
Bola.net - AC Milan kembali meraih hasil imbang di Serie A/Liga Italia akhir pekan lalu, sebuah situasi yang kian akrab sepanjang musim ini. Hasil tersebut memunculkan pertanyaan baru terkait pendekatan taktik yang digunakan Massimiliano Allegri.
AC Milan sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi kesulitan memecah pertahanan lawan yang bertahan rendah. Namun, isu ini tidak sepenuhnya berkaitan dengan kualitas pemain yang tersedia.
AC Milan justru mulai diarahkan pada perdebatan formasi, terutama penggunaan 3-5-2 yang selama ini menjadi andalan. Pergeseran ke 4-3-3 saat mengejar ketertinggalan membuka diskusi soal fleksibilitas taktik ke depan.
Formasi Andalan AC Milan yang Mulai Diuji

Massimiliano Allegri sejak awal masa jabatannya cepat menetapkan 3-5-2 sebagai kerangka utama permainan. Skema ini bukan pilihan pertamanya, tetapi hasil positif membuatnya bertahan cukup lama.
Kekalahan dari Cremonese sempat menghadirkan 4-3-3 sebagai eksperimen awal. Namun, hasil yang kurang memuaskan mendorong Allegri kembali ke sistem tiga bek.
Dalam beberapa pekan terakhir, konsistensi hasil mulai menurun meski struktur permainan tetap terjaga. Namun, kondisi ini memunculkan kebutuhan akan penyesuaian, terutama saat menghadapi lawan dengan blok rendah.
Pandangan tentang Formasi 3 Bek AC Milan dari Pengamat Taktik

Jurnalis Pietro Mazzara menilai AC Milan berpotensi mendapat keuntungan jika meninggalkan tiga bek dalam situasi tertentu. Ia menulis pandangan tersebut setelah hasil imbang di Florence yang memperlihatkan dampak positif lini belakang empat pemain.
“Pertanyaan yang muncul adalah: bukankah 3-5-2, dalam situasi tertentu, menjadi solusi taktik yang sedikit membatasi Milan?” tulis Mazzara. Pernyataan itu menegaskan bahwa sistem yang stabil belum tentu selalu paling efektif.
“Istilahnya, kemarin Fullkrug menunjukkan bahwa ia bisa menjadi penopang yang sangat baik bagi rekan setimnya,” lanjut Mazzara. “Ia dua kali memberi umpan kepada Pulisic dan menurunkan garis Fiorentina sehingga tim bisa mendorong permainan ke depan.”
Mazzara juga melihat potensi berbeda jika pendekatan berubah. “Dalam 4-3-3 atau 4-2-3-1, menarik melihat bagaimana Milan dengan gelandang kuat yang mampu menusuk sisi lapangan dapat mengembangkan permainan,” tulisnya.
Opsi 4 Bek AC Milan untuk Situasi Tertentu

Laporan terpisah mengungkap Allegri kembali menguji lini belakang empat pemain dalam sesi pertandingan akhir pekan. Pendekatan ini dipertimbangkan untuk menghadapi tim yang menumpuk pemain di area pertahanan.
Calciomercato.com menilai eksperimen tersebut tidak bersifat sementara. Namun, pendekatan ini akan terus dieksplorasi dalam beberapa pekan ke depan.
Perubahan formasi juga memberi dampak pada rotasi pemain. Alexis Saelemaekers berpeluang mendapat jeda yang selama ini sulit ia peroleh.
Selain itu, formasi empat bek membuka ruang bagi Christopher Nkunku dan Niclas Fullkrug. Keduanya dinilai lebih optimal beroperasi di tengah dalam skema tiga penyerang, tetapi dengan kebutuhan peran yang berbeda.
AC Milan kini berada pada fase evaluasi penting menjelang penentuan posisi empat besar. Apakah 3-5-2 tetap menjadi fondasi utama atau hanya salah satu opsi, jawabannya akan terlihat dalam rangkaian laga berikutnya.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Persaingan Ketat Lima Tim Teratas Liga Italia Serie A 2025-2026
- Madura United Fokus Benahi Tim jelang Putaran Kedua BRI Super League 2025/26
- Ketika Ketajaman Lautaro Martinez Sama Sekali Tak Terlihat
- Bek Inter Milan Tampil di Bawah Standar pada Laga Krusial
- AC Milan dan Pentingnya Fleksibilitas Taktik
- 2 Fondasi Utama AC Milan Mulai Goyah
- Trofi Juara yang Terasa Indah buat Barcelona
- Raphinha, Pembeda di Panggung Besar
- Sedikit Rasa Pahit dari Kemenangan Manis Barcelona
- Barcelona: Laga yang Dilewatkan Frenkie de Jong usai Kartu Merah di Final Supercopa
- Real Madrid Kalah dari Barcelona, tapi Vinicius Junior Menunjukkan Sinyal Kebangkitan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Buang-buang Peluang Lawan Fiorentina, Fullkrug pun Kecewa
Liga Italia 14 Januari 2026, 01:32
-
AC Milan, Bersabarlah dengan Ardon Jashari
Liga Italia 14 Januari 2026, 01:00
-
Mempertanyakan Efektivitas 3-5-2 AC Milan
Liga Italia 14 Januari 2026, 00:10
-
AC Milan Kehilangan Arah Tanpa Luka Modric: Usia 40 Tahun, tapi Sangat Menentukan
Liga Italia 13 Januari 2026, 21:41
-
Persaingan Ketat Lima Tim Teratas Liga Italia Serie A 2025-2026
Liga Italia 13 Januari 2026, 17:47
LATEST UPDATE
-
AC Milan, Bersabarlah dengan Ardon Jashari
Liga Italia 14 Januari 2026, 01:00
-
Apa Kabar Kondisi Rio Ngumoha Usai Tampil di Laga Liverpool vs Barnsley?
Liga Inggris 14 Januari 2026, 00:44
-
Prediksi Napoli vs Parma 15 Januari 2026
Liga Italia 14 Januari 2026, 00:30
-
Mempertanyakan Efektivitas 3-5-2 AC Milan
Liga Italia 14 Januari 2026, 00:10
-
Jejak Jose Mourinho di Balik Sosok Alvaro Arbeloa Sang Pelatih Real Madrid
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 22:48
-
AC Milan Kehilangan Arah Tanpa Luka Modric: Usia 40 Tahun, tapi Sangat Menentukan
Liga Italia 13 Januari 2026, 21:41
-
Pesta Gol Tak Bikin Puas, Arne Slot Kritik Penampilan Liverpool Usai Tekuk Barnsley
Liga Inggris 13 Januari 2026, 21:28
-
Live Streaming Newcastle vs Man City - Link Nonton Carabao Cup/EFL Cup di Vidio
Liga Inggris 13 Januari 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
Pemain yang Diuntungkan dan Dirugikan dari Pemecatan Xabi Alonso di Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:45
-
5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi dari Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:22
-
Warisan Terakhir Ruben Amorim: 4 Nama Target yang Masih Bisa Direkrut MU
Editorial 12 Januari 2026, 15:17
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22




















KOMENTAR