
Bola.net - Juventus kini menaruh harapan besar pada sosok Luciano Spalletti sebagai pelatih baru yang dipercaya untuk mengembalikan kejayaan klub di panggung Serie A. Selama empat tahun terakhir, Juventus hanya mampu meraih satu trofi Coppa Italia, sebuah pencapaian yang dinilai jauh dari standar klub yang terbiasa mendominasi kompetisi domestik. Situasi tersebut membuat hadirnya Spalletti disertai ekspektasi dan rasa urgensi untuk segera membawa perubahan positif.
Spalletti bukan nama sembarangan dalam peta kepelatihan Serie A. Ia telah membuktikan kapasitasnya membawa klub menuju gelar juara liga serta memiliki pemahaman ideal tentang kultur sepak bola Italia. Juventus berharap pengalaman itu dapat menjadi fondasi kuat untuk membangun era baru yang lebih stabil dan kompetitif, terutama setelah beberapa proyek tak berhasil menciptakan kontinuitas.
Meski demikian, tekanan terhadap Spalletti sudah terasa sejak awal masa kerja. Jika Juventus gagal menembus empat besar pada akhir musim, maka masa depan sang pelatih terancam berakhir sebelum benar-benar membangun program jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa kesabaran manajemen semakin menipis dan hasil positif dalam waktu cepat menjadi harga mutlak.
Taktik, Identitas, dan Otoritas di Ruang Ganti Juventus

Spalletti dikenal sebagai pelatih yang memiliki kecerdasan taktik serta kemampuan memaksimalkan potensi pemain. Ia harus segera mengidentifikasi masalah utama di dalam skuad, termasuk batas kemampuan individu dan kolektif. Langkahnya memposisikan pemain sesuai karakter terbaik menjadi misi awal guna menghindari kebingungan peran yang pernah terjadi pada era sebelumnya.
Otoritas kepelatihan juga menjadi faktor penting. Menurut laporan Tuttomercatoweb, Riccardo Cucchi memberikan pandangannya mengenai Spalletti. Ia menilai, “Saya pengagum, dia pelatih hebat. Tidak akan mudah, tetapi saya pikir dia memiliki otoritas yang mungkin kurang dari para pendahulunya di masa lalu. Dia seseorang yang membuat para pemain mengikutinya. Juventus memiliki keterbatasan teknis, tetapi mereka bisa kembali ke jalur yang benar.” Penilaian ini menggambarkan perpaduan tantangan dan keyakinan yang menyertai Spalletti.
Keputusan memaksimalkan kemampuan Teun Koopmeiners sebagai bek juga disebut sebagai langkah menarik. Cucchi menambahkan bahwa pemain asal Belanda tersebut datang usai dua musim gemilang bersama Atalanta dan memiliki kualitas bertahan yang baik. Pengujian peran baru ini menjadi indikasi awal bahwa Spalletti sedang mencari stabilitas struktur tim demi meningkatkan kepercayaan diri serta hasil positif.
Juventus: Jalan Menuju Kebangkitan dan Syarat Utama

Keyakinan publik bahwa Spalletti mampu mengembalikan Juventus tidak hanya terletak pada taktik, tetapi juga kapasitasnya membangun mental juara. Penegasan Cucchi bahwa tim membutuhkan sosok Dusan Vlahovic sebagai ujung tombak memperkuat bahwa efektivitas lini serang sangat vital. Minimnya jumlah penyerang murni papan atas di Serie A membuat kontribusi Vlahovic menjadi krusial bagi efektivitas serangan.
Perjalanan menuju kebangkitan tidak mudah, tetapi Spalletti sudah memperlihatkan tanda awal yang menjanjikan. Jika ia mampu menjaga disiplin taktikal, membangun kepercayaan diri tim, serta mengoptimalkan peran para pemain kunci, Juventus berpeluang kembali menemukan identitas kompetitif yang sempat memudar. Kini, semua mata di Turin menunggu apakah proyek ini akan menjadi fondasi lahirnya era kebangkitan atau justru babak baru ketidakpastian.
Sumber: Tuttomercatoweb, juvefc
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- BRI Super League: Hanif Sjahbandi Absen Panjang, Tak Bisa Perkuat Persija Jakarta 4 Bulan Akibat Cedera
- BRI Super League: Dukungan PSM Makassar untuk Gol Spektakuler Rizky Ridho di FIFA Puskas Award 2025
- Bisa Bikin Gennaro Gattuso Naik Pitam, Negara Amerika Selatan Ini Bisa Lolos ke Piala Dunia 2026 Walau 10 Kali Kalah di Kualifikasi
- AC Milan dan Kutukan Striker: Analisis Data, Realita, dan 3 Penyebab Utama Macetnya Produktivitas Gol
- Derby della Madonnina: Mentalitas dan Kualitas Modric, Faktor Pembeda bagi AC Milan
- Pengganti Vlahovic di Laga Fiorentina vs Juventus: Saatnya Penyerang Alternatif Ini Tunjukkan Kualitas
- Juventus cuma Punya 1 Gelandang Top: Analisis, Masalah Struktural, Agenda Transfer
- Juventus Butuh Regista: Tuntutan Spalletti yang Tak Bisa Ditawar
- Mesin Gol Belum Berkarat: Lewandowski Bukan Cadangan, Barcelona Masih Membutuhkannya!
- Barcelona Resmi Kembali ke Camp Nou untuk Laga La Liga Akhir Pekan Ini: Momen Bersejarah Usai Renovasi
- Dampak Besar Transfer Nico Paz: 3 Diuntungkan dan 2 Dirugikan jika Real Madrid Membawanya Pulang
- Real Madrid Siap Ambil Risiko? Xabi Alonso Pertimbangkan Transfer Striker West Ham
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Langkah dan Strategi Luciano Spalletti untuk Mengembalikan Juventus ke Jalur Kejayaan
Liga Italia 18 November 2025, 19:35
-
Bila Benar Vlahovic Absen, Juventus Siapkan Kenan Yildiz jadi False 9 Lawan Fiorentina?
Liga Italia 18 November 2025, 09:45
-
Juventus cuma Punya 1 Gelandang Top: Analisis, Masalah Struktural, Agenda Transfer
Liga Italia 17 November 2025, 23:14
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inter vs Bologna 5 Januari 2026
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:45
-
Juventus vs Lecce: Pemain Terbaik dan Terburuk di Allianz Stadium
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:37
-
Man of the Match Juventus vs Lecce: Wladimiro Falcone
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:27
-
Hasil Sassuolo vs Parma: Jay Idzes Gagal Bantu Neroverdi Raih Poin Penuh
Tim Nasional 4 Januari 2026, 01:13
-
Prediksi Man City vs Chelsea 5 Januari 2026
Liga Inggris 4 Januari 2026, 00:30
-
BRI Super League: Kuota Penonton Persik vs Persib Dibatasi
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:44
-
Prediksi BRI Super League, Bali United vs Arema FC 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:31
-
Prediksi Real Madrid vs Real Betis 4 Januari 2026
Liga Spanyol 3 Januari 2026, 22:15
-
Prediksi Fulham vs Liverpool 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 22:00
-
Prediksi BRI Super League, PSIM Yogyakarta vs Semen Padang 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 21:35
-
Prediksi BRI Super League, Persis Solo vs Persita 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 21:10
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43
























KOMENTAR