
Bola.net - Semangat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam menjalani sidang sengketa informasi publik dengan Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI), tidak pernah padam. Hal tersebut, digaransi Direktur Hukum PSSI, Aristo Pangribuan.
Helmy Atmaja dan Rifqi Azmi, mengklaim sebagai perwakilan para suporter yang tergabung dalam Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI), menuntut PSSI transparan dalam pemaparan dokumen publik. Di antaranya saja, dokumen kontrak antara PSSI dengan stasiun televisi, rincian penerimaan dan penggunaan hak siar Timnas senior dan Timnas U-19 selama 2012-2014.
Lalu, pengelolaan dana hak siar dan sponsorship temasuk berapa tiket yang telah dicetak PSSI sepanjang penyelenggaraan Piala AFF U-19, Pra Piala Asia U-19 tahun 2013 dan Tur Nusantara U-19 tahun 2014, juga rincian distribusi keseluruhan kategori tiket yang telah dicetak.
"Lucunya, mereka tidak bisa membuktikan apa-apa kepada KIP (Komisi Informasi Pusat). Hanya menunjukkan bukti berupa kliping-kliping berita dari media massa. Di hadapan Ketua Sidang, mereka katakan PSSI harus akuntable karena prestasi Timnas menurun," kata Aristo.
"Karena hanya menunjukkan kliping berita, mereka disemprot Ketua Sidang. Itu menunjukkan mereka tidak memiliki bukti-bukti yang kuat," imbuhnya.
Terkait tuntutan Helmy Atmaja dan Rifqi Azmi seputar UU No 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, setiap warga negara atau badan hukum berhak mengajukan permintaan informasi publik, Aristo memberikan penjelasan.
Dipaparkannya, PSSI hanya berkewajiban menyampaikannya dalam Kongres. Dimana, dalam Kongres tersebut diikuti para peserta yang sah.
"Sekalipun kami mendapatkan dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), misalnya dari Kemenpora, tentu kami hanya berkewajiban melakukan laporan kepada Kemenpora. Lalu, Kemenpora yang selanjutnya menyampaikan ke publik. Begitulah urutannya. Tapi sejauh ini, bantuan yang diberikan sangat dan sebatas pada Kongres Luar Biasa (KLB) di tahun 2013," pungkasnya. (esa/dzi)
Helmy Atmaja dan Rifqi Azmi, mengklaim sebagai perwakilan para suporter yang tergabung dalam Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI), menuntut PSSI transparan dalam pemaparan dokumen publik. Di antaranya saja, dokumen kontrak antara PSSI dengan stasiun televisi, rincian penerimaan dan penggunaan hak siar Timnas senior dan Timnas U-19 selama 2012-2014.
Lalu, pengelolaan dana hak siar dan sponsorship temasuk berapa tiket yang telah dicetak PSSI sepanjang penyelenggaraan Piala AFF U-19, Pra Piala Asia U-19 tahun 2013 dan Tur Nusantara U-19 tahun 2014, juga rincian distribusi keseluruhan kategori tiket yang telah dicetak.
"Lucunya, mereka tidak bisa membuktikan apa-apa kepada KIP (Komisi Informasi Pusat). Hanya menunjukkan bukti berupa kliping-kliping berita dari media massa. Di hadapan Ketua Sidang, mereka katakan PSSI harus akuntable karena prestasi Timnas menurun," kata Aristo.
"Karena hanya menunjukkan kliping berita, mereka disemprot Ketua Sidang. Itu menunjukkan mereka tidak memiliki bukti-bukti yang kuat," imbuhnya.
Terkait tuntutan Helmy Atmaja dan Rifqi Azmi seputar UU No 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, setiap warga negara atau badan hukum berhak mengajukan permintaan informasi publik, Aristo memberikan penjelasan.
Dipaparkannya, PSSI hanya berkewajiban menyampaikannya dalam Kongres. Dimana, dalam Kongres tersebut diikuti para peserta yang sah.
"Sekalipun kami mendapatkan dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), misalnya dari Kemenpora, tentu kami hanya berkewajiban melakukan laporan kepada Kemenpora. Lalu, Kemenpora yang selanjutnya menyampaikan ke publik. Begitulah urutannya. Tapi sejauh ini, bantuan yang diberikan sangat dan sebatas pada Kongres Luar Biasa (KLB) di tahun 2013," pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tak Punya Bukti Kuat, Wakil FDSI Disemprot Ketua Sidang KIP
Bola Indonesia 24 November 2014, 21:08
-
PSSI: Ini Panggung Edukasi Publik
Bola Indonesia 24 November 2014, 19:00
-
Hadirkan Ahli Hukum Dari UI, PSSI Lakukan Counter Attack
Bola Indonesia 24 November 2014, 18:53
-
Komdis PSSI Janjikan Kejutan Investigasi Sepakbola Gajah
Bola Indonesia 19 November 2014, 22:28
-
Kemenpora Imbau PSSI Bersikap Transparan
Bola Indonesia 19 November 2014, 16:36
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR