Bola.net - Lima kali juara dunia GP500, Mick Doohan, menanggapi kritik yang membanjiri Marc Marquez, yang sempat dinilai gegabah karena buru-buru ingin kembali balapan di MotoGP Andalusia pada Juli lalu, hanya dua hari usai operasi cedera patah tulang lengan kanan akibat kecelakaan di Seri Spanyol.
Kala itu, Marquez baru saja menjalani operasi untuk menanamkan satu plat titanium dan 12 sekrup pada tulang humerusnya. Ia sempat absen dari sesi FP1 dan FP2 di Andalusia, dan turun dalam sesi FP3. Usai berkendara, lengan Marquez memar dan bengkak, hingga akhirnya memutuskan absen dari sisa pekan balap.
Tindakan Marquez ini dinilai gegabah oleh banyak pihak, apalagi dua pekan setelahnya plat titaniumnya patah usai ia coba membuka jendela rumahnya di Cervera, dan butuh operasi kedua hingga sampai saat ini harus absen balapan, bahkan terancam absen semusim penuh. Meski begitu, Doohan memberikan pembelaan.
"Ini jelas situasi yang sulit untuk Marc. Tapi tahun ini juga banyak rider yang kecelakaan, dan cedera memang bagian dari kecelakaan. Kadang Anda cedera, kadang juga tidak. Cedera Marc sebenarnya sederhana, sayangnya tak cukup kuat untuk kembali dalam waktu singkat," ujar Doohan via MotoGP.com, Senin (12/10/2020), di Le Mans, Prancis.
Sudah Tugas Rider Memburu Target Penting
Doohan sendiri pernah mengalami hal yang mirip pada 1999, usai mengalami kecelakaan di trek yang sama, Jerez, yakni insiden yang membuatnya mengalami berbagai patah tulang dan akhirnya pensiun. Namun, bukan berarti insiden mengerikan macam ini membuat para rider patah semangat untuk meraih hasil-hasil baik.
"Saya mengalami hal serupa pada masa lalu. Saat cedera kaki, saya ngotot segera kembali balapan, merusak sekrup pada plat tulang saya dan kaki saya jadi cedera lagi. Inilah yang bikin saya pensiun, tapi sebagai pembalap, sudah sewajarnya kami memburu target berikutnya, kembali balapan sesegera mungkin," ungkapnya.
Doohan pun mengakui, tanpa Marquez, para rider MotoGP 2020 menjadi merasa punya kans untuk merebut kemenangan dan bahkan gelar dunia. Tapi, pria asal Australia ini juga yakin mereka 'merindukan' Marquez karena sang 8 kali juara dunia lah yang selama ini menjadi barometer performa mereka di kelas para raja.
Pembalap Takkan Ubah Mentalitas Hanya Karena Cedera
"Secara mental, ia akan tetap jadi Marc yang kita kenal, dan ia hanya harus membenahi cedera fisik. Saya yakin Marc tak berubah sedikit pun, bakal kuat seperti dulu. Para rivalnya kini punya kans unjuk gigi, tapi bagi mereka pasti selalu baik bertarung dengan rider seperti Marc. Ia ingin segera kembali, begitu juga para rivalnya. Tapi tentu ia akan kembali menang dan memburu gelar," tutur Doohan.
Doohan juga menyatakan bahwa cedera takkan memengaruhi mentalitas pembalap saat di lintasan, tak peduli separah apa pun. "Pembalap benar-benar tahu, bahwa cedera yang lebih buruk bisa saja terjadi. Ini adalah hal yang sudah kami terima bahkan sebelum kami benar-benar naik motor," lanjutnya.
"Saat cedera, kami akan mencari tahu mengapa ini bisa terjadi dan kapan kami bisa kembali. Sayangnya, kali ini Marc butuh waktu lebih lama. Tapi secara psikis, ia sudah menerimanya, dan kini pertanyaannya hanyalah kapan ia bisa kembali ke performa puncaknya," pungkas Doohan.
Sumber: MotoGP
Video: Kegembiraan Brad Binder Usai Menangi MotoGP Ceko
Baca Juga:
- Danilo Petrucci Bantah Selebrasi di Le Mans Bentuk Sindiran untuk Ducati
- Jelang Sidang Kasus Doping, Andrea Iannone Siap Siaga Balapan Lagi
- Takaaki Nakagami, Kandidat Juara MotoGP yang Belum Juga Naik Podium
- Usai Podium, Alex Marquez Menolak Jemawa Jelang MotoGP Aragon
- Supercepat di Le Mans, Franco Morbidelli Tekad Ulang Performa di Aragon
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mick Doohan: Marc Marquez Tak Salah Buru-Buru Kembali Balapan
Otomotif 14 Oktober 2020, 14:47
-
Alex Marquez: Andai Marc Balapan, Saya Tetap Menyerang!
Otomotif 13 Oktober 2020, 12:46
-
Alex Marquez: 2 Gelar Dunia, Bukti Saya Layak Bela Repsol Honda
Otomotif 13 Oktober 2020, 09:01
-
Andrea Dovizioso Syok Dikalahkan 'Marquez' di MotoGP Le Mans
Otomotif 12 Oktober 2020, 13:16
-
Marc Marquez pada Sang Adik: Kerja Keras Tak Khianati Hasil!
Otomotif 12 Oktober 2020, 12:21
LATEST UPDATE
-
Jadwal Semifinal Piala Afrika 2025: Senegal vs Mesir, Nigeria vs Maroko
Bola Dunia Lainnya 11 Januari 2026, 07:00
-
Persita vs Borneo FC: Alasan Kekalahan Borneo FC di Tangan Persita
Bola Indonesia 11 Januari 2026, 06:59
-
Proliga 2026: Bandung BJB Tandamata Incar Kemenangan atas Jakarta Popsivo Polwan
Voli 11 Januari 2026, 06:49
-
Mengenal Cesar Meylan, Si Jenius Tangan Kanan John Herdman di Timnas Indonesia
Tim Nasional 11 Januari 2026, 06:43
-
Charlton vs Chelsea: Rating Pemain The Blues usai Menang Telak di Piala FA
Liga Inggris 11 Januari 2026, 06:36
-
Man of the Match Charlton vs Chelsea: Tosin Adarabioyo
Liga Inggris 11 Januari 2026, 05:47
-
Prediksi Inter vs Napoli 12 Januari 2026
Liga Italia 11 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Barcelona vs Real Madrid 12 Januari 2026
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 02:00
-
Man of the Match Man City vs Exeter City: Antoine Semenyo
Liga Inggris 11 Januari 2026, 01:49
-
Head-to-Head Barcelona vs Real Madrid Jelang Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 00:10
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52


























KOMENTAR