
Bola.net - Lionel Messi tampaknya tidak begitu berjodoh dengan Liga Champions. Memang Messi sudah mengoleksi sejumlah trofi, tapi dia sudah lama tidak juara, bahkan justru lebih sering merasakan kekalahan buruk di kompetisi tersebut.
Tercatat, Messi terakhir kali menjuarai Liga Champions pada tahun 2015 lalu. Sejak saat itu, Messi belum pernah menang lagi. Bahkan untuk mencapai final, La Pulga juga kesulitan bersama Barcelona maupun PSG.
Ada kemungkinan kemenangan treble Barcelona delapan tahun lalu saat Messi berusia 27 tahun akan menjadi yang terakhir baginya memegang si Kuping Besar. Setelah itu Messi lebih banyak menderita kekalahan menyakitkan di Liga Champions.
Berikut lima kekalahan menyakitkan Lionel Messi di Liga Champions. Yuk disimak, Bolaneters!
5. PSG 2-3 Real Madrid (2022)
Messi absen pada leg pertama babak 16 besar di Paris tetapi wajahnya gembira ketika melihat Mbappe cemerlang dan membuat Parisiens unggul 1-0 di kandang. Mbappe kemudian membuat PSG unggul agregat 2-0 kala mencetak gol lagi di Santiago Bernabeu pada leg kedua.
Akan tetapi, Mbappe harus belajar kepada seniornya asal Prancis, Karim Benzema, pada laga itu. Benzema mencetak hattrick dalam 17 menit yang mengubur impian PSG dan Messi melaju ke perempat final.
4. Barcelona 2-3 Atletico Madrid (2016)

Barcelona asuhan Luis Enrique tampak benar-benar tak terbendung pada musim 2015/2016 karena memenangi treble winners pada musim sebelumnya.
Mereka meraih 12 kemenangan liga berturut-turut di musim selanjutnya selepas treble winners dan mengalahkan rival La Liga Atletico Madrid 2-1 di leg pertama perempat final Liga Champions.
Messi, Suarez, dan Neymar berada di puncak kekuatan. Namun, mereka tidak berkutik pada leg kedua karena strategi Atletico di bawah Diego Simeone. Atletico menang 2-0 dari brace Antoine Griezmann dan menjadikan agregat 3-2.
3. Barcelona 2-8 Bayern Munchen (2020)
Barcelona kalah 2-8 dari Bayern Munchen pada perempat final Liga Champions 2019/2020 itu bukan merupakan skor agregat dari dua leg, melainkan hanya satu pertandingan.
UEFA membatalkan sistem home away pada saat itu karena pandemi Covid-19. Bayern Munchen sangat brutal dengan menumbangkan raksasa Spanyol yang masih diperkuat Lionel Messi.
2. Barcelona 4-4 AS Roma (2018)

Barcelona tidak sepenuhnya meyakinkan pada leg pertama perempat final Liga Champions 2017/2018. Meski demikian, Blaugrana menang telak 4-1 di Camp Nou, serta sangat nyaman untuk terbang ke Roma.
Akan tetapi tidak ada yang menyangka jika gol Edin Dzeko di Camp Nou harganya sangat mahal bagi AS Roma. Tim Serigala Ibu Kota Italia ini mampu menang 3-0 di Olympico dan membuat agregat menjadi 4-4 dan membuat Roma lolos karena gol tandang Dzeko.
1. Barcelona 3-4 Liverpool (2019)
Barcelona bertandang ke Merseyside pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018/2019 dengan keunggulan 3-0 pada leg pertama. Blaugrana tampaknya belajar dari AS Roma musim sebelumnya dengan tidak membiarkan lawan mencetak gol tandang.
"Ayo, teman-teman, mari kita maju selangkah," kata Messi kepada rekan satu timnya di babak pertama leg kedua di Anfield. Tetapi kenyataannya, Barcelona justru dihajar 4-0 oleh tuan rumah Liverpool.
Sumber: Planet Football
Disadur dari: Bola.com (Yus Mei Sawitri) 9 Maret 2023
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mantan Pemain Buka Kondisi Ruang Ganti PSG: Hanya Sekumpulan Individu
Liga Eropa Lain 14 Maret 2023, 14:31
-
Bos Bayern Munchen Kuak Sebab Tak Mainkan Joao Cancelo di Laga Lawan PSG
Liga Champions 14 Maret 2023, 03:00
-
Man of the Match Brest vs PSG: Lionel Messi
Liga Eropa Lain 12 Maret 2023, 05:24
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR