Seperti yang Biasa Dilakukan Timnas Indonesia, Timnas Italia juga Diminta Gelar TC Sebelum Playoff Piala Dunia 2026

Bola.net - Strategi pemusatan latihan atau training center (TC) intensif yang kerap dilakukan Timnas Indonesia sebelum tampil di event besar ternyata menjadi metode yang didambakan Arrigo Sacchi untuk Timnas Italia. Legenda Gli Azzurri itu merasa langkah serupa sangat krusial bagi Gennaro Gattuso sebelum playoff Piala Dunia 2026.
Sacchi menyuarakan kekhawatiran mendalam usai Italia dihajar Norwegia 1-4 dan harus puas menjadi runner-up grup. Situasi ini memaksa La Nazionale menempuh jalur terjal play-off Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun demi tiket ke turnamen akbar.
Masalahnya, tidak ada jeda internasional hingga Maret mendatang, yang berarti waktu Gattuso untuk membenahi tim sangatlah minim. Tanpa adanya kumpul tim seperti TC yang biasa dilakukan Timnas Indonesia, Sacchi takut sejarah kelam gagal lolos akan terulang kembali.
Mantan pelatih AC Milan itu menilai persiapan standar tidak akan cukup untuk menyelamatkan wajah sepak bola Italia saat ini. Ia menuntut adanya terobosan pemusatan latihan singkat agar Gattuso bisa membenahi mental dan taktik pemain.
Desakan Pemusatan Latihan

Sacchi menegaskan bahwa pemusatan latihan sebelum play-off adalah sebuah keharusan yang tak bisa ditawar. Ia bahkan tak berani membayangkan konsekuensi jika Italia kembali gagal lolos ke turnamen akbar tersebut.
Mantan pelatih AC Milan itu menekankan pentingnya bangun dari keterpurukan saat ini. Menurutnya, performa buruk di babak kedua melawan Norwegia sangat tidak bisa diterima.
"Saya bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Italia tidak lolos ke Piala Dunia, tetapi kita perlu bangun," kata Sacchi kepada La Gazzetta dello Sport.
"Tidak mungkin bermain seperti yang kita lakukan di babak kedua melawan Norwegia. Dan apa yang bisa dikatakan bahwa hal-hal akan berubah pada pertandingan-pertandingan menentukan di bulan Maret ini?" lanjutnya.
Masalah Waktu Gattuso

Obat utama bagi penyakit Italia saat ini menurut Sacchi hanyalah kerja keras yang intensif. Namun, ia sadar Gattuso memiliki tangan yang terikat karena jadwal kompetisi klub yang sangat padat.
Keterbatasan waktu berkumpul membuat segalanya menjadi jauh lebih rumit bagi sang pelatih kepala. Hal inilah yang membuat Sacchi merasa sangat cemas akan masa depan tim nasionalnya.
"Dalam situasi seperti ini, satu-satunya obat yang saya miliki adalah ini: Kerja. Namun, Gattuso tidak bisa bekerja dengan timnya karena para pemain kembali ke klub mereka dan semuanya menjadi lebih rumit," ujar Sacchi.
"Saya ulangi: Saya khawatir," tegasnya kembali.
Italia Punya Masalah Mental

Sacchi mencoba membedah akar masalah dari sisi psikologis para pemain di lapangan. Ia melihat adanya ketakutan yang melanda skuad Azzurri saat menghadapi tekanan lawan di laga krusial.
Kesalahan individu dan kolektif yang terjadi dinilai tidak pantas dilakukan pada level internasional. Hilangnya keberanian untuk menang menjadi sorotan utama sang legenda taktik tersebut.
"Saya melihat kesalahan individu dan kolektif yang tidak bisa Anda buat pada level tertentu. Saya mencari pembenaran dalam sikap psikologis mereka, terutama di babak kedua itu," analisis Sacchi.
"Azzurri sedikit ketakutan, mereka kehilangan hati dan terlihat takut untuk menang," tambahnya.
Kesalahan Mendasar Pemain Serie A

