Bola.net - - Saddil Ramdani nampak begitu emosional saat merayakan gol yang ia cetak ke gawang Thailand U-19, Minggu (10/8) malam. Tapi, itu bukan gol pertama Saddil di laga internasional, yang pantas dirayakan secara emosional.
Lebih tepatnya, gol itu bisa diibaratkan sebagai sebuah 'penebusan dosa' bagi Saddil untuk Timnas Indonesia U-19. Pasalnya, dalam dua laga terakhirnya bersama Garuda Nusantara, Saddil selalu menjadi pesakitan.
Pertama, ia dituding menjadi biang kerok kegagalan Indonesia di Piala AFF U-18 2017 beberapa waktu lalu. Pada babak semifinal melawan Thailand, Indonesia mendapatkan kartu merah usai menyikut pemain Thailand.
Kartu merah itu membuat Saddil sebagai 'kambing hitam' kekalahan Indonesia, karena terjadi dalam momen yang tidak penting. Juga karena saat ia baru satu menit saja dimasukkan ke lapangan oleh pelatih Indra Sjafri.
Indonesia akhirnya hanya bermain 0-0 melawan Thailand di waktu normal dan kalah dalam drama adu penalti.
Selanjutnya, terjadi pada laga uji coba melawan Kamboja minggu lalu. Pada menit-menit akhir pertandingan, Indonesia mendapatkan tendangan penalti dari wasit. Egy Maulana dijatuhkan oleh pemain lawan di area terlarang. Egy masih mendapat perawatan dan Saddil yang menjadi eksekutor.
Saddil menendang ke arah kiri gawang. Pemain yang membela klub Persela Lamongan sudah melepas tendangan dengan tingkat presisi yang bagus, tapi penjaga gawang masih sigap menepis bola sepakan Saddil. Beruntung Indonesia menang di laga ini.
Nah, setelah dua laga buntung, Saddil akhirnya beruntung juga. Saddil membayar tuntas dua kesalahannya dengan mencetak gol ke gawang Thailand pada menit ke-88. Gol ini sekaligus mengunci kemenangan bagi Indonesia dengan skor 3-0 atas Negeri Gajah Perang.
Saddil sendiri pada laga ini bermain pada babak kedua. Sebelum mencetak gol, pemain asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara ini juga sempat memberikan beberapa ancaman ke gawang Thailand. Baik itu lewat umpan atau tendangan ke gawang.
Tapi, baru pada menit ke-88 Saddil mampu membuat seisi Stadion Wibawa Mukti bersorak usai membobol gawang Suthipong Pisansub.
Saddil merayakan gol ini dengan berlari kencang. Ia nampak begitu emosional, bahkan sekilas nampak matanya berkaca-kaca seolah ingin menagis. Saddil kemudian sujud syukur untuk merayakan golnya. Bahkan, sujud syukur juga ia lakukan saat laga usai.
Well, semoga Saddil bisa melanjutkan kiprah apiknya bersama Timnas Indonesia dan juga Persela Lamongan. Selamat, Saddil!!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Indra Sjafri Ingin Kepastian Sebelum Susun Rencana Untuk Piala Asia
Tim Nasional 9 Oktober 2017, 09:42
-
Indra Sjafri Selalu Yakin Saddil Bisa Bangkit Dari Keterpurukan
Tim Nasional 9 Oktober 2017, 08:21
-
Ini Alasan Egy Maulana Jadi Kapten Lawan Thailand
Tim Nasional 9 Oktober 2017, 08:07
-
Gol 'Penebusan Dosa' Bagi Saddil Ramdani
Tim Nasional 9 Oktober 2017, 00:51
-
Lawan Thailand, Timnas U-19 Main Lebih Rapi
Tim Nasional 9 Oktober 2017, 00:26
LATEST UPDATE
-
La Liga Bantah Tuduhan Sensor Cedera Mbappe
Liga Spanyol 11 April 2026, 23:14
-
Nonton Live Streaming Liga Italia: Atalanta vs Juventus
Liga Italia 11 April 2026, 22:57
-
Prediksi Man Utd vs Leeds 14 April 2026
Liga Inggris 11 April 2026, 22:55
-
Prediksi Como vs Inter 13 April 2026
Liga Italia 11 April 2026, 22:42
-
Juventus vs Atalanta: Minus Vlahovic, Ini Prediksi Susunan Pemain Bianconeri
Liga Italia 11 April 2026, 22:19
-
Permintaan Klopp pada Madrid: Belikan Haaland!
Liga Spanyol 11 April 2026, 21:49
-
Man of the Match Arsenal vs Bournemouth: Alex Scott
Liga Inggris 11 April 2026, 21:34
-
Nonton Live Streaming Liga Spanyol: Barcelona vs Espanyol
Liga Spanyol 11 April 2026, 19:48
-
Nonton Live Streaming Liga Inggris: Liverpool vs Fulham
Liga Inggris 11 April 2026, 19:02
-
Nonton Live Streaming Liga Italia: Milan vs Udinese
Liga Italia 11 April 2026, 18:02
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45
























KOMENTAR