
Bola.net - Belakangan ini Tito Rabat jadi topik hangat di paddock MotoGP. Pebalap Reale Avintia Racing ini santer dikabarkan tengah menjalani negosiasi kontrak dengan Kawasaki Racing Team untuk diturunkan di WorldSBK musim depan, menjadi tandem 4 kali juara dunia, Jonathan Rea.
Hal ini menyusul pernyataan Avintia, lewat sang Sporting Director, Ruben Xaus, yang menginginkan rider muda tahun depan. Dua pebalap Moto2, Alex Marquez dan Lorenzo Baldassarri merupakan nama yang terus-terusan dikaitkan dengan program ini.
"Sayang, saat ini Tito tak berada dalam level tinggi seperti yang kami pikir. Kami harap ia bisa kembali dan membuktikan ia layak dapat tempat di tim kami. Tapi tim kami harus bekerja sama demi mendapat situasi yang kuat tahun depan, karena pada sponsor kami ingin kami punya motor bagus," ujar Xaus via MotoGP.com.
Meski Avintia tak dapat dukungan teknis terbaik dari Ducati Corse, Rabat justru kerap ikut bertarung memperebutkan posisi 10 besar sejak bergabung pada awal 2018. Ia bahkan konsisten mengasapi tandemnya, Karel Abraham, yang justru punya kontrak dua tahun dan dipastikan bertahan musim depan.
Hati Avintia Tak Tergugah

Usai kesulitan di Marc VDS Honda pada 2016 dan 2017, Rabat langsung kompetitif sekalinya mengendarai Ducati Desmosedici. Sayangnya, cedera parah pada lutut kanan akibat kecelakaan di Inggris tahun lalu membuatnya absen di 8 seri terakhir. Uniknya, meski cedera dan lama absen, Rabat tetap mengungguli Abraham di klasemen pebalap.
Hingga kini, Rabat sejatinya belum pulih benar dari cederanya. Meski begitu, ia tetap bekerja keras dan menunjukkan kemauan tampil baik. Dalam pekan balap MotoGP Catalunya, ia finis di posisi 9 usai start ke-19. Di Sachsenring, Jerman akhir pekan lalu, ia bahkan berhasil finis ke-11 meski start dari posisi 22.
Meski begitu, hasil ini tampaknya tak membuat hati Avintia tergugah. Mereka justru lebih cenderung ingin mempertahankan Abraham, yang kini tertinggal 11 poin dari Rabat. "Karel punya kontrak dua tahun, jadi tempat yang belum pasti adalah tempat Tito. Kita lihat saja nanti. Kami sedang berdiskusi dengan beberapa rider muda dan situasinya tampak sangat menjanjikan," ujar Xaus.
Perjalanan Karier Rabat di Grand Prix
Rabat yang telah turun di Grand Prix sejak GP125 2006, memang mengawali kariernya dengan penuh jalan berliku. Kerap dianggap beruntung hanya karena ayahnya seorang konglomerat di Spanyol, Rabat tetap mampu menunjukkan potensi aslinya, dimulai di GP125 2010, di mana ia menduduki peringkat 6 di klasemen pebalap.
Naik ke Moto2 pada 2011, Rabat langsung tampil kompetitif. Potensinya menjadi juara dunia mulai terlihat pada 2013, saat ia meraih 7 podium dan 3 kemenangan bersama Pons Racing. Usai pindah ke Marc VDS pada 2014, ia justru sukses menjadi juara, berbarengan dengan para sahabatnya, Marc dan Alex Marquez, yang juga menjuarai MotoGP dan Moto3.
Naik ke MotoGP pada 2016, Rabat kesulitan mengendarai Honda RC213V, yang diketahui hanya 'jinak' di tangan Marquez. Meski kesulitan selama 4 musim turun di MotoGP, para penghuni paddock kerap menyebut bahwa Rabat merupakan salah satu rider dengan kemauan kerja keras yang sangat tinggi. Hal ini terbukti dari kemauan Rabat untuk kembali berjalan hanya beberapa hari usai operasi lutut tahun lalu.
Di lain sisi, Abraham, yang menjalani debut Grand Prix di GP125 pada 2005 lalu hanya pernah meraih dua podium, yakni finis ketiga di Moto2 Jepang dan menang di Valencia pada 2010. Prestasi terbaiknya hanyalah menduduki peringkat 10 di klasemen pebalap Moto2 pada tahun yang sama.
Nah, Bolaneters! Jadi siapa nih yang lebih layak dipertahankan oleh Avintia di MotoGP? Rabat atau Abraham? Kita nantikan kabar selanjutnya dari Rabat dan Avintia soal masa depan mereka ya!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tito Rabat, Juara dan Petarung yang Terlupakan di MotoGP
Otomotif 10 Juli 2019, 14:20
-
Inilah Daftar Sementara Tim dan Pebalap MotoGP 2020
Otomotif 5 Juli 2019, 09:15
-
Abraham Gabung Avintia, Inilah Daftar Peserta MotoGP 2019
Otomotif 6 September 2018, 09:20
-
World Ducati Week: Rider MotoGP-WorldSBK Bakal Adu Cepat!
Otomotif 20 Juli 2018, 15:30
-
Karel Abraham, Rider MotoGP yang Tak Lupakan Pendidikan
Otomotif 5 Desember 2017, 11:00
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR