
Bola.net - Seolah ogah mengulang kegagalannya di MotoGP 2020, rider Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, berusaha adaptasi pada karakter motor YZR-M1 teranyar dan mengubah gaya balap jadi lebih agresif. Hal ini ia sampaikan kepada Autosport, Senin (5/7/2021), usai meraih enam podium dan empat kemenangan.
El Diablo sempat jadi kandidat juara pada 2020 dengan memimpin klasemen selama sembilan seri perdana. Tapi pada paruh kedua musim, performanya anjlok dan tak konsisten, hingga ia terjun bebas hingga mengakhiri musim di peringkat kedelapan. Tahun ini, ia pun bekerja lebih keras agar hal itu tak terulang.
Selain bekerja dengan psikolog untuk menjaga kesehatan mental, Quartararo juga berupaya keras mengubah gaya balap. Ia sendiri dikenal sebagai rider yang punya corner speed tinggi layaknya Jorge Lorenzo, namun ia yakin mengandalkan corner speed saja takkan cukup untuk membuatnya tampil kompetitif.
Semua Rider Harus Adaptasi pada Motornya

"Tiap rider harus adaptasi pada motornya. Saya sendiri berkendara dengan cara berbeda dari tahun lalu. Gaya balap saya sekarang tak terlalu alami, tapi bekerja dengan baik. Saya bisa merasakan limit, bisa melaju cepat, dan saat ini semua berjalan oke. Pada 2019, hal yang sama terjadi, dan saat ini saya super fokus di atas motor. Semua berjalan baik," ujarnya.
Pembalap 22 tahun ini pun menyatakan bahwa kini dirinya berkendara lebih agresif, yakni mengerem dengan sangat lambat, hingga cara berkendaranya tak lagi mengandalkan corner speed super tinggi. Ia mengaku, tikungan-tikungan di Sachsenring, Jerman, mendukung corner speed tinggi, namun motornya jadi sulit diajak berbelok.
"Alhasil, saya harus cari cara lain untuk memikirkan corner exit. Di beberapa trek, hal macam ini terjadi. Jadi, memang tak sepenuhnya alami, namun saya harus adaptasi. Jika Anda lamban di satu tikungan, di tikungan lainnya Anda bisa lebih cepat. Jadi, memang tak alami, namun jika Anda memahami motor, Anda bisa lebih cepat dan lebih mudah berkendara," lanjutnya.
Terbukti Cepat di Segala Kondisi
Kerja keras ini pun akhirnya berbuah manis. Pada sembilan seri pertama musim ini, performa El Diablo jauh lebih konsisten daripada sembilan seri pertama pada 2020. Ia terbukti cepat di segala kondisi, hanya dirugikan cedera arm pump di Jerez dan insiden baju balap di Catalunya, di mana ia finis di posisi 13 dan 6 di masing-masing balapan.
"Musim ini sangat baik. Sayangnya, kami mengalami masalah di Jerez dan Barcelona akibat lengan dan baju balap. Namun, kami cepat di segala kondisi, bahkan saat kami kesulitan di Jerman, atau saat hujan turun di Le Mans, kami bisa tetap memperebutkan podium. Jadi, jika membicarakan awal musim, saya sangat puas," tutupnya.
Saat ini, Quartararo tengah memimpin klasemen pembalap dengan koleksi 156 poin, unggul 34 poin dari Johann Zarco yang ada di peringkat kedua. Ia akan kembali turun lintasan dalam MotoGP Styria di Sirkuit Red Bull Ring pada 6-8 Agustus mendatang.
Sumber: Autosport
Video: Fabio Quartararo Menangi MotoGP Belanda 2021
Baca Juga:
- Jadi Kandidat Juara MotoGP, Johann Zarco: Ini Lebihi Ekspektasi!
- Pecco Bagnaia: Kans Juara MotoGP 2021 Masih di Genggaman Ducati, Asal...
- Dani Pedrosa Penasaran Kans Juara MotoGP Andai Bela Yamaha
- Kembali Muda: Dani Pedrosa Pakai Masa Pensiun untuk Pulihkan 'Koleksi' Cedera
- Dani Pedrosa Akui 'Comeback' Kian Nyata Berkat KTM Makin Oke
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
KTM Sinyalir Ogah Jadikan Danilo Petrucci Test Rider di MotoGP 2022
Otomotif 6 Juli 2021, 15:07
-
Resmi Batalkan Seri Australia, MotoGP 2021 Balapan Lagi di Portimao
Otomotif 6 Juli 2021, 12:26
-
Pol Espargaro: Bikin Kesalahan Adalah Hal Wajar Saat Pelajari Honda
Otomotif 6 Juli 2021, 11:59
-
Kenan Sofuoglu 'Tak Pernah Mimpi' Toprak Razgatlioglu Jadi Rider MotoGP
Otomotif 6 Juli 2021, 10:48
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58



















KOMENTAR