Bola.net - Masa depan Jadon Sancho di Borussia Dortmund sedang menjadi bahan spekulasi. Pemain asal Inggris itu berpotensi meninggalkan klub dalam waktu dekat.
Bukan rahasia lagi kalau Sancho menjadi incaran banyak klub besar Eropa. Liverpool, Manchester United, Barcelona dan Real Madrid, sudah dikaitkan dengan mantan pemain Manchester City itu.
Sancho mencatatkan 7 gol dan 9 assist dari 19 pertandingan untuk Dortmund pada musim ini. Meski penampilannya tidak buruk, hubungan Sancho dengan klub dikabarkan sedang tidak bagus.
Belakangan ini Sancho kerap dicadangkan oleh pelatih Lucien Favre. Sebelumnya, Sancho juga sempat mendapat denda karena terlambat kembali ke Dortmund, setelah jeda internasional.
Situasi itu memunculkan rumor Sancho sudah tak betah di Signal Iduna Park. Sancho kabarnya ingin pergi dari Dortmund pada Januari mendatang.
Liverpool dan Manchester United disebut-sebut akan mengajukan tawaran untuk merekrut Sancho pada bursa transfer Januari. Namun, Anfield bisa menjadi tempat yang tepat untuk pemain berusia 19 tahun tersebut.
Berikut ini tiga alasan mengapa Jadon Sancho harus pindah ke Liverpool seperti dilansir Sportskeeda.
Jurgen Klopp

Mantan manajer Borussia Dortmund ini merupakan alasan utama dibalik kesuksesan Liverpool belakangan ini. Klopp berhasil membawa The Reds dari tim yang berkutat di papan tengah menjadi juara Liga Champions.
Klopp adalah salah satu manajer terbaik di dunia saat ini. Para pemain percaya dan menghormatinya sementara para penggemar mengaguminya. Dia punya gaya permainan yang menarik.
Sancho bisa berkembang pesat di bawah Klopp. Ia bisa mengikuti jejak pemain-pemain seperti Robert Lewandowski, Marco Reus, Sadio Mane, Roberto Firmino dan Mohamed Salah. Dia akan punya kebebasan untuk mengekspresikan dirinya di bawah seseorang yang tahu cara memoles pemain muda berbakat.
Meski berbakat, Sancho punya masalah dengan disiplin. Klopp pasti bisa akan membantu mengatasi itu dan menjadikan bintang muda Inggris pemain yang lebih baik. Sancho pasti bisa memaksimalkan potensinya di bawah asuhan Klopp.
Gaya Bermain

Di bawah asuhan Jurgen Klopp, Liverpool memainkan sepakbola menyerang yang atraktif. Mereka menggunakan transisi menyerang untuk efek yang menghancurkan yang berbeda dari sistem serangan balik.
Gaya bermain ini membuat Sadio Mane, Roberto Firmino dan Mohamed Salah sangat tajam dan menjadkan mereka salah satu dari trio paling menakutkan di dunia. Salah mampu bangkit dan sekarang menjadi pencetak gol yang produktif. Mane finis ke-4 dalam penghargaan Ballon d'Or baru-baru ini, sementara Firmino lebih dari sekedar false nine biasa.
Bermain untuk tim yang memainkan sepak bola pragmatis dan bertahan bisa merusak pemain yang berkarakter menyerang. Alexis Sanchez dan Henrikh Mkhitaryan di Manchester United adalah contoh nyatanya. Sancho bisa menjadi mesin gol yang menakutkan di bawah Klopp.
Tekanan

Manchester United dan Chelsea sedang dalam masa transisi dan proses pembagunan tim. Setan Merah berada di posisi ke-6 di liga dan tidak ada identitas bermain yang jelas. Chelsea tampil lebih menjanjikan di bawah Frank Lampard meski mendapat embargo transfer. Sancho pasti diharapkan bisa langsung memberikan dampak yang besar dan mendongkrak performa mereka.
Di sisi lain, Liverpool sedang on fire karena baru saja memenangkan Liga Champions dan berada di jalur yang tepat untuk menjuarai Premier League. Sancho tidak diharapkan langsung menjadi starter, apalagi ditugaskan untuk mengubah tim yang sedang sakit. Dia pasti akan diberi waktu untuk beradaptasi dan mendapatkan waktu bermain secara bertahap. Hal itu pernah terjadi pada Fabinho dan dia bisa menembus starting XI saat kondisinya fit.
Sancho bisa belajar dari Mane dan Salah yang saat ini merupakan salah satu penyerang terbaik di Premier League. Selain itu, Salah dan Mane sudah dikaitkan dengan pintu keluar dari Anfield. Jika transfer tersebut pada akhirnya benar-benar terjadi, Sancho bisa langsung menggantikan dan menjadi pemain kunci dalam waktu singkat.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bos RB Salzburg: Jurgen Klopp Pelatih Terbaik Dunia
Liga Champions 5 Desember 2019, 23:19
-
Akhirnya Balik Bermain Bagi Liverpool, Begini Curhatan Shaqiri
Liga Inggris 5 Desember 2019, 22:24
-
Lionel Messi Ungkap Alasan Pilih Sadio Mane di FIFA The Best Award
Liga Champions 5 Desember 2019, 21:31
-
Sadio Mane Diklaim Layak Menangkan Ballon d'Or 2019
Liga Champions 5 Desember 2019, 21:20
-
Van Dijk Optimis Cetak Sejarah Bersama Liverpool di Ajang Piala Dunia Antarklub
Lain Lain 5 Desember 2019, 20:50
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Man City vs Exeter City - Link Nonton FA Cup/Piala FA di Vidio
Liga Inggris 10 Januari 2026, 15:00
-
Aspar Team Sebut CFMoto Godok Rencana Balapan di MotoGP, Tapi Jalannya Takkan Mulus
Otomotif 10 Januari 2026, 14:47
-
Darrren Fletcher Pastikan MU Bakal All-In ke FA Cup
Liga Inggris 10 Januari 2026, 14:15
-
Login! Arsenal Ramaikan Perburuan Transfer Marc Guehi
Liga Inggris 10 Januari 2026, 13:30
-
Luis Enrique Enggan Perpanjang Kontrak di PSG, MU Siaga Satu!
Liga Inggris 10 Januari 2026, 12:30
-
Bandung BJB Tandamata Buka Proliga 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan, Risco Herlambang Puas
Voli 10 Januari 2026, 11:40
-
Chelsea Digosipkan Bakal Angkut Vinicius Junior, Begini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 10 Januari 2026, 11:15
-
Kabar Terbaru Calon Caretaker Baru MU: Jadinya Ole apa Carrick nih?
Liga Inggris 10 Januari 2026, 10:30
-
Arsenal Intip Peluang Bajak Arda Guler dari Real Madrid
Liga Inggris 10 Januari 2026, 10:15
-
Murah Meriah! Juventus Hanya Perlu Bayar Segini untuk Jasa Federico Chiesa
Liga Italia 10 Januari 2026, 09:45
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52


























KOMENTAR