Bola.net - Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, menyatakan bahwa ia tak pernah mencemaskan fakta bahwa motor RC213V 2019 jauh lebih sulit dikendarai. Kepada Motorsport.com di Twin Ring Motegi, Jepang, Marquez mengaku tak terganggu karena menurutnya motor itu justru lebih cepat ketimbang versi pendahulunya.
RCV 2019 diketahui bertenaga yang lebih besar, tapi membuat corner speed Honda turun drastis, dan hal inilah yang dikeluhkan oleh Jorge Lorenzo dan Cal Crutchlow. Uniknya, Marquez justru sukses meraih gelar dunia MotoGP musim ini, meraih 14 podium, yang terdiri dari 9 kemenangan dan 5 posisi kedua.
"Dalam beberapa aspek, mesin 2018 memang lebih mudah, tapi catatan waktunya 0,2-0,3 detik lebih lamban. Anda harus paham, Anda ingin motor yang mudah dikendarai atau motor yang lebih cepat. Saya sih tak peduli jika motor kami sulit dikendarai selama bisa melaju lebih cepat," ujar Marquez.
Satu Suara dengan Rider Lain
"Saya adalah orang pertama yang ingin mempertahankan tenaga mesin, tapi di sisi lain juga ingin traksi lebih dan mesin yang lebih halus, dan itulah yang diminta semua rider Honda. Tapi mesin Honda selalu sama sejak saya tiba di MotoGP 2013, dan itu takkan berubah sekarang," lanjut 8 kali juara dunia ini.
Di lain sisi, Crutchlow, meski mengeluhkan RCV versi 2019, tetap optimistis Honda akan memberikan perubahan pada versi 2020, mengingat targetnya adalah membuat motor itu lebih mudah dikendarai. Ia juga yakin Honda takkan terlena oleh kesuksesan Marquez, dan akan mendengarkan masukannya.
"Jika punya motor terbaik di dunia dan menang dengan unggul 40 detik, Anda pasti tetap ingin meningkatkan performa. Jadi Honda tahu arah mana yang harus dituju. Saya menjajal prototipe 2020 di Brno dan lebih baik dari versi 2019, tapi saya mengendarainya lagi di Misano dan tak merasakan keunggulan. Tapi ini normal saja," ujar rider LCR Honda ini.
Honda Pasti Sudah Bekerja Keras
Crutchlow, yang selama ini membantu Repsol Honda, mengembangkan RCV, yakin para rider harus memberikan masukan sebanyak mungkin. Jika bisa, ia ingin terus menjalani uji coba selama musim dingin. Sayangnya, MotoGP memiliki masa larangan uji coba sepanjang Desember dan Januari.
"Kami harus bekerja pada area positif dan negatif, dan memberi Honda masukan. Saya ingin terus menjalani menjalani uji coba sampai akhir tahun dan memberi masukan untuk perbaikan motor. Meski begitu, Honda telah melakukan segalanya agar motor kami sesuai dengan yang kami inginkan," tutup Crutchlow.
Sumber: Motorsport.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil FP2 MotoGP Jepang: Fabio Quartararo Tercepat
Otomotif 18 Oktober 2019, 13:56
-
Marc Marquez: Honda Sulit Dikendarai? Saya Tak Peduli
Otomotif 18 Oktober 2019, 11:35
-
Marc Marquez Beri Nasihat Takaaki Nakagami Soal Cedera Bahu
Otomotif 17 Oktober 2019, 18:50
-
Jonathan Rea Tantang Marc Marquez Turun di WorldSBK
Otomotif 17 Oktober 2019, 15:15
-
'Marquez Seperti Nadal, Entah di Mana Puncak Performanya'
Otomotif 17 Oktober 2019, 14:35
LATEST UPDATE
-
Mikel Arteta Tunda Pembahasan Kontrak, Fokus Bawa Arsenal Raih Gelar
Liga Inggris 11 April 2026, 00:08
-
Didier Deschamps Masuk Radar Real Madrid, Kandidat Pelatih Musim Depan
Liga Spanyol 10 April 2026, 23:38
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Bhayangkara FC 11 April 2026
Bola Indonesia 10 April 2026, 23:07
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Persebaya 11 April 2026
Bola Indonesia 10 April 2026, 23:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Girona: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Spanyol 10 April 2026, 22:38
-
Performa Jules Kounde Menurun, Barcelona Mulai Khawatir
Liga Spanyol 10 April 2026, 22:09
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Persik 11 April 2026
Bola Indonesia 10 April 2026, 21:54
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45





















KOMENTAR