Bola.net - - Meski diprediksi bakal menjalani pertarungan sengit bersama Valentino Rossi (Yamaha Factory Racing) dan Francesco Bagnaia (Alma Pramac Racing) di MotoGP musim depan, Franco Morbidelli mengaku santai-santai saja. Ia meyakini rivalitas takkan merusak hubungan mereka, meski tak memungkiri adanya hasrat untuk mengalahkan keduanya.
Kompetisi ketat di antara ketiga rider ini menjadi sorotan mengingat Morbidelli dan Bagnaia merupakan juara dunia Moto2 dan merupakan anak didik Rossi di VR46 Riders Academy. Morbidelli, yang naik ke MotoGP lebih dulu pada awal 2018, kini akan bertarung dengan Bagnaia yang juga kawan dekatnya sendiri.
"Pecco merupakan teman saya, bahkan sebelum ia menjadi rival. Bakal menyenangkan bila bisa 'mengganggunya', mengingat kami akan berusaha mendorong perkembangan masing-masing. Jelas bakal aneh bertemu dengannya di MotoGP, tapi bagi kami, anak-anak VR46, sudah hal normal bertarung melawan satu sama lain," ungkapnya lewat GPOne.
Rossi Beri Pelajaran dan Motivasi

Rider Italia berdarah Brasil ini pun tak memungkiri bahwa Rossi, yang kini berusia 39 tahun, telah memberinya banyak nasihat penting untuk karier dan performanya. Meski begitu, hal ini tetap tak menghadirkan rasa iba di hati Morbidelli jika harus mengalahkan The Doctor di lintasan musim depan.
"Hubungan dengan Vale adalah 'hadiah'. Selain memberi banyak pelajaran, Vale memberi saya motivasi tinggi. Saya akan berusaha mengalahkan para bedebah 'muda' itu," ujarnya sembari tertawa. "Jika saya bisa melaju di depannya saat di Qatar nanti, maka tak masalah. Saya akan menganggapnya seperti berlatih di Ranch."
Yakin Rossi Pasti Bangkit
Dipastikan membela Petronas Yamaha SRT, Morbidelli pun akan mendapat motor YZR-M1 spek pabrikan yang sama persis dengan milik Rossi. Dengan perangkat yang sama, Morbidelli pun bisa membaca kekuatan Rossi dan yakin sang sembilan kali juara dunia bakal bangkit dari keterpurukan.
"Jujur saja, saya tak pernah melihat Vale patah semangat tahun ini. Saya bahkan merasa kata-kata ini tak cukup menggambarkannya. Kekuatan Vale adalah mampu berpikir positif bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun, dan masa-masa itulah yang menghadirkan perbedaan, selalu mengambil untung dari situasi apa pun," pungkas rider 24 tahun ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marini: Penting Punya Kakak Paling Berpengalaman di MotoGP
Otomotif 14 Desember 2018, 15:00
-
Morbidelli: Bertarung Lawan Rossi-Bagnaia Sudah Hal Biasa
Otomotif 14 Desember 2018, 12:40
-
Tim Valentino Rossi Pamer Corak 2019 Lewat X-Factor Italia
Otomotif 14 Desember 2018, 11:30
-
'Rossi, Morbidelli dan Bagnaia Bakal Jalani Rivalitas Sehat'
Otomotif 14 Desember 2018, 09:15
-
Valentino Rossi Akui Kelewat 'Baik' Didik Morbidelli-Bagnaia
Otomotif 13 Desember 2018, 15:30
LATEST UPDATE
-
Argentina dan 14 Menit yang Mengubah Cerita
Piala Dunia 8 Juli 2026, 12:55
-
Gregor Kobel Berdiri Tegak di Bawah Mistar
Piala Dunia 8 Juli 2026, 11:48
-
Swiss Membuktikan Keberuntungan Memang Bagian dari Sepak Bola
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:52
-
Gol Ke-3000 Piala Dunia Antar Argentina ke Perempat Final
Piala Dunia 8 Juli 2026, 08:27
-
Man of the Match Swiss vs Kolombia: Gregor Kobel
Piala Dunia 8 Juli 2026, 05:59
-
Tempat Menonton Piala Dunia 2026: Swiss vs Kolombia
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:56
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55

























KOMENTAR