- Pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales mengaku bahwa tekanan untuk meraih gelar dunia sangatlah tinggi. Ditambah motor YZR-M1 yang tak kunjung lepas dari permasalahan elektronik, Vinales pun tak malu-malu mengaku dirinya merasa frustrasi.
Vinales menjalani debut di MotoGP pada 2015 lalu bersama Suzuki, dan pada awal tahun lalu, ia diboyong oleh Yamaha sebagai pengganti Jorge Lorenzo. Tak pelak lagi, rider berusia 23 tahun ini pun punya harapan besar bisa meraih gelar dunia.
Sayangnya, Vinales justru tengah mengalami paceklik kemenangan sejak MotoGP Prancis di Le Mans tahun lalu, dan musim ini ia baru mengoleksi tiga podium. Belakangan, ia bahkan sulit bertahan di lima besar.
Ogah Sekadar Finis 10 Besar
Saat ini, Vinales pun duduk di peringkat kelima pada klasemen pembalap dengan koleksi 124 poin. Gelar dunia pun telah jauh dari rengkuhannya, mengingat ia telah tertinggal 97 poin dari Marc Marquez yang ada di puncak.
Jujur saja tekanannya sangat besar. Saya di sini untuk bertarung, menang dan naik podium, tak sekadar finis di 10 besar. Saya sangat frustrasi karena saya telah bekerja keras. Saya tak bisa menemukan cara agar saya bisa merasa nyaman, ungkapnya kepada MotoGP.com.
Tahun Belajar
Para petinggi Yamaha pun yakin Vinales harus sedikit bersabar dan berkepala dingin setiap kali mengalami momen-momen sulit. Top Gun sendiri tak menyangkalnya, dan yakin musim ini adalah musim penuh pelajaran bagi mentalitasnya.
Saya menginginkan segalanya, jadi tahun ini adalah tahun belajar untuk sabar, tetap bekerja keras meski sulit mengalami kemajuan. Situasinya memang sulit, tapi saya harus banyak belajar untuk masa depan. Kami harus tetap kuat dalam momen-momen buruk, dan menikmati momen-momen yang baik, pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rossi: Vinales Tiba di Yamaha Pada Saat Tak Tepat
Otomotif 19 September 2018, 15:10
-
Paceklik Kemenangan, Vinales: MotoGP 2018 Penuh Proses Belajar
Otomotif 19 September 2018, 13:15
-
Vinales: Saya dan Rossi Bisa Menang, Asal Yamaha Introspeksi
Otomotif 19 September 2018, 12:30
-
Vinales Tetap Yakin Bertahan di Yamaha Bukan Kesalahan
Otomotif 19 September 2018, 09:35
-
Pentingnya Peran Folger Bagi Yamaha, Rossi dan Vinales
Otomotif 12 September 2018, 12:30
LATEST UPDATE
-
Sesko dan Lammens Membuka Jalan Man Utd ke Liga Champions
Liga Inggris 24 Februari 2026, 09:17
-
Man Utd Lebih Hidup di Tangan Carrick, Sesko Hadir Sebagai Striker Murni
Liga Inggris 24 Februari 2026, 09:08
-
Memuji Keputusan Michael Carrick di Laga Everton vs Man Utd
Liga Inggris 24 Februari 2026, 09:00
-
Link Live Streaming Pertandingan Bulu Tangkis German Open 2026 di Vidio
Bulu Tangkis 24 Februari 2026, 08:59
-
Jadwal Lengkap German Open 2026, 24 Februari-1 Maret 2026
Bulu Tangkis 24 Februari 2026, 08:56
-
Liga Inggris 24 Februari 2026, 08:55

-
2 Laga, 4 Keputusan Kontroversial: AC Milan vs Wasit Liga Italia
Liga Italia 24 Februari 2026, 08:40
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Liga Inggris 24 Februari 2026, 08:21
-
Arsenal Dinilai Selebrasi Lebay Usai Kalahkan Tottenham: Padahal Belum Juara!
Liga Inggris 24 Februari 2026, 08:02
-
Gyokeres dan Eze Belum Bersinar di Arsenal Karena Mikel Arteta?
Liga Inggris 24 Februari 2026, 07:53
-
Benjamin Sesko Menggila di MU, Michael Carrick Disebut Jadi Otaknya!
Liga Inggris 24 Februari 2026, 06:38
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09























KOMENTAR