
Bola.net - Allianz Arena, Munich, menjadi saksi sejarah bagi Paris Saint-Germain (PSG). Klub asal Prancis itu akhirnya meraih gelar Liga Champions pertamanya setelah menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0. Kemenangan ini menandai era baru bagi Les Parisiens di panggung sepak bola Eropa.
Sejak awal musim, Luis Enrique sudah menegaskan ambisinya: membawa PSG ke puncak Eropa. "Saya selalu bilang, tujuan kami adalah memenangkan trofi besar. PSG belum pernah juara Liga Champions, dan sekarang kami berhasil mewujudkannya. Ini kebahagiaan bagi banyak orang," ujar pelatih asal Spanyol itu, seperti dikutip dari UEFA.com.
PSG resmi menjadi klub ke-24 yang menjuarai Liga Champions. Mereka juga mencatatkan rekor baru sebagai tim pertama yang mencetak lima gol tanpa balas di laga final. Dominasi mutlak ini membuktikan kedigdayaan skuad besutan Luis Enrique.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Awal yang Sempurna, PSG Hancurkan Inter di Babak Pertama
Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal dan PSG langsung mengambil alih kendali. Achraf Hakimi membuka keunggulan pada menit ke-12 lewat penyelesaian matang, lalu Desire Doue menggandakan skor delapan menit kemudian. Inter Milan terlihat kewalahan menghadapi serangan Les Parisiens.
Gol pertama Doue seolah membangkitkan kepercayaan dirinya. Pemain muda itu kembali mencetak gol di menit ke-63, sekaligus memastikan dirinya sebagai Man of the Match. Performanya yang gemilang menjadi kunci kemenangan PSG.
"Saya tidak bisa berkata-kata. Ini momen yang luar biasa bagi saya," ungkap Doue dengan penuh emosi. Ekspresinya mencerminkan kebahagiaan seluruh tim setelah meraih pencapaian bersejarah ini.
PSG Tak Berhenti Menyerang, Dominasi Hingga Peluit Akhir
Meski sudah unggul tiga gol, PSG tetap menjaga intensitas serangan. Khvicha Kvaratskhelia memperbesar keunggulan menjadi 4-0 di menit ke-73, lalu Senny Mayulu menutup pesta gol dengan gol kelima empat menit sebelum laga usai. Inter Milan benar-benar tak berkutik.
Gianluigi Donnarumma, kiper PSG, memuji kerja keras tim dan peran Luis Enrique. "Kami hampir tersingkir beberapa kali musim ini, tapi pelatih membuat kami tetap tenang. Filosofinya jelas, dan persiapannya sempurna. Hasilnya berbicara sendiri," ujar Donnarumma.
Kemenangan ini bukan sekadar hasil individu, tapi buah dari strategi matang dan mental juara yang dibangun sepanjang musim. PSG membuktikan diri sebagai tim terbaik Eropa musim ini.
Inter Akui Keunggulan PSG, Bangga dengan Perjalanan Tim
Di sisi lain, Inter Milan harus menelan kekalahan pahit. Simone Inzaghi mengakui kehebatan PSG, tapi tetap bangga dengan anak asuhnya. "Mereka pantas menang. Kami kecewa, tapi perjalanan tim sampai final sudah luar biasa. Pemain memberikan segalanya," kata pelatih Inter itu.
Nicolo Barella, gelandang Inter, juga bersikap sportif. "Selamat untuk PSG, mereka lebih baik di segala aspek. Kekalahan adalah bagian dari sepak bola. Saya bangga dengan tim ini," ujarnya.
Meski kalah telak, semangat Nerazzurri tidak pudar. Mereka tetap menghargai perjuangan tim sepanjang musim, meski harus mengakui keperkasaan PSG di malam final.
PSG Akhirnya Pecahkan Kutukan, Paris Jadi Ibu Kota Sepak Bola Eropa
Mimpi PSG akhirnya terwujud: trofi Liga Champions resmi menghiasi museum klub. Setelah bertahun-tahun berinvestasi besar, mereka membuktikan diri bukan sekadar tim kaya, tapi juga tim pemenang.
Perjalanan menuju gelar ini penuh lika-liku. Ada momen kritis, tekanan media, dan keraguan. Namun, PSG menjawab semuanya dengan performa gemilang di laga puncak.
Malam di Munich akan dikenang sebagai titik balik sejarah PSG. Paris bukan lagi sekadar 'kota cahaya', tapi juga pusat kejayaan sepak bola Eropa. Luis Enrique dan anak asuhnya telah menulis cerita baru yang tak terlupakan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Istanbul dan Munich: Dua Kota, Satu Luka Nerazzurri
Liga Champions 1 Juni 2025, 17:51
-
Donnarumma dan Malam Balas Dendam yang Manis di Allianz Arena
Liga Champions 1 Juni 2025, 17:00
-
Achraf Hakimi dan Perjalanan 4 Tahun yang Penuh Ambisi
Liga Champions 1 Juni 2025, 15:57
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inter vs Bologna 5 Januari 2026
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:45
-
Juventus vs Lecce: Pemain Terbaik dan Terburuk di Allianz Stadium
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:37
-
Man of the Match Juventus vs Lecce: Wladimiro Falcone
Liga Italia 4 Januari 2026, 02:27
-
Hasil Sassuolo vs Parma: Jay Idzes Gagal Bantu Neroverdi Raih Poin Penuh
Tim Nasional 4 Januari 2026, 01:13
-
Prediksi Man City vs Chelsea 5 Januari 2026
Liga Inggris 4 Januari 2026, 00:30
-
BRI Super League: Kuota Penonton Persik vs Persib Dibatasi
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:44
-
Prediksi BRI Super League, Bali United vs Arema FC 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 22:31
-
Prediksi Real Madrid vs Real Betis 4 Januari 2026
Liga Spanyol 3 Januari 2026, 22:15
-
Prediksi Fulham vs Liverpool 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 22:00
-
Prediksi BRI Super League, PSIM Yogyakarta vs Semen Padang 4 Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 21:35
-
Prediksi BRI Super League, Persis Solo vs Persita 4 Januari 2026
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 21:10
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43

























KOMENTAR