
Bola.net - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengkonfirmasi bahwa timnas Italia akan ikut berlutut sebagai bentuk solidaritas sebelum melawan Belgia di perempat final Euro 2021. Namun dijelaskan pula keputusan itu bukan bentuk dukungan pada kampanye Black Lives Matter.
Pernyataan itu muncul setelah bek tengah Giorgio Chiellini mengatakan bahwa tim akan berlutut jika lawan melakukannya.
Di tengah kebingungan tentang apakah pemain bebas untuk berlutut, federasi mendukung sudut pandang itu, dengan mengatakan bahwa berlutut akan dilakukan untuk menunjukkan solidaritas dengan lawan mereka.
"Seperti yang dijelaskan Chiellini, tim akan berlutut dalam solidaritas dengan lawan," kata FIGC, menurut La Repubblica.
"Bukan untuk kampanye itu (Black Lives Matter), yang tidak kami bagikan. Para pemain Austria tidak berlutut dan pemain kami tetap berdiri. Jika mereka dari Belgia melakukannya, kami juga akan bersolidaritas dengan mereka."
Pernyataan FIGC
Timnas Italia setelah laga melawan Swiss di penyisihan grup A. (c) AP Photo
FIGC melanjutkan dengan menambahkan dalam pernyataan kedua, “Federasi Sepak Bola Italia menegaskan kembali sikap tanpa syaratnya terhadap rasialisme dan segala bentuk diskriminasi, menganggap tepat untuk memberikan kebebasan kepada tim untuk mematuhi kampanye 'Black Lives Matter'."
"Seperti yang sudah ditegaskan Presiden Gabriele Gravina tidak lebih dari seminggu yang lalu, FIGC menganggap pengenaan perilaku itu sebagai bentuk berbicara dan mendukung keputusan skuad untuk pertandingan Euro 2020, termasuk melawan Belgia pada hari Jumat."
"Sensibilitas setiap anggota Timnas Italia dalam membela hak asasi manusia ada dalam DNA Azzurri, sebagaimana dibuktikan oleh berbagai inisiatif dan deklarasi, dan tidak dapat ditundukkan oleh kepatuhan pada satu manifestasi dukungan untuk perjuangan melawan rasialisme," katanya lagi.
Diimbau Kompak Berlutut
Starting XI Timnas Italia ketika melawan Austria di babak 16 besar Euro 2021. (c) AP Photo
Sampai saat ini, ada kebingungan tentang sikap Italia karena hanya segelintir pemain yang berlutut sebelum pertandingan penyisihan grup melawan Wales.
Andrea Belotti, Matteo Pessina, Emerson Palmieri, Rafael Toloi dan Federico Bernardeschi semua berlutut bersama seluruh tim Wales, mendorong diskusi tentang bagaimana Italia akan menangani situasi seperti itu ke depan.
Setelah insiden itu, mantan Perdana Menteri Enrico Letta mengkritik para pemain yang tidak berlutut, dengan mengatakan, "Saya mengimbau para pemain kami untuk berlutut bersama. Sebagian berlutut dan beberapa tidak, terus terang, itu bukan tontonan yang baik."
“Jika mereka semua bisa menyetujui rencana taktis di ruang ganti sebelumnya, mungkin mereka bisa melakukan hal yang sama tentang berlutut. Ini adalah isyarat positif. Melihatnya pada hari Minggu, dengan semua pemain Wales berlutut dan hanya setengah dari pemain Italia. melakukannya, itu bukan citra yang baik."
Kekesalannya diamini oleh mantan bintang Italia Claudio Marchisio. "Ada kebebasan untuk memilih, tetapi ini adalah protes yang sangat penting, dan saya lebih suka semua orang berlutut," katanya kepada RAI Sport.
Sumber: La Republicca via Goal International
Disadur dari: Bola.com (Gregah Nurikhsani; 29/6/2021)
Yakin Nggak Mau Baca Ini, Bolaneters?
- Kegagalan Penaltinya Bikin Prancis Tersingkir dari Euro 2020, Kylian Mbappe: Maaf
- Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Euro 2020: 2 Big Match, Bracket Kiri Lebih Alot!
- Jadwal Lengkap Euro 2021: Dari Penyisihan Grup Hingga Final
- Battle of WAGs Euro 2020: Swedia vs Ukraina
- Jadwal Perempat Final Euro 2021 dan Daftar Negara yang Lolos 8 Besar Piala Eropa
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
-
Everton Incar Kemenangan Ganda, Man Utd Usung Rekor Tandang yang Kuat
Liga Inggris 21 Februari 2026, 18:54
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR