5 Pelajaran dari Laga Atalanta vs AC Milan: Leao Loyo, Lini Serang Tumpul, tapi Pertahanan Tetap Kokoh

Bola.net - AC Milan harus puas berbagi poin saat bertandang ke markas Atalanta di Gewiss Stadium pada pekan kesembilan Serie A 2025/2026. Laga berlangsung ketat dan berakhir imbang 1-1, membuat Rossoneri gagal menjaga tren kemenangan.
Milan sempat unggul lebih dulu lewat sepakan jarak jauh Samuele Ricci di babak pertama. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama karena Ademola Lookman menyamakan kedudukan sebelum turun minum.
Kedua tim tampil agresif di babak kedua. Milan sempat mendominasi, sementara Atalanta menutup laga dengan tekanan berat. Meski peluang tercipta di kedua sisi, skor 1-1 tetap bertahan hingga peluit akhir berbunyi.
Bagi Milan, hasil ini menjadi catatan imbang kedua beruntun setelah ditahan Pisa. Sementara bagi Atalanta, ini merupakan hasil imbang kelima secara beruntun di semua kompetisi. Berikut lima pelajaran penting dari duel sengit di Bergamo ini.
Rafael Leao Masih Belum Konsisten
Rafael Leao kembali gagal menunjukkan performa terbaiknya di laga besar. Setelah tampil gemilang dengan tiga gol dalam dua laga sebelumnya, ekspektasi tinggi mengiringinya saat menghadapi Atalanta. Namun, kali ini Leao tampil di bawah standar dan bahkan diganti lebih awal di babak pertama.
Pemain asal Portugal itu tampak tidak bugar sepenuhnya dan jarang terlibat dalam serangan. Padahal, Milan sangat membutuhkan kontribusinya dalam skema transisi cepat. Ketika Milan unggul, Leao seharusnya bisa menjadi tumpuan untuk memperlebar keunggulan, tetapi ia justru terlihat pasif.
Masalah kebugaran disebut menjadi penyebab utama performa menurun Leao. Pelatih Massimiliano Allegri mengonfirmasi bahwa sang winger masih berjuang dengan masalah pinggul yang mengganggunya dalam beberapa pekan terakhir.
Lini Serang Masih Belum Tajam
Tidak hanya Leao, seluruh lini depan Milan tampil kurang menggigit di Bergamo. Santiago Gimenez tampil buruk sepanjang laga dengan kontrol bola dan pergerakan yang tidak efektif. Ia gagal mengonversi peluang dan kerap kehilangan bola di momen penting.
Christopher Nkunku yang masuk dari bangku cadangan juga belum mampu memberi dampak. Performa pemain Prancis itu masih lesu, jauh dari ekspektasi besar yang melekat padanya sejak bergabung dengan mahar 37 juta euro dari Chelsea.
Dengan tumpulnya lini depan, Milan bisa saja kesulitan mempertahankan posisinya di papan atas klasemen Serie A. Allegri harus segera menemukan formula baru agar serangan Rossoneri kembali hidup di laga-laga berikutnya.
Lini Pertahanan Tetap Solid
Jika lini depan mandek, lini belakang justru tampil cukup disiplin. Matteo Gabbia dan Strahinja Pavlovic menjadi tembok kokoh di jantung pertahanan, meskipun beberapa kali sempat ditekan oleh serangan cepat Atalanta.
Mike Maignan juga berperan penting dengan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang emas Davide Zappacosta di penghujung laga. Kiper asal Prancis itu menunjukkan refleks luar biasa dan menjadi alasan utama Milan tidak pulang dengan kekalahan.
Davide Bartesaghi layak diapresiasi di sisi kiri. Bek muda Italia itu tampil berani dalam duel dan disiplin menjaga area pertahanan. Meski kebobolan satu gol, lini belakang Milan menunjukkan organisasi yang jauh lebih baik dibanding laga melawan Pisa.
Satu-satunya kekhawatiran mungkin bisa dialamatkan pada Fikayo Tomori. Ia terlihat agak keteteran di laga tersebut dan kabar terbaru menyebut ia mungkin bermasalah dengan lututnya.
Lini Tengah Sedikit Ambyar
Samuele Ricci menjadi bintang Milan lewat gol indah dari luar kotak penalti. Selain itu, performanya di lini tengah juga cukup stabil, dengan distribusi bola yang rapi dan keberanian dalam duel-duel fisik. Namun, tidak semua gelandang tampil sebaik dirinya.
Sang maestro Luka Modric mengalami laga yang sulit. Di usia 40 tahun, kelelahan mulai terlihat setelah selalu tampil sebagai starter dalam sembilan pertandingan beruntun. Ia bahkan kehilangan bola yang berujung pada proses gol penyama kedudukan Atalanta.
Youssouf Fofana juga tampil di bawah standar. Ia terlihat kurang sigap saat Milan kehilangan bola dan gagal menjaga ritme permainan. Tanpa Adrien Rabiot dan Christian Pulisic, Milan kehilangan keseimbangan di lini tengah dan sulit menjaga kontrol permainan.
Milan Perlu Tambahan Pemain di Januari
Masalah utama Milan saat ini bukan hanya performa, tetapi juga kedalaman skuad yang terbatas. Dengan banyaknya pemain cedera dan performa beberapa pemain pelapis yang tidak memuaskan, Allegri jelas membutuhkan amunisi baru di bursa transfer Januari.
Rossoneri hanya memiliki 19 pemain outfield yang benar-benar siap bermain. Ketika beberapa di antaranya seperti Gimenez atau Fofana tidak tampil baik, Milan kehilangan opsi untuk mengubah jalannya pertandingan. Situasi ini membuat mereka sulit bersaing konsisten di papan atas.
Manajemen disebut sudah mempertimbangkan langkah aktif di bursa transfer mendatang. Fokus utama adalah menambah satu striker dan bek tengah baru untuk memperkuat skuad menghadapi paruh kedua musim.
Klasemen Serie A
(SempreMilan)
Baca Juga:
- Milan Tersandung karena Terlalu Banyak Kesalahan
- AC Milan Tampil di Bawah Standar, Terutama dalam Hal Teknis, ketika Ditahan Atalanta
- Ketika AC Milan Kehilangan Tajinya: Para Pemain Kunci Tampil Mengecewakan saat Imbang Lawan Atalanta
- Klaim Ivan Juric: Intensitas Atalanta Tiga Kali Lipat AC Milan, Seperti Hanya 1 Tim yang Main!
- Kabar Buruk Buat Milanisti! Leao dan Gimenez Tumbang, Allegri Jelaskan Kondisinya
- Rapor Pemain AC Milan saat Imbang Kontra Atalanta: Ricci Bersinar, Gimenez dan Leao Mengecewakan
- Cuma Main Imbang dengan Atalanta, Skuad AC Milan Kempes!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi AC Milan vs AS Roma 3 November 2025
Liga Italia 31 Oktober 2025, 15:57
-
Milan Tersandung karena Terlalu Banyak Kesalahan
Liga Italia 29 Oktober 2025, 11:53
-
AC Milan Tampil di Bawah Standar, Terutama dalam Hal Teknis, ketika Ditahan Atalanta
Liga Italia 29 Oktober 2025, 11:46
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
-
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di SCTV Malam Ini, 18 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:57
-
Live Streaming Galatasaray vs Juventus - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:45
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV dan MOJI, 18-19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:33
-
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Liga Champions 17 Februari 2026, 17:00
-
Club Brugge yang Kuat di Kandang, Atletico Madrid yang Berpengalaman di Fase Gugur
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:29
-
Inter Milan Punya Nama Besar, tapi Bodo/Glimt Bukan Sekadar Penggembira
Liga Champions 17 Februari 2026, 16:01
-
Rekor Buruk Qarabag FK, Performa Stabil Newcastle
Liga Champions 17 Februari 2026, 15:34
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48






















KOMENTAR