Patrick Dorgu Absen 10 Pekan, Ini 3 Opsi Pengganti yang Bisa Menyelamatkan Sayap Kiri Manchester United

Patrick Dorgu Absen 10 Pekan, Ini 3 Opsi Pengganti yang Bisa Menyelamatkan Sayap Kiri Manchester United
Aksi Patrick Dorgu bersama Manchester United pada musim 2025/2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Michael Carrick mendapat ujian besar pertama sejak ditunjuk sebagai pelatih interim Manchester United. Kabar cedera Patrick Dorgu datang tepat saat performa Setan Merah mulai menanjak.

Dorgu tampil sebagai kejutan terbesar di awal era Carrick. Ia mencetak gol ke gawang Manchester City dan Arsenal, serta menunjukkan adaptasi mulus di posisi sayap kiri dalam formasi baru.

Cedera hamstring yang dialami saat melawan Arsenal membuat Dorgu diperkirakan menepi selama sekitar 10 pekan. Ia berpotensi absen dalam delapan laga Premier League.

Situasi ini memaksa Carrick melakukan penyesuaian. Dengan opsi terbatas di sektor sayap, keputusan soal pengganti Dorgu akan sangat menentukan stabilitas permainan Manchester United. Lantas, siapa yang bisa menggantikan peran Dorgu?

1 dari 4 halaman

Mason Mount, Opsi Paling Logis

Pemain Manchester United, Mason Mount, beraksi dalam laga Liga Inggris melawan Newcastle di Old Trafford, Sabtu, 26 Desember 2025. (c) AP Photo/Dave Thompson

Pemain Manchester United, Mason Mount, beraksi dalam laga Liga Inggris melawan Newcastle di Old Trafford, Sabtu, 26 Desember 2025. (c) AP Photo/Dave Thompson

Mason Mount menjadi kandidat paling realistis untuk menggantikan Patrick Dorgu. Ia sudah terbiasa bermain di sisi kiri sebagai gelandang serang pada era sebelumnya.

Mount memiliki etos kerja tinggi dan disiplin taktik yang baik. Karakter ini sejalan dengan pendekatan Carrick yang menekankan struktur dan keseimbangan tim.

Meski kontribusi gol Mount belum konsisten sejak bergabung dengan United, kemampuannya melakukan penetrasi ke half-space kiri memberi solusi instan tanpa perubahan besar pada sistem.

2 dari 4 halaman

Amad Diallo dan Fleksibilitas Posisi

Pemain Manchester United, Amad Diallo berduel dengan pemain Arsenal, Leandro Trossard, dalam pertandingan Premier League, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Pemain Manchester United, Amad Diallo berduel dengan pemain Arsenal, Leandro Trossard, dalam pertandingan Premier League, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Amad Diallo menawarkan dimensi berbeda. Pemain kidal ini sejatinya lebih nyaman di sisi kanan, tetapi mampu beradaptasi di sisi kiri jika dibutuhkan.

Fleksibilitas Amad sudah terbukti ketika ia dimainkan sebagai bek sayap kanan sebelumnya. Kecepatan dan dribel satu lawan satu tetap menjadi keunggulan utamanya.

Namun, Carrick harus berhitung matang. Menggeser terlalu banyak pemain dari posisi ideal berisiko merusak kesederhanaan taktik yang menjadi kunci awal kebangkitan United.

3 dari 4 halaman

Matheus Cunha dan Skema Alternatif

Pelatih Manchester United, Michael Carrick bersalaman dengan penyerang MU, Matheus Cunha usai laga melawan Manchester City, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Pelatih Manchester United, Michael Carrick bersalaman dengan penyerang MU, Matheus Cunha usai laga melawan Manchester City, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Matheus Cunha bisa menjadi solusi melalui perubahan struktur lini depan. Dampaknya sebagai supersub dalam dua laga terakhir sulit diabaikan.

Cunha tampil eksplosif saat masuk dari bangku cadangan, termasuk gol penentu kemenangan di Emirates. Pergerakannya di antara lini memberi variasi serangan yang signifikan.

Jika Cunha dimainkan sejak awal, Carrick bisa memindahkan Bryan Mbeumo ke sisi kanan dan memanfaatkan Cunha dari kiri yang bergerak ke tengah. Skema ini memberi fleksibilitas tanpa kehilangan daya gedor.

Sumber: Mirror


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL