
Bola.net - AS Roma dan Parma bersiap bentrok di Stadio Olimpico dalam lanjutan pekan ke-9 Serie A 2025/2026, Kamis, 30 Oktober 2025, pukul 00.30 WIB. Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga ujian sejarah bagi tim tamu.
Sudah 28 tahun lamanya Parma tak pernah menang di markas Roma. Terakhir kali I Crociati pulang dengan kemenangan adalah pada April 1997, ketika masih dilatih Carlo Ancelotti, lewat gol tunggal Hernan Crespo. Sejak saat itu, 21 laga tandang di Olimpico berakhir tanpa satu pun kemenangan bagi Parma.
Meski sejarah tidak berpihak, situasi Roma saat ini membuka sedikit harapan. Giallorossi sedang rapuh di kandang sendiri, dengan tiga kekalahan beruntun di Olimpico musim ini.
Bagi pelatih muda Carlos Cuesta, yang baru berusia 3- tahun, laga ini bisa menjadi momentum untuk menulis sejarah baru—membawa Parma mematahkan kutukan panjang dan menegaskan kebangkitan tim asuhannya di Serie A.
Roma dan Luka di Kandang Sendiri

Roma saat ini duduk di peringkat ketiga klasemen Serie A dengan 18 poin dari delapan laga. Mereka baru saja menang 1-0 atas Sassuolo lewat gol Paulo Dybala, yang mulai menemukan kembali sentuhannya setelah cedera.
Namun, di balik performa solid di liga, masalah besar muncul di Stadio Olimpico. Tim asuhan Gian Piero Gasperini gagal menjadikan kandang mereka sebagai benteng. Sejak awal September, Roma sudah menelan empat kekalahan di depan pendukungnya sendiri.
Mereka tumbang 0-1 dari Lille di Liga Europa, kalah dengan skor sama dari Inter di Serie A, serta dipermalukan 1-2 oleh Viktoria Plzen. Sebelumnya, Torino juga sempat menaklukkan mereka di Olimpico. Hanya dua tim yang berhasil mereka kalahkan di rumah sendiri: Hellas Verona dan Bologna.
Rekor buruk ini memberi harapan bagi Parma, apalagi tim asuhan Cuesta sedang dalam tren positif di laga tandang, tak terkalahkan dalam dua laga terakhir di luar kandang. Ini momentum yang bisa dimanfaatkan untuk mencoba mengakhiri penantian panjang di Roma.
Ketangguhan di Bawah Mistar dan Dinding Pertahanan Parma

Carlos Cuesta datang ke Parma dengan reputasi menjanjikan. Mantan asisten Mikel Arteta di Arsenal itu membawa filosofi pertahanan solid yang mulai terlihat nyata di Serie A. Hingga pekan ke-8, Parma baru kebobolan tujuh gol—lebih baik dibanding Napoli maupun Inter Milan.
Di balik tembok pertahanan Parma, berdiri sosok Zion Suzuki. Kiper asal Jepang berusia 23 tahun itu tampil gemilang sejak awal musim. Ia sudah mencatat tiga clean sheet dan menjadi penentu hasil dalam beberapa laga penting.
Salah satu momen terbaiknya terjadi pekan lalu ketika Suzuki menggagalkan penalti Maxwel Cornet pada menit ke-97, memastikan Parma pulang dengan satu poin. Catatan tiga penyelamatan per laga dan nihil kesalahan yang berujung gol menjadikannya figur penting dalam sistem Cuesta.
Kinerja apik Suzuki akan kembali diuji di Olimpico. Roma musim ini hanya mampu mencetak delapan gol di Serie A—lebih sedikit dari Cremonese, Udinese, dan Lazio. Top skor mereka, Matias Soule, baru mengoleksi tiga gol. Jika lini depan Roma kembali tumpul, peluang Parma untuk mencuri poin bahkan kemenangan terbuka lebar.
Senjata Kecepatan dan Rencana Cuesta di Olimpico

Cuesta tahu betul kekuatan dan keterbatasan timnya. Parma berada di urutan ke-18 dalam statistik penguasaan bola di Serie A dengan rata-rata 42,5 persen per laga. Artinya, mereka harus siap bertahan dan menunggu momen untuk menyerang balik dengan cepat.
Roma, dengan rata-rata penguasaan bola 59 persen, akan mendominasi permainan. Situasi ini membuat Parma perlu mengandalkan transisi cepat dan disiplin tinggi di lini belakang. Di sinilah kecepatan pemain sayap mereka menjadi kunci.
Christian Ordonez, gelandang bertahan yang diubah menjadi wing-back, memiliki stamina dan determinasi tinggi untuk naik-turun sisi kanan. Sementara itu, di kiri, Cuesta mempercayakan posisi itu kepada Sascha Britschgi, bek muda Swiss berusia 19 tahun yang mulai menonjol.
Britschgi bahkan mencetak gol perdananya untuk Parma saat menyingkirkan Spezia di Coppa Italia pada 24 September lalu. Kecepatan dan agresivitas dua pemain sayap ini bisa menjadi senjata kejutan bagi Parma untuk melancarkan serangan balik berbahaya di Olimpico.
Inikah Saatnya?

Sejarah memang tidak berpihak pada Parma setiap kali berkunjung ke Roma. Akan tetapi, kali ini situasinya berbeda. Roma tengah rapuh di kandang sendiri, sementara Parma membawa pertahanan solid, kiper yang sedang naik daun, dan semangat muda dari pelatihnya.
Jika Carlos Cuesta mampu meramu strategi tepat dan timnya tampil disiplin, bukan tidak mungkin laga di Olimpico nanti menjadi malam ketika kutukan 28 tahun itu akhirnya berakhir.
Sumber: FootItalia
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Sentuhan Taktik Ancelotti, Gol Tunggal Crespo, dan Malam Terakhir Parma Menang di Kandang Roma
- Saran Supaya Barcelona Kembali Tampil Solid dan Efisien di Semua Lini: Ganti Formasi
- Milan Tersandung karena Terlalu Banyak Kesalahan
- AC Milan Tampil di Bawah Standar, Terutama dalam Hal Teknis, ketika Ditahan Atalanta
- Ketika AC Milan Kehilangan Tajinya: Para Pemain Kunci Tampil Mengecewakan saat Imbang Lawan Atalanta
- Dari Penjara ke Pencerahan: Kehidupan Baru Dani Alves Setelah Bebas
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kutukan Olimpico: Bisakah Parma Akhiri Puasa Kemenangan di Markas Roma?
Liga Italia 29 Oktober 2025, 14:32
-
Prediksi AS Roma vs Parma 30 Oktober 2025
Liga Italia 28 Oktober 2025, 10:24
-
Periode Berat AC Milan: Atalanta, AS Roma, hingga Inter Milan Menanti di Depan Mata
Liga Italia 26 Oktober 2025, 15:19
-
Prediksi Sassuolo vs AS Roma 26 Oktober 2025
Liga Italia 26 Oktober 2025, 08:15
LATEST UPDATE
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
-
Barcelona Siapkan Manuver Kejutan: Viktor Gyokeres Masuk Radar Transfer
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 21:23
-
Here We Go! AC Milan Gelontorkan Rp 1 Triliun untuk Boyong Pemain Timnas Belgia Ini
Liga Italia 17 Agustus 2026, 20:57
-
Tidak Ada yang Gratis Bagi Marcus Rashford di MU: Dia Harus Berjuang!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 20:30
-
3 Tahun Deco di Barcelona: Sang Arsitek Era Baru Blaugrana
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 20:16
-
Juventus Incar 2 Pemain AC Milan Sekaligus: Youssouf Fofana dan Fikayo Tomori
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:18
-
Juventus Resmikan Transfer John Lucumi dari Bologna
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:04
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR