
Bola.net - Manchester United mengambil langkah cepat di bursa transfer musim panas ini dengan merekrut Matheus Cunha dari Wolves. Transfer senilai 62,5 juta pounds ini terjadi di tengah bayang-bayang kegagalan memalukan Setan Merah pada musim sebelumnya.
MU menyelesaikan musim di peringkat ke-15 Premier League dan gagal melaju ke kompetisi Eropa, meninggalkan banyak pekerjaan rumah bagi pelatih Ruben Amorim. Kedatangan Cunha memberikan harapan baru untuk menghidupkan kembali lini serang yang kurang produktif dan miskin kreativitas.
Kini, pertanyaan utamanya adalah seberapa besar dampak yang mampu diberikan oleh pemain asal Brasil ini terhadap sistem permainan Amorim. Dengan kepergian Alejandro Garnacho yang hampir pasti, peran Cunha bisa menjadi sangat krusial sejak awal.
Pengganti Garnacho dan Pendamping Fernandes
Salah satu kekhawatiran utama United untuk musim depan adalah minimnya pilihan di lini serang. Alejandro Garnacho diperkirakan akan meninggalkan klub. Sementara itu, Mason Mount dan Amad Diallo belum bisa diandalkan sepenuhnya akibat masalah cedera.
Selama ini, Bruno Fernandes menjadi tumpuan kreativitas utama MU, namun beban yang dipikulnya terlalu berat. Kehadiran Cunha diharapkan mampu membagi tanggung jawab tersebut dan menghadirkan opsi baru dalam skema 3-4-2-1.
Cunha dikenal memiliki fleksibilitas untuk bermain di berbagai posisi menyerang—baik sebagai penyerang kedua, gelandang serang kiri, maupun ujung tombak. Ia berpotensi mengisi posisi yang kemungkinan ditinggalkan Garnacho dan memberikan dimensi baru pada serangan tim.
Gaya Bermain Agresif dan Direct

Cunha merupakan tipe pemain yang gemar melancarkan serangan langsung ke jantung pertahanan lawan. Statistik menunjukkan bahwa ia adalah salah satu pemain paling progresif di Premier League dalam hal dribel dan umpan-umpan vertikal yang mengancam.
Selama ini, MU terlalu bergantung pada Fernandes untuk memulai serangan dari lini kedua. Cunha hadir dengan karakteristik serupa, namun dilengkapi dengan kecepatan ekstra dan naluri menyerang dari berbagai sudut lapangan.
Dalam pertandingan melawan Leicester pada musim 2024/2025 lalu, Cunha menunjukkan kualitasnya dengan mencetak satu gol dan menyumbang dua assist. Ia memperlihatkan keberanian dalam membawa bola dari tengah lapangan, melewati lawan, dan menciptakan peluang berbahaya.
Koneksi Alami dengan Sistem Amorim
Salah satu keuntungan terbesar dari Cunha adalah pengalamannya bermain dalam sistem 3-4-2-1 saat di Wolves. Di bawah asuhan Vitor Pereira dan Gary O’Neil, ia terbiasa dengan fleksibilitas peran di sepertiga akhir lapangan.
Kebiasaannya berpindah posisi, turun menjemput bola, hingga menusuk ke area kotak penalti sangat cocok dengan gaya bermain yang diinginkan Amorim. Ia bisa menjadi mitra seimbang bagi Fernandes di lini serang.
Namun, tantangan bagi Amorim adalah menjaga keseimbangan antara dua pemain kreatif ini. Karena keduanya termasuk pemain dengan tingkat usage rate tertinggi, kolaborasi mereka harus terjalin tanpa adanya ego yang saling berbenturan.
Naluri Gol dan Ancaman dari Berbagai Arah

Cunha bukan tipikal penyerang yang hanya menunggu bola datang, melainkan pemain yang aktif menciptakan peluang. Ia memiliki kemampuan untuk menembus garis pertahanan lawan, serta insting mencetak gol dari jarak dekat maupun jauh.
Contohnya terlihat jelas ketika ia mencetak gol ke gawang Fulham dan Ipswich. Dalam dua momen tersebut, ia mampu membaca ruang, mengambil posisi dengan cepat, dan mengeksekusi peluang dengan teknik tinggi.
Meskipun kaki kiri bukan kaki dominannya, Cunha telah membuktikan bahwa ia tetap berbahaya dengan kaki lemahnya, termasuk saat mencetak gol melengkung di Anfield. Kemampuan menggunakan kedua kakinya akan memberikan variasi tambahan bagi lini serang MU.
Harapan Baru untuk United yang Terpuruk
Secara teori, Matheus Cunha adalah pemain dengan profil yang sempurna untuk menghidupkan kembali serangan MU. Ia memiliki kepercayaan diri tinggi, mampu menciptakan peluang, dan tidak takut mengambil risiko.
Manchester United membutuhkan pemain yang bisa membuat perbedaan sendiri ketika serangan mengalami kebuntuan. Cunha bisa menjadi sosok tersebut jika diberi kebebasan sekaligus tanggung jawab oleh Amorim.
Dalam skuad yang kurang inspirasi, kehadiran sosok yang flamboyan dan tajam seperti Cunha berpotensi menyuntikkan energi baru. Kini, tinggal menantikan apakah ia dapat menjawab ekspektasi besar tersebut.
Jangan Lewatkan!
- Menguak Keistimewaan Treble: Hanya 9 Klub Termasuk Man United dan Barcelona yang Berhasil Meraihnya
- Lepas Garnacho, MU Bakal Rekrut Winger asal Afrika?
- Delap Gagal, MU Incar Bomber PSG Ini?
- Pemain Timnas Portugal Ini Sarankan Bruno Fernandes Terima Pinangan Al-Hilal
- Latihan Neraka! Ruben Amorim Siapkan Program Pramusim Brutal untuk Skuad Manchester United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Usai Taklukkan Spanyol, Antony Bakal Coba Peruntungan di Italia?
Liga Inggris 3 Juni 2025, 21:47
-
Delap Gagal, MU Kini Tancap Gas Rekrut Mantan Top Skor Serie A Ini?
Liga Inggris 3 Juni 2025, 21:26
-
Kiper AS Roma Ini Bakal Gantikan Andre Onana di MU?
Liga Inggris 3 Juni 2025, 21:05
LATEST UPDATE
-
Daftar Lengkap Tim Lolos 32 Besar FA Cup 2025/2026
Liga Inggris 11 Januari 2026, 11:25
-
Rafael Leao Jadi Penyelamat Milan, Allegri Ungkap Perubahan Penting Sang Bintang
Liga Italia 11 Januari 2026, 10:55
-
Transfer Panas! Chelsea Siap Jual Palmer, Man United Siap Beli Dengan Dana Jumbo!
Liga Inggris 11 Januari 2026, 09:59
-
Manchester United Ketar-Ketir Ditinggal Pergi Bruno Fernandes
Liga Inggris 11 Januari 2026, 09:33
-
Jadwal Lengkap Piala Super Spanyol 2026, 8-12 Januari 2026
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 09:21
-
5 Pemain Kunci Barcelona untuk Kalahkan Real Madrid di Final Piala Super Spanyol
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 08:00
-
Jadwal Semifinal Piala Afrika 2025: Senegal vs Mesir, Nigeria vs Maroko
Bola Dunia Lainnya 11 Januari 2026, 07:00
-
Persita vs Borneo FC: Alasan Kekalahan Borneo FC di Tangan Persita
Bola Indonesia 11 Januari 2026, 06:59
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52

























KOMENTAR