Kritik tajam juga diarahkan pada kualitas teknis pertahanan Italia saat kebobolan empat gol. Sacchi menyoroti kesalahan elementer yang seharusnya haram dilakukan pemain sekelas Serie A.
Mulai dari posisi badan saat menerima umpan silang hingga membiarkan striker lawan bebas menembak. Kesalahan operan juga menjadi indikator buruknya fokus pemain Italia malam itu.
"Faktanya tetap bahwa untuk keempat gol yang kami kebobolan pada hari Minggu, ada kesalahan mencolok yang tidak bisa dilakukan oleh pesepak bola Serie A," kritik Sacchi.
"Beberapa membalikkan punggung mereka ketika bola sedang diumpan silang, beberapa membiarkan Haaland melakukan tembakan bebas di tengah area, beberapa membuat kesalahan dalam operan. Anda tidak akan pergi jauh seperti itu," cetusnya.
Solusi Nyata Sebelum Maret

Demi tiket ke Amerika Utara, Sacchi menyarankan agar Gattuso kembali mengajarkan konsep dasar sepak bola. Ia mengusulkan kamp latihan singkat di Coverciano untuk mengisi ulang energi mental dan fisik.
Meski demikian, ia menyadari bahwa klub-klub kemungkinan besar akan menolak ide tersebut demi kepentingan mereka sendiri. Resistensi klub adalah masalah klasik yang sudah ia rasakan sejak dulu.
"Menurut pendapat saya, mereka membutuhkan kamp pelatihan di Coverciano sebelum jeda Maret. Gattuso bisa berlatih dengan mereka selama beberapa hari, mengumpulkan kembali skuad setelah pukulan ini, mengisi ulang baterai, juga dari sudut pandang psikologis, dan memperbaiki apa yang belum berhasil," saran Sacchi.
"Saya ingat pertempuran yang harus saya lawan ketika saya berada di ruang ganti tim nasional. Kepentingan individu selalu menang di Italia, dan kami tidak mengerti bahwa untuk membangun tim, termasuk tim nasional, Anda butuh waktu, kesabaran, dan pelatihan. Banyak pelatihan," tutupnya.
BACA INI JUGA BOLANETERS!
- Bisa Bikin Gennaro Gattuso Naik Pitam, Negara Amerika Selatan Ini Bisa Lolos ke Piala Dunia 2026 Walau 10 Kali Kalah di Kualifikasi
- Italia Dipermalukan Norwegia 1-4, Rekor Buruk Azzurri di San Siro Kian Mengkhawatirkan
- Lingkaran Setan Timnas Italia: Mengapa Azzurri Gagal di Kualifikasi Piala Dunia (Lagi)?
- Italia Terperosok Lagi? Kekalahan dari Norwegia di San Siro Bikin Azzurri Terancam Ulangi Mimpi Buruk 2018 & 2022
- Italia Dibantai Norwegia di San Siro, Ini Pengakuan Pahit Locatelli
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tempat Menonton Timnas Indonesia U-23 vs Mali U-23 di Indosiar - Friendly Match
Tim Nasional 18 November 2025, 18:01
LATEST UPDATE
-
Rekap Hasil Liga Champions Tadi Malam: Juventus Dibantai, Real Madrid Raih Kemenangan
Liga Champions 18 Februari 2026, 05:48
-
Man of the Match Benfica vs Real Madrid: Aurelien Tchouameni
Liga Champions 18 Februari 2026, 05:34
-
Hasil Dortmund vs Atalanta: Serhou Guirassy Menggila di Signal Iduna Park
Liga Champions 18 Februari 2026, 05:20
-
Man of the Match Monaco vs PSG: Desire Doue
Liga Champions 18 Februari 2026, 05:17
-
Hasil Monaco vs PSG: Sempat Tertinggal 2 Gol, PSG Mampu Balikkan Keadaan
Liga Champions 18 Februari 2026, 04:56
-
Juventus Tersungkur 5-2 dari Galatasaray, Spalletti Sebut Timnya Mundur Tiga Langkah
Liga Champions 18 Februari 2026, 04:17
-
Kebobolan 13 Gol dari 4 Laga: Ada Apa dengan Lini Belakang Juventus?
Liga Champions 18 Februari 2026, 03:47
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48























KOMENTAR