
Bola.net - Meski sukses besar mengunci gelar dunia MotoGP 2020 di Valencia, Spanyol, Minggu (15/11/2020) lalu, Joan Mir tetap rendah hati. Kepada Diario AS, ia mengaku yakin bahwa kesuksesannya ini tak terlepas dari para pembalap yang pernah membela Suzuki sejak pabrikan asal Hamamatsu, Jepang, ini kembali berkompetisi pada 2015.
Usai menjuarai GP500 2000 bersama Kenny Roberts jr, Suzuki memang terus-terusan jatuh bangun di MotoGP, hingga mereka memilih vakum pada akhir 2011. Namun, 'vakum' bagi mereka tidaklah berhenti mengembangkan proyek MotoGP mereka. Bagi Suzuki, masa vakum ini merupakan masa 'merenung'.
Usai merancang proyek yang lebih mantap, Suzuki pun kembali ke MotoGP pada 2015, dengan Maverick Vinales dan Aleix Espargaro. Meski akhirnya berpisah usai dua tahun saja, kedua rider ini memberikan arahan yang tepat untuk Suzuki, yang kemudian dilanjutkan oleh Alex Rins dan Andrea Iannone, serta sang test rider, Sylvain Guintoli. Sejak 2019, Mir pun ikut berpartisipasi.
Alex Rins Paling Berkontribusi

"Alex, Sylvain, Andrea, Maverick, dan Aleix adalah bagian dari tim kami. Maverick dan Aleix adalah para rider pertama Suzuki ketika mereka kembali ke MotoGP. Tahun demi tahun, kinerja mereka semua dan kinerja Suzuki membuat motor kami terus berkembang dan kini membuat perbedaan," ujar Mir.
Meski begitu, rider 23 tahun ini tak memungkiri bahwa Rins merupakan rider yang paling berkontribusi dalam pengembangan GSX-RR, karena ia telah membela Suzuki sejak 2017. Sebagai rider yang lebih berpengalaman dari Mir, tentu pendapat Rins soal GSX-RR lebih diutamakan.
"Alex rider yang paling lama membela Suzuki dari kami semua, jadi dia juga yang memberikan kontribusi dan informasi terbanyak kepada tim kami. Di lain sisi, ia juga selalu jadi tandem yang hebat bagi saya, ia selalu menunjukkan rasa hormat kepada saya dan Suzuki di dalam trek," kisah Mir.
Alex Rins Adalah Rival Utama
Mir menyatakan, meski ia dan Rins punya hubungan yang sangat baik, mereka tak menyangkal bahwa mereka adalah rival utama bagi satu sama lain. Menurut Mir, ini bukan hal negatif, melainkan justru hal positif, karena mereka jadi saling memotivasi untuk meraih hasil baik, hingga Suzuki juga jadi semakin kompetitif.
"Tentu Alex merupakan rival utama saya. Sejak tahun lalu, saya selalu ingin berada di depannya, dan ia juga pasti ingin ada di depan saya. Ini bagian dari kesuksesan Suzuki, karena kami bertarung memperebutkan podium nyaris di semua balapan. Jika lihat tandem Anda tampil baik, Anda juga pasti terdorong ikut lebih baik," pungkas Mir.
Mir dan Rins pun akan kembali berjumpa di lintasan dalam MotoGP Portugal yang digelar di Sirkuit Algarve, Portimao, pada 20-22 November. Kini, Rins ada di peringkat 3 pada klasemen pembalap dengan 138 poin, dan berusaha merebut peringkat runner up dari Franco Morbidelli yang unggul 4 poin saja darinya.
Sumber: Diario AS
Video: Juarai MotoGP 2020, Joan Mir Akhiri Puasa Gelar 20 Tahun Suzuki
Baca Juga:
- Davide Brivio: Valentino Rossi dan Joan Mir Susah Dibandingkan
- Juarai MotoGP Bareng Valentino Rossi-Joan Mir, Davide Brivio Emosional
- Marc Marquez: Saya Pikir Saya Bakal Raih Gelar Kesembilan, Nyatanya...
- Joan Mir: Gelar Saya Setara dengan Gelar Marc Marquez di MotoGP 2013
- Kompak Susah, Quartararo-Vinales-Rossi Beda Opini Soal Penyebab Jebloknya Yamaha
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sempat Diremehkan Ayah Jorge Lorenzo, Joan Mir: Saya Ini Pekerja Keras!
Otomotif 17 November 2020, 14:10
-
Joan Mir Sebut 6 Rider Berjasa bagi Suzuki, Termasuk Maverick Vinales
Otomotif 17 November 2020, 11:57
-
Davide Brivio: Valentino Rossi dan Joan Mir Susah Dibandingkan
Otomotif 17 November 2020, 11:20
-
Juarai MotoGP Bareng Valentino Rossi-Joan Mir, Davide Brivio Emosional
Otomotif 17 November 2020, 10:00
-
Joan Mir: Gelar Saya Setara dengan Gelar Marc Marquez di MotoGP 2013
Otomotif 16 November 2020, 16:55
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Semen Padang 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:47
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persija 24 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 20:42
-
Dua Sisi Koin di Balik Performa Gemilang Virgil van Dijk
Liga Inggris 23 Februari 2026, 20:26
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 19:59
-
9 Laga Tanpa Gol, Paceklik Mohamed Salah Warnai Kemenangan Tipis Liverpool
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:54
-
Proliga 2026: Jakarta Livin Mandiri Tersenyum di Sentul, Penentuan Terakhir Menanti
Voli 23 Februari 2026, 19:41
-
Dua Gol Viktor Gyokeres yang Menjawab Keraguan
Liga Inggris 23 Februari 2026, 19:24
-
Harry Maguire dan Taruhan Besar Manchester United di Era Baru
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:56
-
Prediksi Susunan Pemain Manchester United vs Everton: Mbeumo Starter, Sesko Disimpan?
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:30
-
Tak Banyak Bicara, Michael Carrick Bawa Ketenangan ke Manchester United
Liga Inggris 23 Februari 2026, 18:28
-
Jadi Salah Satu Favorit Juara, Alex Marquez Merasa Lebih Siap Buru Gelar Dunia MotoGP 2026
Otomotif 23 Februari 2026, 18:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR