
Bola.net - Pebalap Reale Avintia Racing, Johann Zarco, mengaku tak terlalu ambil pusing oleh fakta bahwa MotoGP menambah masa 'libur' selama sebulan, usai aksi kelas tertinggi di Qatar dibatalkan dan Seri Thailand ditunda sampai Oktober akibat merebaknya wabah virus corona (Covid-19).
MotoGP berharap bisa memulai musim di Austin, Texas, pada 3-5 April, namun status 'bencana' yang digulirkan pemerintah setempat membuat masa 'libur' MotoGP terancam bertambah dua pekan. Meski begitu, diundurnya balapan pertama tak selamanya negatif bagi Zarco.
"Saya realistis. Saya sendiri takkan ambil risiko. Tapi saya sendiri tak pakai masker saat uji coba pramusim Malaysia atau Qatar. Saya tak banyak tanya. Dorna Sports lebih hati-hati daripada saya, mereka punya banyak orang untuk diatur, jadi saya turuti saja apa kata mereka," ujar Zarco via RMC Sport seperti yang dilansir Corsedimoto.
Menurut Zarco, masa 'libur' ini bisa dimanfaatkan semua pebalap sebagai tambahan masa latihan. Ia juga mengaku tak pusing karena merasa sudah terbiasa pada masa libur yang panjang, seperti setelah ia dan KTM memutuskan kerja sama tahun lalu dan harus absen enam pekan, sebelum digaet LCR Honda secara sementara.
Jadi Kesempatan untuk Latihan Intensif
"Saya harap ini bisa jadi keuntungan. Memang benar saya puas atas hasil uji coba, dan saya ingin segera balapan. Tapi sejak tahun lalu, saya jadi terbiasa menjalani masa libur yang panjang dan kemudian harus adaptasi di atas motor lagi. Jadi saya sudah terbiasa dengan situasi ini," ujarnya.
Usai membela LCR Honda di tiga seri terakhir 2019, Zarco juga tak bisa berlatih maksimal di rumah karena cedera engkel akibat kecelakaan di Valencia. Ia bahkan tak menyentuh motor MotoGP sampai akhirnya mengendarai Ducati Desmosedici GP19 di uji coba Malaysia pada awal Februari.
"Pada akhirnya, masa-masa ini bisa dijadikan waktu untuk berlatih. Saya akan memanfaatkannya karena saya tak bisa menjalani latihan fisik intensif pada musim dingin akibat cedera engkel. Saya akan menjadikannya keuntungan untuk terus berprogres," ungkap juara dunia Moto2 2015 dan 2016 ini.
Target Belum Berubah
Tak ribet memikirkan kapan balapan pertama MotoGP 2020 bakal digelar, Zarco yang berasal dari Prancis ini pun mengaku targetnya sama sekali tak berubah. Ia tetap ingin mengakhiri musim di peringkat 10 pada klasemen akhir tahun nanti, serta sesekali naik podium.
"Saya ingin masuk 10 besar. Saya rasa motor kami punya potensi podium. Kini semua tergantung kemauan saya bertarung dengan para rider terbaik. Saya nyaman selama uji coba, tapi saya ingin lebih baik. Saya lebih terbiasa menjalani persiapan yang tersendat-sendat dibanding rider lain. Semoga ini bisa membantu saya," tutupnya.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Johann Zarco: MotoGP Libur Panjang? Sudah Biasa!
Otomotif 9 Maret 2020, 15:15
-
Zarco Beber Sisi Baik dan Buruk Bertahannya Marquez di Honda
Otomotif 27 Februari 2020, 14:55
-
Puas Hasil Uji Coba Qatar, Johann Zarco Perjelas Target di MotoGP 2020
Otomotif 26 Februari 2020, 12:10
-
Dulu Rival, Kini Tandem: Rabat Sebut Zarco Motivasi Ekstra
Otomotif 18 Februari 2020, 15:25
-
Dituduh Cemaskan Gaji Honda, Jorge Lorenzo Serang Balik Johann Zarco
Otomotif 18 Februari 2020, 08:57
LATEST UPDATE
-
PSG vs Liverpool: Move On, The Reds!
Liga Champions 8 April 2026, 14:31
-
Prediksi Porto vs Nottingham Forest 10 April 2026
Liga Eropa UEFA 8 April 2026, 14:05
-
Prediksi Bologna vs Aston Villa 10 April 2026
Liga Eropa UEFA 8 April 2026, 13:35
-
Prediksi Freiburg vs Celta 10 April 2026
Liga Eropa UEFA 8 April 2026, 13:24
-
Persita Tangerang vs Arema FC: Singo Edan Siap Curi Poin di Tangerang
Bola Indonesia 8 April 2026, 12:18
LATEST EDITORIAL
-
9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid dan Bayern Munchen
Editorial 7 April 2026, 15:34
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
























KOMENTAR