Bola.net - Diego Forlan hanya bisa membawa Uruguay menjadi tim terbaik keempat di Piala Dunia 2010. Namun performanya dianggap sebagai yang terbaik oleh anggota media Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).
Sebagai mesin pencetak gol, Diego Forlan juga dikenal sebagai seorang legenda yang bekerja keras untuk membantu tim di mana pun tempatnya bermain. Sejak debutnya bersama Timnas Uruguay pada tahun 2002, Diego Forlan telah mencetak 36 gol untuk negaranya.
Forlan juga mengemas lima gol sepanjang turnamen atau menjadi top skor bersama David Villa, Wesley Sneijder, dan Thomas Muller. Gol-gol yang dihasilkannya terbilang spaktakuler.
Forlan menampilkan permainan yang sangat memukau pada saat itu. Ia menjadi salah satu pemain kunci di setiap laga yang dimainkan oleh La Celeste.
Sang Penakluk Jabulani
Diego Forlan menjadi satu-satunya pemain yang dianggap mampu menjinakkan bola Jabulani di Piala Dunia 2010. Gol-gol Forlan di Piala Dunia 2010 benar-benar menakjubkan.
Forlan mencetak gol dengan berbagai cara. Ada gol dari free kick, dari titik penalti penalti, tembakan jarak jauh, dan sepakan voli.
Gol-gol Forlan seakan-akan membungkam para pemain lain yang banyak melayangkan kritik tentang Jabulani pada saat itu.
Pemain Terbaik Piala Dunia 2010
Pengaruh Forlan terhadap timnya sangat besar kala Luis Suarez dan Edinson Cavani belum mencapai tingkat tertinggi mereka kala itu. Usahanya dalam mengantarkan Uruguay ke peringkat empat berbuah penghargaan Golden Ball dan membuat dirinya sejajar dengan pemain seperti Zinedine Zidane, Ronaldo Nazario, hingga Diego Maradona.
Forlan mengumpulkan suara sebanyak 23,4% dalam vote pemain terbaik Piala Dunia 2010. Ia berhasil mengalahkan Wesley Sneijder di urutan kedua dengan 21,8% dan David Villa di urutan ketiga dengan 16,9%.
Forlan pun menjadi pemain Uruguay kedua yang meraih penghargaan ini. Sebelumnya, legenda sepakbola Uruguay Jose Nasazzi juga sempat dinobatkan sebagai yang terbaik di turnamen Piala Dunia 1930, meski untuk catatan ini masih harus diverifikasi mengingat FIFA baru mencatat secara resmi penghargaan ini mulai Piala Dunia 1982.
Duet Forlan-Suarez Jadi Momok
LIMA gol telah tercipta dari kolaborasi Diego Forlan dan Luis Suarez di lini depan Uruguay selama Piala Dunia 2010. Forlan yang bermain sedikit ke belakang telah mengemas dua gol dan Suarez berhasil menceploskan tiga gol.
Yang membuat kolaborasi antara Suarez dan Forlan berjalan lancar adalah karena kedua pemain itu benar-benar meninggalkan ego mencetak golnya demi kepentingan tim. Forlan bahkan rela bermain lebih ke belakang menyokong Suarez dan Cavani.
"Kami adalah satu tim dan bekerja bersama. Yang sebenarnya adalah Luis dan saya memiliki hubungan yang hebat dan saya senang karena dia mencetak dua gol yang menentukan bagi kami," ujar Forlan, seperti dikutip Reuters.
(Bola.net/Yoga Radyan)
Jangan Lewatkan:
- Mengenang Empat Gol Christian Vieri di Piala Dunia 2002
- Kilas Balik Piala Dunia 1994: Roberto Baggio, From Hero to Zero
- Sad Ending Diego Maradona di Piala Dunia 1994
- Mengenang Hattrick Cristiano Ronaldo ke Gawang David de Gea di Piala Dunia 2018
- Final Piala Dunia 2010, Final Paling Brutal dalam Sejarah
- Mengenang Gol Mario Gotze di Final Piala Dunia 2014
- 4 Calon Pemain Kunci Timnas Belgia di Piala Dunia 2022
- 4 Calon Pemain Kunci Timnas Jepang di Piala Dunia 2022
- 4 Calon Pemain Kunci Timnas Maroko di Piala Dunia 2022
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Profil Diego Forlan, Peraih Gelar Pemain Terbaik Piala Dunia 2010
Piala Dunia 29 Juli 2022, 22:53
-
Final Piala Dunia 2010, Final Paling Brutal dalam Sejarah
Piala Dunia 27 Juli 2022, 17:41
-
Piala Dunia 2010: Ketika 4 Pemain Berbagi Gelar Top Skor
Piala Dunia 25 Juli 2022, 19:35
LATEST UPDATE
-
Masa Depan Bruno Fernandes Ditentukan Tiket Liga Champions
Liga Inggris 25 Februari 2026, 18:13
-
Dua Singa di Lini Serang Timnas Norwegia: Sorloth dan Haaland!
Piala Dunia 25 Februari 2026, 17:47
-
Live Streaming Atalanta vs Dortmund - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:45
-
Ricuh Kartel, Presiden FIFA Jamin Meksiko Aman Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
Piala Dunia 25 Februari 2026, 17:17
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di MOJI, 25-26 Februari 2026
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:17
-
5 Faktor yang Membuat Man United-nya Carrick Belum Terkalahkan
Liga Inggris 25 Februari 2026, 16:15
-
Tak Lagi Percaya Di Gregorio, Juventus Intip Peluang Gaet Alisson dari Liverpool
Liga Italia 25 Februari 2026, 15:23
-
Jelang Juventus vs Galatasaray, Di Gregorio Dapat Ancaman Serius Dari Juventini
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:56
-
Juventus vs Galatasaray: Tertinggal 2-5, Del Piero Ragu Bianconeri Bisa Lewati Cimbom?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:35
-
Tempat Menonton PSG vs Monaco: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:31
-
Tempat Menonton Juventus vs Galatasaray: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:21
-
Santiago Bernabeu Membara! Real Madrid vs Benfica: Duel Hidup Mati Menuju 16 Besar UCL
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:17
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Benfica: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58


























KOMENTAR