
Bola.net - Inter Milan semakin dekat dengan trofi juara Serie A musim 2020/21 ini. Setelah bertahun-tahun, akhirnya ada tim yang mampu menghentikan dominasi Juventus di Italia.
Ada banyak alasan di balik kesuksesan Inter Musim ini. Faktor pelatih, Antonio Conte, tentu jadi alasan terkuat. Conte telah membentuk Inter jadi tim tangguh dengan orientasi objektif.
Conte menerapkan gaya bermain baru di Inter Milan. Sekarang permainan mereka lebih matang dan tahu caranya menderita untuk menang.
Selain itu, Conte juga berperan penting dalam memaksimalkan potensi Romelu Lukaku. Striker Belgia ini berevolusi jadi pemain yang lebih komplet bersama Conte.
Sentuhan Conte untuk Lukaku
Lukaku sudah membungkus 21 gol musim ini, jadi top scorer tim dan pemain kunci dalam menghentikan dominasi sembilan tahun Juventus di Italia.
Bagi Lukaku sendiri, ini bakal jadi gelar liga pertama sejak meraihnya bersama Anderlecht di usia muda. Trofi ini juga bakal jadi pembuktian baginya yang dibuang Manchester United.
Lukaku menjawab kritik yang menyerang titik lemahnya. Sekarang dia lebih gesit, lebih tangguh. Dia cerdas di lapangan, bermain sebagai tim, bisa menghubungkan permainan dan punya kreatifitas.
Lukaku yang sekarang jauh lebih komplet, dan dia harus berterima kasih pada Conte untuk itu.
Striker komplet
Dua striker Inter Milan, Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez. (c) AP Photo
Lukaku punya tubuh besar yang jadi keunggulan utamanya, tapi dia tidak puas hanya dengan itu. Sekarang dia tidak mengandalkan fisik, justru teknik. Hal ini tidak banyak terlihat di MU dahulu.
Bukti perkembangan Lukaku ini dapat dilihat di torehan assist-nya yang terus meningkat. Berikut kontribusi penuh Lukaku untuk Inter musim ini:
- Gol: 21
- Tembakan: 81
- Assists: 9
- Peluang besar: 10
- Dribel sukses: 46
Menariknya, semua angka tersebut adalah torehan terbanyak dalam tim. Lukaku memimpin daftar pencetak gol dan pembuat assist internal, juga dalam beberapa poin statistik lain di atas.
Rahasia Conte
Lukaku saat ini tidak hanya jadi target man dalam tim. Memang dia masih memegang peran tersebut, tapi sekarang Lukaku melengkapinya dengan kesadaran akan situasi di lini serang dan pengambilan keputusan apik di wilayah sepertiga akhir.
Bagaimana Lukaku bisa berkembang sebaik ini? Hanya Conte yang bisa memberikan jawaban sepenuhnya. Dia sudah lama mengagumi Lukaku dan kini bisa membimbingnya langsung.
Sumber: Sky Sports
Baca ini juga ya!
- Ganti Strategi, AC Milan Kini Akan Tunggu Belotti Sampai Kontraknya Habis di Torino
- Emosi Jiwa, Ronaldo Pukul Tembok Usai Laga Juventus vs Genoa
- Ronaldo Emosi dan Banting Jersey, Begini Pembelaan Bentancur
- Tertinggal Jauh, Bentancur Masih Optimis Juventus Bisa Salip Inter Milan
- Nilai Musim Perdanan Andrea Pirlo di Juventus? 6 dari 10
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Antonio Conte Lewati Rekor Jose Mourinho di Inter Milan, Apa Itu?
Liga Italia 13 April 2021, 10:02
-
5 Pelajaran dari Kemenangan Inter Milan: Serba 11, Sedikit Lagi Scudetto!
Liga Italia 12 April 2021, 04:51
-
11 Kemenangan Beruntun, Fans Inter Milan: LET'S GOOOOO!
Liga Italia 11 April 2021, 21:14
-
Jika Antonio Conte Pergi, Inikah Pelatih Inter Milan Musim Depan?
Liga Italia 11 April 2021, 04:34
LATEST UPDATE
-
Bintang Muda Bosnia, Kerim Alajbegovic Masuk Radar Manchester United?
Liga Inggris 6 April 2026, 06:35
-
Chelsea Temukan Solusi untuk Lini Belakang jelang Lawan Manchester City
Liga Inggris 6 April 2026, 06:28
-
Berapa Harga Manuel Ugarte, MU? Juventus Mau Beli
Liga Inggris 6 April 2026, 06:13
-
Chelsea Harus Gigit Jari, Zidane Punya Rencana Sendiri
Liga Inggris 6 April 2026, 05:50
-
Apa Rahasia Inter Milan Bisa Hancurkan Roma 5-2?
Liga Italia 6 April 2026, 05:34
-
AS Roma Kena Mental di Markas Inter Milan
Liga Italia 6 April 2026, 05:28
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13



















KOMENTAR