Chelsea Dihajar Brighton, Gestur Enzo Fernandez Bikin Legenda Inggris Ini Kesal

Chelsea Dihajar Brighton, Gestur Enzo Fernandez Bikin Legenda Inggris Ini Kesal
Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez. (c) AP Photo/Ian Walton, File

Bola.net - Kekalahan kembali menghantam Chelsea saat bertandang ke markas Brighton & Hove Albion. Laga pekan ke-34 Premier League 2025/2026 di Amex Stadium, Rabu (22/04/2026) dini hari WIB, berakhir pahit bagi The Blues.

Tim tuan rumah tampil dominan sejak awal dan menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan. Gol dari Ferdi Kadioglu, Jack Hinshelwood, dan Danny Welbeck memastikan tiga poin tetap di kandang.

Hasil ini memperpanjang catatan buruk Chelsea yang kini sudah lima laga liga beruntun tanpa mencetak gol. Ini menjadi rekor negatif pertama mereka sejak tahun 1912, mempertegas krisis yang sedang melanda klub London tersebut.

Situasi semakin panas ketika para pendukung Chelsea meluapkan kekecewaan mereka di stadion. Sementara itu, posisi tim juga terus merosot ke peringkat tujuh dengan 48 poin, tertinggal tujuh angka dari zona Eropa.

1 dari 4 halaman

Gestur Enzo Fernandez Disorot, Picu Kritikan Sherwood

Aksi Enzo Fernandez dalam laga Chelsea vs PSG di leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Aksi Enzo Fernandez dalam laga Chelsea vs PSG di leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Sorotan tajam justru datang setelah peluit akhir berbunyi di Amex Stadium. Enzo Fernandez tertangkap kamera berdiri di depan fans dengan gestur mengangkat bahu dan tangan terbentang.

Aksi tersebut langsung menuai kritik keras dari mantan pemain Blackburn dan Timnas Inggris yang kini menjadi pandit, Tim Sherwood. Ia menilai sikap sang kapten sama sekali tidak mencerminkan jiwa kepemimpinan.

Sherwood bahkan meragukan kelayakan Enzo sebagai kapten Chelsea. Menurutnya, gestur itu lebih menunjukkan ketidakpedulian ketimbang tanggung jawab.

“Ia ingin membuat pertunjukan. Ini bukan seseorang yang ingin saya lihat mengenakan ban kapten," kata Sherwood pada Sky Sports.

2 dari 4 halaman

Peran Kapten Dipertanyakan, Enzo Dinilai Gagal Memimpin Chelsea

Selebrasi Enzo Fernandez di laga Argentina vs Mauritania, Sabtu (28/03/2026). (c) AP Photo/Gustavo Garello

Selebrasi Enzo Fernandez di laga Argentina vs Mauritania, Sabtu (28/03/2026). (c) AP Photo/Gustavo Garello

Sherwood kemudian menjelaskan bagaimana seharusnya seorang kapten bertindak di situasi sulit. Ia menilai Enzo gagal menjalankan fungsi dasar sebagai pemimpin di lapangan.

Menurutnya, seorang kapten seharusnya tampil menentukan saat pertandingan berlangsung, bukan bereaksi setelah semuanya berakhir. Ia juga menyinggung kurangnya kontribusi nyata Enzo dalam membantu tim keluar dari tekanan.

Sherwood menilai gelandang asal Argentina itu lebih terlihat bermain untuk dirinya sendiri. Hal ini dinilai berbahaya dalam situasi tim yang sedang terpuruk.

“Ia ingin meninggalkan klub. Ia membusungkan dada, ia berdiri di sana, ia mengambil sikap, bung, ambil sikap saat pertandingan berlangsung, lakukan sesuatu, pimpin pemainmu, kamu adalah individu yang bermain untuk dirimu sendiri," kritiknya.

"Ia mungkin di sana berbicara dengan staf pelatih mencoba menyalahkan semua orang di sekitarnya, bukan itu yang dilakukan seorang pemimpin, mereka membangkitkan semangat rekan setim mereka, mereka memastikan mereka terorganisir, ia harus tahu saat berada di lapangan apa yang diinginkan Liam Rosenior, dan ia harus mencoba menerapkannya di lapangan untuk manajernya.”

3 dari 4 halaman

Desakan Perubahan di Chelsea, Pemain dan Manajemen Disentil

Aksi pemain Chelsea, Alejandro Garnacho saat melawan Brighton di Amex Stadium, 22 April 2026. (c) dok.ChelseaFC

Aksi pemain Chelsea, Alejandro Garnacho saat melawan Brighton di Amex Stadium, 22 April 2026. (c) dok.ChelseaFC

Kritik Sherwood tidak berhenti pada Enzo saja. Ia juga menilai ada masalah lebih besar di dalam tubuh Chelsea yang harus segera dibenahi.

Menurutnya, para pemain terlihat tidak bermain untuk pelatih mereka. Pergantian manajer yang terus terjadi juga dianggap tidak akan menyelesaikan masalah inti klub.

Ia menyebut bahwa banyak pelatih telah menjadi korban situasi di Chelsea. Nama-nama seperti Mauricio Pochettino, Graham Potter, hingga Enzo Maresca disebut sebagai contoh.

“Mereka tidak bermain untuk manajer mereka. Entah itu ia (Rosenior), Pochettino, Potter, Enzo Maresca, mereka semua dikorbankan. Para pemain perlu introspeksi diri tetapi klub perlu berubah, Anda tidak akan mengubah pola pikir para penggemar Chelsea ini."


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL