
Bola.net - Kekalahan 4-1 Timnas Italia dari Norwegia memadamkan sisa harapan terakhir Azzurri di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mimpi untuk lolos otomatis ke Piala Dunia tahun depan resmi terkubur.
Kenyataannya, Azzurri memang butuh keajaiban menang 9-0 di San Siro. Namun, yang terjadi adalah pembantaian di babak kedua oleh tim tamu.
Hasil ini mengkonfirmasi takdir pahit Italia. Mereka harus melalui neraka play-off Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Ini bukan lagi kesialan, melainkan siklus penderitaan yang terus berulang. Sebuah penyakit kronis yang menggerogoti sepak bola Italia hingga ke akarnya.
Para Bintang yang Mendadak jadi Versi Berbeda di Timnas

Pemandangan di San Siro akhir pekan kemarin adalah sebuah kekecewaan masif. Ironisnya, kekecewaan terbesar datang dari para pemain bintang.
Laga melawan Norwegia, dan hampir sepanjang kualifikasi, para bintang ini tampil jauh di bawah standar. Mereka yang seharusnya jadi pembeda, justru jadi beban.
Nama-nama seperti Giovanni Di Lorenzo dan Alessandro Bastoni tampil buruk. Mereka terlihat seperti "imitasi murahan" dari versi klub mereka di Napoli dan Inter.
Di lini tengah, Manuel Locatelli dan Nicolo Barella juga gagal total. Keduanya gagal membangun momentum dan takluk dalam pertarungan lini tengah.
Keberanian Gattuso yang Hilang

Saat awan gelap menyelimuti, Anda berharap pelatih mengambil risiko. Namun, Gennaro Gattuso justru memilih bermain aman di laga yang sudah "mati".
Dalam laga yang sudah tidak menentukan (selain mengejar selisih 9 gol), Gattuso tetap saja konservatif. Ia seolah takut mencoba hal baru.
Parahnya lagi, ia hanya menurunkan satu pemain di bawah usia 25 tahun. Sosok itu adalah Francesco Pio Esposito dari Inter.
Ironisnya, Esposito-lah yang mencetak satu-satunya gol Italia. Ia menjadi satu-satunya pemain yang tidak tampil mengecewakan malam itu.
Pemilihan Pemain yang Aneh?

Keputusan Gattuso membuktikan satu hal. Timnas Italia masih terjebak dalam pemilihan pemain berdasarkan "nama besar" atau "nilai pasar".
Banyak talenta yang sedang dalam performa terbaiknya justru diabaikan. Para pemain muda yang lapar di kompetisi domestik tidak diberi kesempatan.
Pemain seperti Domenico Berardi dan Riccardo Orsolini tampil luar biasa musim ini. Namun, mereka tidak mendapat banyak perhatian nasional.
Padahal, banyak negara sukses karena membangun tim meritokrasi. Pemain dipilih berdasarkan performa, bukan sejarah masa lalu.
Epidemi Cedera Merusak Generasi

Selain masalah di dalam lapangan, ada faktor eksternal yang tak terkendali. Italia sedang menghadapi epidemi cedera tendon dan ligamen yang serius.
Bencana ini terus-menerus menghambat perkembangan talenta baru. Bahkan para veteran pun kesulitan untuk kembali ke bentuk terbaiknya.
Leonardo Spinazzola adalah contoh nyata. Sejak cedera Achilles di Euro 2020, ia hanya bermain delapan kali dalam empat tahun untuk Italia.
Hal serupa dialami Federico Chiesa. Meski Gattuso berkilah, sang winger kesulitan kembali ke level semula pasca cedera ACL.
Serie A yang Tak Lagi 'Italia'

Masalah tidak berhenti di situ. Cedera parah juga menghancurkan talenta muda bahkan sebelum mereka sempat bersinar.
Giorgio Scalvini dan Giovanni Leoni adalah dua contoh tragis. Scalvini (21) harus absen setengah musim dan terus mengalami komplikasi.
Leoni (18) bahkan lebih parah. Ia menderita cedera ACL pada laga debutnya di Liverpool dan harus absen sepanjang musim.
Pada akhirnya, kesalahan juga harus dilimpahkan ke Serie A. Klub-klub Italia kini lebih percaya pada talenta asing daripada mengembangkan pemain lokal.
Sumber: Football Italia
Semua Tentang Timnas Indonesia
- Italia Terperosok Lagi? Kekalahan dari Norwegia di San Siro Bikin Azzurri Terancam Ulangi Mimpi Buruk 2018 & 2022
- Italia Dibantai Norwegia di San Siro, Ini Pengakuan Pahit Locatelli
- Ada Apa dengan Mental Pemain Italia? Donnarumma pun Mengaku Bingung
- Timnas Italia yang Rapuh
- Amarah Donnarumma Usai Italia Dibantai 1-4: Kami Hanya Main 45 Menit, Kolaps Lawan Norwegia Tak Bisa Diterima!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Italia Dipermalukan Norwegia 1-4, Rekor Buruk Azzurri di San Siro Kian Mengkhawatirkan
Piala Dunia 18 November 2025, 15:48
-
Lingkaran Setan Timnas Italia: Mengapa Azzurri Gagal di Kualifikasi Piala Dunia (Lagi)?
Piala Dunia 18 November 2025, 08:05
-
Ada Apa dengan Mental Pemain Italia? Donnarumma pun Mengaku Bingung
Piala Dunia 17 November 2025, 10:00
-
Piala Dunia 17 November 2025, 09:34

LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






















KOMENTAR