
Bola.net - Manajer pribadi Marc Marquez yang juga juara dunia GP125 1999, Emilio Alzamora, mengaku sempat gugup melihat pertarungan antara kliennya dengan rider Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, dalam MotoGP Thailand yang digelar di Sirkuit Buriram pada Minggu (6/10/2019). Hal ini ia sampaikan kepada GPOne.
Marquez sukses mengunci gelar dunianya yang kedelapan berkat kemenangan di Buriram, usai bertarung dengan Quartararo sampai di tikungan terakhir pada lap penutup. Alzamora menyebut ritme Marquez sudah menjanjikan sejak sesi latihan, namun memang harus kerja ekstra keras demi membekuk El Diablo.
"Marc punya ritme yang baik sejak latihan. Ia sadar betul soal potensi Fabio dan Yamaha, tapi pada akhirnya ia menang seperti yang biasa dilakukan seorang juara. Kita tahu Marc suka ambil risiko, tapi ia mengerahkan segalanya demi membawa pulang kemenangan, meski saya jadi agak gugup," ujarnya.
Bukti Mentalitas Juara

Banyak pihak yakin Marquez ambil risiko kelewat tinggi dengan berambisi mengalahkan Quartararo, mengingat untuk mengunci gelar, ia hanya butuh keunggulan dua poin atas Andrea Dovizioso, yang dalam balapan kali ini hanya finis keempat. Meski begitu, Alzamora menyebut keputusan Marquez adalah bukti ia punya mentalitas juara.
"Ia memikirkan gelar dan balapan. Saat Anda dalam situasi macam itu dan punya mental pemenang, maka Anda akan melakukannya dengan cara terbaik. Marc tak perlu mengubah kualitasnya yang satu ini, dan ia memang harus mengikuti insting. Jika tidak, ia takkan jadi dirinya sendiri," ungkap pria Spanyol ini.
Waspadai Para Rider Muda
Alzamora pun mengaku sangat bangga pada Marquez, yang sudah ia dampingi sejak anak-anak. Menjadi juara dunia tahun ini tidaklah mudah, mengingat level persaingan sangat tinggi, dan ia mendapat perlawanan dari para rider yang lebih muda.
"Marc melihat Fabio seperti melihat Maverick Vinales dan Alex Rins. Tapi pada akhirnya level persaingan sangat tinggi, mengingat pada awal musim ini Ducati sangat kuat dengan Dovi. Kini ada Fabio dan Yamaha, apalagi Fabio didukung tim yang sangat kuat," pungkas Alzamora.
Dengan gelar tahun ini, Marquez pun menjadi pebalap termuda sepanjang sejarah yang mampu meraih 8 gelar dunia. Ia pun kini hanya tertinggal satu gelar lagi dari Carlo Ubbiali, Mike Hailwood, dan pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi.
Sumber: GPOne
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marc Marquez: Perburuan Gelar Kesembilan Dimulai di Motegi!
Otomotif 7 Oktober 2019, 16:45
-
5 Pengakuan Valentino Rossi atas Kekuatan Marc Marquez
Otomotif 7 Oktober 2019, 15:45
-
Lorenzo Minta Honda Berbenah Agar Tak Cuma Marquez yang Menang
Otomotif 7 Oktober 2019, 15:25
-
'Wajar Saja Marc Marquez Ngotot Kalahkan Fabio Quartararo'
Otomotif 7 Oktober 2019, 14:30
-
Honda: Marc Marquez ke Ducati? Kami Hanya Bisa Kerja Keras
Otomotif 7 Oktober 2019, 13:45
LATEST UPDATE
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




















KOMENTAR