Bola.net - Sepasang kaki gelandang Firman Utina sudah berada di Bandung. Otomatis, pemain yang ditransfer dari Sriwijaya FC itu sudah siap mengarungi kompetisi musim depan bersama tim berjuluk Maung Bandung.
Namun, di luar persiapan Persib Bandung menghadapi Indonesia Super League (ISL) 2013, kisruh timnas masih saja membayangi sang pemain. Setelah bergabung di tim bentukan KPSI, Firman kembali dipanggil oleh timnas Indonesia yang akan bertarung di Piala AFF 2012 November mendatang.
Mengenai pemanggilan dirinya ke timnas, Firman mengakui jika hal tersebut tergantung pada keputusan manajemen Persib. “Semua itu ada prosedurnya. Tergantung bagaimana klubnya, kalau klub mengizinkan, kita berangkat,” ujar Firman kepada wartawan ditemui di mes Persib, Minggu (28/10).
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan tidak ikut tim Merah Putih, bukan otomatis dirinya tak mempunyai rasa nasionalisme.”Kita sebagai pemain tidak usah tanya nasionalis. Tukang cukur saja punya apalagi kita sebagai pemain, titel paling tinggi adalah bermain di timnas,” ucapnya.
Menurutnya, dalam situasi kisruhnya sepak bola tanah air, pemain yang selalu menjadi korbannya. “Kita menjunjung profesionalisme. Sebagai pemain ya seperti itu. Yang korban pemain kan. Kalau saya ikut ke sana (timnas) tetapi di klub tidak mengijinkan, kan saya nggak bisa fokus. Jadi saya lebih baik di klub saya untuk fokus,” papar sosok berusia 30 tahun ini.
Ia berharap, situasi sepak bola dapat berakhir dengan perdamaian, terutama di antara pimpinan PSSI dan KPSI. “Tinggal pak Djohar dan pak La Nyala untuk mau mengalah. Ayolah kita damai. Kita sebagai pemain berharap ada titik terang untuk membentuk satu timnas,” pungkasnya. (hug/bgn)
Namun, di luar persiapan Persib Bandung menghadapi Indonesia Super League (ISL) 2013, kisruh timnas masih saja membayangi sang pemain. Setelah bergabung di tim bentukan KPSI, Firman kembali dipanggil oleh timnas Indonesia yang akan bertarung di Piala AFF 2012 November mendatang.
Mengenai pemanggilan dirinya ke timnas, Firman mengakui jika hal tersebut tergantung pada keputusan manajemen Persib. “Semua itu ada prosedurnya. Tergantung bagaimana klubnya, kalau klub mengizinkan, kita berangkat,” ujar Firman kepada wartawan ditemui di mes Persib, Minggu (28/10).
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan tidak ikut tim Merah Putih, bukan otomatis dirinya tak mempunyai rasa nasionalisme.”Kita sebagai pemain tidak usah tanya nasionalis. Tukang cukur saja punya apalagi kita sebagai pemain, titel paling tinggi adalah bermain di timnas,” ucapnya.
Menurutnya, dalam situasi kisruhnya sepak bola tanah air, pemain yang selalu menjadi korbannya. “Kita menjunjung profesionalisme. Sebagai pemain ya seperti itu. Yang korban pemain kan. Kalau saya ikut ke sana (timnas) tetapi di klub tidak mengijinkan, kan saya nggak bisa fokus. Jadi saya lebih baik di klub saya untuk fokus,” papar sosok berusia 30 tahun ini.
Ia berharap, situasi sepak bola dapat berakhir dengan perdamaian, terutama di antara pimpinan PSSI dan KPSI. “Tinggal pak Djohar dan pak La Nyala untuk mau mengalah. Ayolah kita damai. Kita sebagai pemain berharap ada titik terang untuk membentuk satu timnas,” pungkasnya. (hug/bgn)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Supardi Ingin Persembahkan Gelar Buat Persib
Bola Indonesia 28 Oktober 2012, 21:00
-
Bola Indonesia 28 Oktober 2012, 20:30

-
Firman Utina Berharap Tim Persib Harmonis
Bola Indonesia 28 Oktober 2012, 20:00
-
Sriwijaya FC Berburu Manajer Profesional
Bola Indonesia 23 Oktober 2012, 18:45
-
Sriwijaya FC Ikuti Tiga Turnamen Pramusim
Bola Indonesia 21 Oktober 2012, 17:30
LATEST UPDATE
-
Manchester United Kepincut Kiper Timnas Paraguay Ini?
Liga Inggris 9 Juli 2026, 15:30
-
Pesan Lamine Yamal ke Julian Alvarez: Gue Tunggu di Barcelona, Bro!
Piala Dunia 9 Juli 2026, 15:00
-
Andrey Santos OTW Manchester, Hari Ini Tes Medis di MU
Piala Dunia 9 Juli 2026, 13:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55





















KOMENTAR