
Bola.net - Juara dunia GP500 1993 sekaligus MotoGP Legend, Kevin Schwantz, tersanjung diidolakan oleh juara dunia Moto3 2021, Pedro Acosta. Kepada Marca, Rabu (23/12/2021), Schwantz juga mengaku takjub pada rider Spanyol tersebut, yang menggemparkan paddock Grand Prix karena jadi juara pada musim debutnya.
Acosta memang bikin geger MotoGP sejak kedatangannya. Meski merupakan juara Red Bull Rookies Cup 2020, tak banyak yang menyangka ia akan tampil fantastis sebagai debutan. Ia langsung naik podium usai finis kedua di Seri Qatar, namun yang lebih menghebohkan adalah kemenangannya di Seri Doha usai ia start dari pitlane.
Pada akhir musim, ia mengoleksi total 8 podium, termasuk 6 kemenangan. Ia mengunci gelar dunia di Seri Algarve, dan menjadi rider Moto3 pertama yang merebut gelar dunia pada musim debut. Tak hanya itu, ia menjadi juara dunia Grand Prix termuda kedua dalam usia 17 tahun dan 166 hari, sehari lebih tua dari Loris Capirossi.
Senang Saling Jumpa di MotoGP Austin
A special surprise for @37_pedroacosta! 🙌
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) October 1, 2021
The #Moto3 championship leader met his lifelong hero @KevinSchwantz yesterday! 👊#AmericasGP 🇺🇸 pic.twitter.com/jZeQKb2g3v
"Gelar Pedro di Moto3 sangat keren bagi anak yang mencapai kategori ini dan langsung tampil baik. Yang bikin gelarnya makin spesial adalah ia mampu meraihnya pada musim perdana. Seperti rider lain di Moto3, ia datang dari Red Bull Rookies Cup, harus menggali pengalaman. Tapi ia langsung ada di papan atas," ungkap Schwantz.
Acosta, yang lahir pada tahun 2004, uniknya merupakan penggemar Schwantz, yang pensiun pada 1995. El Pajarito pun mengaku heran rider semuda Acosta bisa sampai mengidolakannya. Padahal, saat ia masih aktif balapan, Acosta bahkan belum lahir. Schwantz pun bangga bisa berjumpa dengan Acosta di sela MotoGP Austin.
"Tentu saya senang ketika tahu bahwa saya merupakan idolanya. Saya bertemu dengannya di Austin. Saya bisa lihat senyum lebar di wajahnya ketika saya menemuinya. Saya suka dia. Ayahnya fans berat saya dan memperlihatkan banyak video saya padanya. Ia belum ada di dunia ketika saya masih balapan. Jadi, ini sangat keren," ujarnya.
Prediksi Langsung Oke di Moto2

Musim depan, Acosta akan tetap membela Red Bull KTM Ajo, namun naik ke Moto2. Banyak pihak meyakini bahwa langkah ini terlalu dini untuk dilakukan. Namun, Schwantz yakin, dengan talenta sehebat itu, Acosta bisa langsung tampil oke, bahkan bakal naik ke MotoGP ketika usianya sudah memenuhi syarat pada 2024.
"Di Moto2 nanti, Pedro akan tampil sama baiknya seperti di Moto3. Ia akan menggali pengalaman dengan cepat. Ia jelas akan menjalani semua tantangan bersama Aki (Ajo) dan timnya. Bakal sangat hebat jika melihat mereka langsung sukses. Saya rasa ia akan menjalani satu atau dua tahun di Moto2. Jelas kita akan melihatnya di MotoGP tak lama lagi," tutup Schwantz.
Acosta, yang menggantikan Raul Fernandez dan akan bertandem dengan Augusto Fernandez, bakal kembali turun lintasan dalam uji coba pramusim Moto2 di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal, pada 19-21 Februari 2022.
Sumber: Marca
Baca Juga:
- Ikuti Jejak Idola: Pol Espargaro Beber Alasan Ngefans Berat pada Alex Barros
- Dari Rossi Sampai Oettl: 8 Duet Ayah-Anak yang Mampu Menang di MotoGP
- Pecco Bagnaia Diminta Ulang Gelar Casey Stoner: Kami Berbeda, Tapi Ambisinya Sama
- Nama Valentino Rossi Bakal Diabadikan Sebagai Nama Trofi di MotoGP
- Raul Fernandez Ogah Muluk Ulang Sukses Debut Fabio Quartararo di MotoGP
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kevin Schwantz Tersanjung Diidolakan Pedro Acosta: Dia Belum Lahir saat Saya Balapan!
Otomotif 30 Desember 2021, 16:10
-
53 Tim dan 103 Pembalap: Inilah Jadwal dan Daftar Peserta MotoGP 2022
Otomotif 29 Desember 2021, 08:55
-
Mengenal Red Bull KTM Ajo, Skuad Bertangan Dingin Pengorbit Nama-Nama Besar di MotoGP
Otomotif 20 Desember 2021, 16:05
-
18 Gelar Bergengsi Diperebutkan di MotoGP 2021, Siapa Saja yang Meraihnya?
Otomotif 30 November 2021, 09:35
-
Iker Lecuona Kuasai 'Klasemen' Kecelakaan di MotoGP 2021
Otomotif 29 November 2021, 12:20
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR