muda kembali melejit di Bundesliga. Ada beberapa pemain yang menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan mengikuti jejak para pendahulunya menjadi bek terbaik dunia, salah satunya Ozan Kabak.
Talenta muda asal Turki itu pertama kali mencicipi sepakbola Jerman pada Januari 2019 kemarin. Ia diboyong Stuttgart dari Galatasaray dengan mahar 11 juta Euro.
Enam bulan berselang ia diakuisisi oleh Schalke seharga 15 juta Euro dan kini ia digadang-gadang menjadi kandidat bek terbaik dunia di masa depan.
Lantas Siapakah sosok bek berusia 19 tahun ini? Yuk simak kisahnya di bawah ini.
Siapakah Dia?

Pemain internasional Turki kelahiran Ankara ini bergabung dengan akademi muda Galatasaray pada usia 11 tahun, dan kemudian mencatatkan 14 kali penampilan bersama tim utama - yang 13 di antaranya dilakoni pada musim 2018/19 sebelum pindah ke Stuttgart.
Sejak matchday ke-19 musim lalu, ia telah bermain 90 menit penuh di setiap pertandingan, hal itu menjadikannya penghuni tim reguler termuda di Bundesliga bersama Jadon Sancho. Berdasarkan catatan musim lalu, pemain berusia 19 tahun itu rata- rata melakukan intersepsi setiap delapan menit per pertandingan dengan torehan tiga gol ke gawang lawan.
Kabak sudah memenangkan 50 caps sebagai pemain untuk tim muda bagi negaranya dan meskipun ia belum melakukan debut internasional seniornya bersama Turki, ia telah dipanggil ke tim utama untuk pertama kalinya pada Maret 2019 lalu.
Ia diketahui mengagumi Virgil van Dijk, Raphael Varane dan Sergio Ramos. Walau mengidolakan senior- seniornya tersebut, ia tetap mengembangkan gaya permainannya sendiri - yang tentunya akan kita bahas bagian berikutnya.
Gaya Bermain

Kabak lihai dalam membaca permainan dan baik saat pengambilan keputusan, serta cepat dan tanggap dengan merasakan datangnya bahaya. Dia memiliki antisipasi yang apik dengan pergantian langkah yang
lincah dalam upayanya menggagalkan ancaman gol dari serangan lawan.
Direktur olahraga Stuttgart Thomas Hitzlsperger menyebutnya sebagai pemain yang bijaksana pada usianya yang masih begitu muda. Kabak juga dikenal sangat tenang dan terkontrol dalam mengorganisir
pertahanan serta tidak kompromi dalam mengambil keputusan, khususnya dengan tekel bersih di area kotak penalti sendiri.
Bersama Schalke untuk lima tahun ke depan, tentunya ia akan menjadi tumpuan David Wagner dalam skemanya mematahkan alur serangan lawan. Bermodalkan fisik atletis dan ideal serta kemampuannya dalam menerapkan taktik pelatih secara maksimal - mampukah defender yang mengenakan nomor punggung 4 ini mengorganisir benteng pertahanan Schalke dalam upaya mereka merebut kembali kehormatan sebagai yang terbaik di Bundesliga? Kita pantau perjalanannya pada gelaran Bundesliga musim 2019/20 ini.
Tahukah Kamu?
Dua gol Kabak dalam kemenangan 5-1 Stuttgart atas Hannover pada matchday ke-24 musim lalu membuatnya melampaui rekor Hakan Calhanoglu sebagai pemain Turki termuda yang mencetak dua gol dalam satu pertandingan di Bundesliga di usia 18 tahun 11 bulan dan tujuh hari. Luar biasa bukan?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mengenal Ozan Kabak, Calon Bek Tengah Terbaik Dunia Milik Schalke
Bundesliga 4 Oktober 2019, 20:26
-
Ketika Para Zehner Kembali Bersinar di Bundesliga
Bundesliga 4 Oktober 2019, 20:01
-
5 Alasan Bayern Munchen Bisa Juara Liga Champions
Bundesliga 3 Oktober 2019, 15:08
-
Perasaan Serge Gnabry Usai Cetak 4 Gol ke Gawang Tottenham
Bundesliga 2 Oktober 2019, 13:34
-
Ingin Jadi Bek Terbaik Dunia, Niklas Sule Akui Tolak Klub Premier League
Bundesliga 1 Oktober 2019, 11:24
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR