
Bola.net - Final Coppa Italia musim ini akan mempertemukan dua tim yang sama-sama haus gelar. AC Milan dan Bologna siap adu strategi di Stadio Olimpico, Kamis (15/5) dini hari WIB. Trofi dan tiket Eropa jadi taruhan besar dalam duel klasik ini.
Kota Roma akan menjadi saksi apakah Milan mengakhiri puasa gelar domestik sejak 2003, atau Bologna mengulang sejarah setelah setengah abad. Ini juga akan jadi final pertama kedua tim di ajang Coppa Italia.
Milan datang dengan kepercayaan diri usai menang 3-1 atas Bologna di Serie A. Namun, seperti kata orang: partai final punya ceritanya sendiri.
Milan: Bangkit dan Menyerang

Musim Milan memang berliku. Terdepak dari Eropa dan sempat inkonsisten, mereka kini kembali solid. Empat kemenangan beruntun jadi bukti konsistensi mulai terbentuk.
Perubahan skema ke tiga bek jadi kunci. Sistem ini membuka ruang bagi pemain sayap untuk eksplosif, sekaligus memberi stabilitas di belakang.
Santiago Gimenez kerap muncul sebagai pahlawan dari bangku cadangan. Kombinasi Rafael Leao dan Christian Pulisic juga kian padu di sektor depan.
Bologna: Kejayaan Lama yang Dirindukan

Bologna punya rekam jejak apik di Coppa Italia. Dua kali ke final, dua kali pula mereka pulang sebagai juara, terakhir pada 1974.
Perjalanan mereka musim ini pun patut diacungi jempol. Menyingkirkan Monza, Atalanta, dan Empoli bukan pekerjaan ringan.
Vincenzo Italiano sukses meracik tim yang kolektif dan berkarakter. Kini, mereka hanya tinggal selangkah lagi dari kejayaan yang telah lama dirindukan.
Rekor dan Realita

Dalam sejarah Coppa Italia, Milan lebih sering menang atas Bologna. Dari 14 pertemuan sebelumnya, Rossoneri unggul dengan enam kemenangan.
Namun, Bologna sempat membuat kejutan dengan memutus rekor 17 laga tanpa menang atas Milan di Serie A musim ini. Kekalahan di San Siro akhir pekan lalu pun menjadi pemicu semangat balas dendam.
Meski begitu, tren Bologna sedang menurun. Tiga laga terakhir tanpa kemenangan bisa memengaruhi kepercayaan diri mereka jelang final.
Skuad Siap Tempur

Milan akan tampil dengan kekuatan hampir penuh. Youssouf Fofana sudah kembali dari cedera dan Leao bisa bermain setelah menjalani skorsing.
Fikayo Tomori juga kemungkinan besar siap meski sempat mengalami gangguan fisik ringan. Pelatih Sergio Conceicao kini dihadapkan pada pilihan di lini depan: Gimenez, Tammy Abraham, atau Luka Jovic.
Di kubu Bologna, Thijs Dallinga diprediksi jadi starter menggantikan Santiago Castro. Secara umum, Rossoblu berada dalam kondisi siap tanding.
Adu Mental dan Momentum

Baik Milan maupun Bologna punya catatan impresif saat tertinggal. Milan mengumpulkan 22 poin dari posisi ketinggalan, Bologna mencatatkan 18 poin.
Fakta ini bisa jadi penanda bahwa final akan berlangsung ketat dan tak mudah diprediksi. Perpanjangan waktu atau adu penalti bukan kemungkinan yang mustahil.
Meski demikian, Milan sedikit lebih diunggulkan berkat momentum dan kedalaman skuad. Setelah lebih dari 20 tahun, Coppa Italia bisa kembali ke lemari trofi mereka.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Prediksi AC Milan vs Bologna 15 Mei 2025
- 15 Menit Blackout Bologna di San Siro
- Doppietta Santiago Gimenez, Kado untuk Ibu, dan Sinyal ke Final Coppa Italia
- Bara Semangat AC Milan: Pemanasan Sempurna Jelang Final Coppa Italia
- AC Milan Comeback Lagi: Tak Sempurna, tapi Efektif
- Rapor Pemain Milan saat Menang 3-1 vs Bologna: Gimenez 2 Gol dari Bangku Cadangan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Minta Diskon untuk Transfer Kyle Walker dari Manchester City
Liga Italia 13 Mei 2025, 23:28
-
Kembalinya Xabi Alonso ke Real Madrid Bisa Jadi Ancaman Bagi Milan
Liga Spanyol 13 Mei 2025, 21:37
-
AC Milan vs Bologna: Dari San Siro ke Duel di Olimpico
Liga Italia 13 Mei 2025, 15:06
-
AC Milan, Bologna, dan Akhir Sebuah Penantian Panjang di Kota Roma
Liga Italia 13 Mei 2025, 12:01
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR