
Bola.net - Oleh: Gia Yuda Pradana
Kekuatan ofensif begitu menonjol ketika melumat empat gol tanpa balas dalam laga pembuka Grup G Piala Dunia 2014. Namun, yang juga patut diacungi jempol adalah bagaimana pelatih Joachim Loew membangun benteng pertahanan yang sangat solid bagi sang pemegang tiga gelar juara dunia. Tim Panser pun kini makin dijagokan untuk menjuarai Brasil 2014.
Jerman bermain nyaris sempurna dalam laga Piala Dunia ke-100-nya di Arena Fonte Nova, Salvador, Senin (16/6), baik dari lini belakang sampai barisan paling depan. Thomas Muller tampil super dan membuka keunggulan Jerman lewat eksekusi penalti pada menit 12 setelah Joao Pereira dinilai melanggar Mario Gotze di area terlarang. Mats Hummels lalu menanduk masuk corner Toni Kroos untuk menggandakan keunggulan timnya di menit 32. Upaya Portugal untuk bangkit mendapat pukulan setelah Pepe dikartu merah akibat bersitegang dengan Muller di menit 37. Kalah jumlah pemain, Portugal semakin tak berdaya dan dibobol dua gol lagi oleh Muller di masa injury time babak pertama dan pada menit 78.
Portugal bukannya tanpa perlawanan sama sekali. Hanya saja, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan tampak minim kreativitas hingga kesulitan menemukan jalur menuju gawang.
Trio kapten Philipp Lahm, Kroos dan Sami Khedira menjalankan tugas mereka dengan sangat baik sebagai jangkar sekaligus penyeimbang di lini tengah. Itu membuat kuartet Benedikt Howedes, Hummels, Per Mertesacker dan Jerome Boateng lebih mudah melindungi Manuel Neuer di bawah mistar dari potensi ancaman lawan.
Saat operan-operan pendek tak mempan dipakai untuk menembus dari tengah, Portugal pun dipaksa bermain melebar. Wajar saja, karena Portugal memiliki Nani dan sang pemenang Ballon d'Or 2013 Ronaldo dengan skill individu mumpuni untuk melakukan terobosan melalui dribel maupun crossing. Namun, Jerman bisa membaca pola serangan ini.
Saat menyingkirkan Swedia di babak play-off kualifikasi, counter attack Portugal begitu mematikan. Di Salvador, strategi andalan pasukan Paulo Bento dikunci habis oleh Jerman.
Setiap kali menguasai bola, Portugal langsung dihadapkan pada filter berlapis Jerman, bahkan sejak dari wilayah mereka sendiri. Itu membuat Portugal kesulitan membangun serangan. Trio Joao Moutinho, Miguel Veloso dan Raul Meireles pun tak banyak memberi kontribusi saat Portugal masuk mode ofensif.
Alhasil, para pemain Portugal jadi cenderung ingin secepat mungkin mengoper bola kepada Nani atau Ronaldo di kedua sayap. Ini terlalu mudah ditebak. Jerman berulang kali sukses menetralisirnya dengan tekel, interception maupun clearance. Lihat statistik Squawka di bawah ini.


Ronaldo, yang diharapkan jadi kunci kemenangan Portugal, tercatat melepaskan tujuh dari total 13 tembakan Seleccao das Quinas sepanjang laga. Namun, karena sempitnya ruang gerak, nyaris tak ada yang membahayakan gawang Jerman. Bintang Real Madrid itu hanya punya dua shots on target dan semuanya dimentahkan oleh Neuer di bawah mistar.
Muller justru lebih efektif dan lebih tajam. Dari empat shots, dia mencetak tiga angka.
Portugal dan Jerman sama-sama menghasilkan total 13 shots dari ball possession yang nyaris berimbang (57% - 43%). Namun, karena Portugal kesulitan mendobrak skema pertahanan berlapis Jerman menyusul minimnnya variasi serangan, mereka pun lebih banyak menembak dari luar kotak. Kerja Neuer pun praktis jadi jauh lebih mudah.
Kartu merah Pepe memang tak bisa dipungkiri telah membuat kekuatan Portugal tereduksi. Namun, melihat perbedaan kualitas serangan dan pertahanan kedua tim, bermain 11 vs 11 pun Portugal sepertinya bakal tetap dipaksa menyerah kalah.
Secara keseluruhan, Jerman tampil dengan performa jauh lebih baik dibandingkan Portugal.
Bagi Jerman, ini adalah clean sheet mereka yang ke-38 di putaran utama Piala Dunia. Hanya Brasil (42) yang punya clean sheet lebih banyak.
Pertahanan solid merupakan salah satu faktor penting bagi sebuah tim untuk bisa berjaya di kompetisi selevel Piala Dunia. Jerman sudah memilikinya.
Dipadu kreativitas dan serangan mematikan, Jerman pun tak pelak semakin diunggulkan untuk menjuarai grup yang juga dihuni oleh serta Amerika Serikat. Bahkan, bukan tak mungkin Tim Panser menjadi raja di Brasil dan merengkuh titelnya yang keempat. [initial]
Klik Juga:
- EDITORIAL: Super-Muller
- Review: Hattrick Muller Pecundangi Portugal
- Seabad Jerman, Kekalahan Terbesar Portugal
- Jerman 100 Laga, 210 Gol, 61 Kemenangan
- Legenda Jerman Cemooh Permainan Ronaldo
- 'Siapa itu Cristiano?'
- 'Jika Bukan Karena Wasit, Jerman vs Portugal Akan Beda'
- Media Jerman Sempat Ejek Tubuh Kekar Ronaldo
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ronaldo Abaikan Pers Usai Pertandingan
Piala Dunia 17 Juni 2014, 22:34
-
'Ronaldo Berotot, Sayang Tak Berbulu'
Bolatainment 17 Juni 2014, 18:31
-
Frustrasi Dibantai Jerman, Ronaldo Menangis?
Piala Dunia 17 Juni 2014, 12:22
-
Jabat Tangan Ronaldo, Loew Sempat Mengupil?
Open Play 17 Juni 2014, 12:14
-
EDITORIAL: Benteng Solid, Modal Panser Jadi Raja di Brasil
Editorial 17 Juni 2014, 11:22
LATEST UPDATE
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


















KOMENTAR